Kas Hartadi beber dua kelemahan utama Sriwijaya FC?
Jum'at, 23 November 2012 - 21:34 WIB
Kas Hartadi beber dua kelemahan utama Sriwijaya FC?
A
A
A
Sindonews.com - Elemen penting yang masih menjadi kegundahan Sriwijaya FC (SFC) adalah masalah kekuatan fisik dan ketenangan pemain-pemainnya. Sejatinya, memang semua yang telah dimiliki tiap-tiap pemain sudah lumayan bagus.
Namun saat masalah tersebut akan muncul ketika SFC bermain dengan tensi tinggi. Saat dihadapkan pada sebuah pertandingan keras dan alot, terkadang ada pemain yang out of control dari apa yang diinstruksikan pelatih. Jika pemain tim berada pada kondisi tersebut, yang terjadi bukan tambah baik, namun akan selalu bermain terburu-buru-panik dan muncul kesalahan-kesalahan yang tak perlu.
''Setiap saat memang kondisi fisik harus selalu ditingkatkan. Karena itu hal yang terpenting untuk bisa stabil bermain 2x45 menit. Tapi ada hal lain yang harus disadari pemain, yakni bagaimana ketenangan mereka,” ujar pelatih kepala SFC, Kas Hartadi.
Mantan pemain Kramayudha Tiga Berlian itu menginginkan, gaya permainan Ferry Rotinsulu dan kawan-kawan lebih bertenaga, sabar dan lebih tenang serta agresif. ''Sebenarnya semua pemain yang ada saat ini mengerti dengan apa yang saya instruksikan. Mereka cepat menerjemahkan skema ke dalam pertandingan. Padahal mereka baru bersama, tapi bisa meredam kekuatan Arema, saat uji coba kemarin,” katanya.
Sekembali berlatih di Stadion Gelora Sriwijaya, Kas Hartadi belum langsung memberikan program-program yang direncanakan tersebut. karena, dia sadar kondisi pemainnya masih belum 100% bugar pasca training camp di Solo dan ujicoba di Malang.
''Sore ini kita mulai latihan lagi, tapi saya tidak langsung menggedor fisik mereka. Ya enjoy dulu lah, pemain kan masih belum terlalu pulih karena lelah di jalan. Sabtu pagi kita hanya latihan satu kali dan Senin depan baru mulai start lagi,” tukasnya.
Terhadap kondisi cuaca di Palembang yang terkadang tak bersahabat, karena hampir tiap hari bahkan sorenya selalu hujan, Kas Hartadi tetap akan mengarahkan anak asuhnya ke lapangan. ''Itu (hujan) biasa, bukan dan jangan dijadikan hambatan untuk berlatih. Persiapan kita menuju Inter Island Cup semakin dekat. Tapi kami berharap tidak ada sama sekali masalah dan gangguan teknis di lapangan,” tambahnya lagi.
Sementara gelandang serang SFC, Sultan Samma menuturkan, memang selama traning camp dan uji coba di Malang, cukup membuat tenaganya terkuras. Namun, dirinya mengaku bahwa sudah sangat terbiasa dengan aktivitas padat seperti ini.
''Ini masa persiapan tim, jadi memang saya dan semua pemain harus selalu bugar. Kalau dibilang capek ya memang, tapi pemain sudah terbiasa. Mudah-mudahan saya bisa selalu menjaga kebugaran dan bisa diberi kepercayaan pelatih bermain,” tambahnya.
Namun saat masalah tersebut akan muncul ketika SFC bermain dengan tensi tinggi. Saat dihadapkan pada sebuah pertandingan keras dan alot, terkadang ada pemain yang out of control dari apa yang diinstruksikan pelatih. Jika pemain tim berada pada kondisi tersebut, yang terjadi bukan tambah baik, namun akan selalu bermain terburu-buru-panik dan muncul kesalahan-kesalahan yang tak perlu.
''Setiap saat memang kondisi fisik harus selalu ditingkatkan. Karena itu hal yang terpenting untuk bisa stabil bermain 2x45 menit. Tapi ada hal lain yang harus disadari pemain, yakni bagaimana ketenangan mereka,” ujar pelatih kepala SFC, Kas Hartadi.
Mantan pemain Kramayudha Tiga Berlian itu menginginkan, gaya permainan Ferry Rotinsulu dan kawan-kawan lebih bertenaga, sabar dan lebih tenang serta agresif. ''Sebenarnya semua pemain yang ada saat ini mengerti dengan apa yang saya instruksikan. Mereka cepat menerjemahkan skema ke dalam pertandingan. Padahal mereka baru bersama, tapi bisa meredam kekuatan Arema, saat uji coba kemarin,” katanya.
Sekembali berlatih di Stadion Gelora Sriwijaya, Kas Hartadi belum langsung memberikan program-program yang direncanakan tersebut. karena, dia sadar kondisi pemainnya masih belum 100% bugar pasca training camp di Solo dan ujicoba di Malang.
''Sore ini kita mulai latihan lagi, tapi saya tidak langsung menggedor fisik mereka. Ya enjoy dulu lah, pemain kan masih belum terlalu pulih karena lelah di jalan. Sabtu pagi kita hanya latihan satu kali dan Senin depan baru mulai start lagi,” tukasnya.
Terhadap kondisi cuaca di Palembang yang terkadang tak bersahabat, karena hampir tiap hari bahkan sorenya selalu hujan, Kas Hartadi tetap akan mengarahkan anak asuhnya ke lapangan. ''Itu (hujan) biasa, bukan dan jangan dijadikan hambatan untuk berlatih. Persiapan kita menuju Inter Island Cup semakin dekat. Tapi kami berharap tidak ada sama sekali masalah dan gangguan teknis di lapangan,” tambahnya lagi.
Sementara gelandang serang SFC, Sultan Samma menuturkan, memang selama traning camp dan uji coba di Malang, cukup membuat tenaganya terkuras. Namun, dirinya mengaku bahwa sudah sangat terbiasa dengan aktivitas padat seperti ini.
''Ini masa persiapan tim, jadi memang saya dan semua pemain harus selalu bugar. Kalau dibilang capek ya memang, tapi pemain sudah terbiasa. Mudah-mudahan saya bisa selalu menjaga kebugaran dan bisa diberi kepercayaan pelatih bermain,” tambahnya.
(aww)