Benny bilang PT LI serukan PSMS rekonsiliasi
Jum'at, 23 November 2012 - 22:19 WIB
Benny bilang PT LI serukan PSMS rekonsiliasi
A
A
A
Sindonews.com - PT Liga Indonesia (LI) tidak memberikan keputusan PSMS mana yang akan berlaga di kompetisi Divisi Utama musim depan. Mereka menyarankan agar rekonsiliasi ditempuh untuk menyatukan tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.
Seharusnya, PT LI menurut Chief Executive Officer (CEO) Joko Driyono mengatakan, Senin (19/11), pihaknya akan mengumumkan salah satu PSMS Medan yang akan berlaga di kompetisi besutan mereka. Namun, Jumat (23/11), Ketua Umum PSMS Medan versi RALB Hotel Santika Dyandra, Benny Sihotang menuturkan pernyataan lain.
Benny mengatakan, PT LI menyarankan agar dua kubu PSMS yang ada untuk melakukan upaya rekonsiliasi penyatuan. "Saya sudah bertemu di Jakarta dengan pihak PT LI.Tapi mereka mau PSMS itu rekonsiliasi. Karena mereka memang tempat yang kita tuju satu hanya memang yang makai nama PSMS yang dua," katanya.
Lantas, apakah persyaratan itu membuat Benny tidak jadi menyerahkan berkas pendaftaran? "Kalau pendaftaran sudah kita lakukan. Begitu juga berkas PSMS kubu lainnya Bang Indra sudah masuk. Jadi sudah dua berkas pendaftaran masuk. Tapi ya itu, PT LI mintanya PSMS itu satu. Kalau soal mereka tidak mau terima kita karena dualisme itu saya tidak tahu," jelasnya.
Namun, jalan rekonsiliasi yang belakangan sempat dikoarkan hampir buntu. Kedua pihak masih belum menemui kata sepakat dengan tawaran dari masing-masing opsi. Benny sebelumnya menawarkan CEO untuk Indra. Sementara Indra meminta pertemuan kembali dengan klub-klub.
"Kalau saya sih senang dengan rekonsiliasi. Tapi memang ini yang belum kami temukan jalannya. Harus ada terobosan baru yang akan kita buat. Saya harus bicarakan ini dengan bang Indra," katanya.
Benny mengaku tidak nyaman dengan kondisi yang terjadi. Rekonsiliasi tentu tidak mudah karena kondisinya sudah semakin rumit. Namun Benny akan membicarakan ini hanya empat mata dengan Indra. "Biar nanti kami bicarakan berdua saja. Enggak usah yang lain ikut. Saya pun tidak nyaman dengan kondisi ini. Secepatnyalah lebih baik," tambahnya.
Dengan kompetisi yang kian dekat, apakah PT LI tidak memberikan tenggat waktu? "Tidak ada mereka kasih deadline. Tapi memang rekonsiliasi ni dulu yang akan kami bicarakan lagi," ungkapnya.
Bagaimana jika rekonsiliasi tetap buntu? Mengalihkan berkas pendaftaran ke PT LPIS bisa saja menjadi opsi. "Jalan ke sana tetap terbuka. Tapi memang belum ada tanda-tanda mereka membuka pendaftaran. PSSI juga belum membuat keputusan. Itu nanti dulu lah yang penting rekonsiliasi ini coba dijalankan," pungkasnya.
Seharusnya, PT LI menurut Chief Executive Officer (CEO) Joko Driyono mengatakan, Senin (19/11), pihaknya akan mengumumkan salah satu PSMS Medan yang akan berlaga di kompetisi besutan mereka. Namun, Jumat (23/11), Ketua Umum PSMS Medan versi RALB Hotel Santika Dyandra, Benny Sihotang menuturkan pernyataan lain.
Benny mengatakan, PT LI menyarankan agar dua kubu PSMS yang ada untuk melakukan upaya rekonsiliasi penyatuan. "Saya sudah bertemu di Jakarta dengan pihak PT LI.Tapi mereka mau PSMS itu rekonsiliasi. Karena mereka memang tempat yang kita tuju satu hanya memang yang makai nama PSMS yang dua," katanya.
Lantas, apakah persyaratan itu membuat Benny tidak jadi menyerahkan berkas pendaftaran? "Kalau pendaftaran sudah kita lakukan. Begitu juga berkas PSMS kubu lainnya Bang Indra sudah masuk. Jadi sudah dua berkas pendaftaran masuk. Tapi ya itu, PT LI mintanya PSMS itu satu. Kalau soal mereka tidak mau terima kita karena dualisme itu saya tidak tahu," jelasnya.
Namun, jalan rekonsiliasi yang belakangan sempat dikoarkan hampir buntu. Kedua pihak masih belum menemui kata sepakat dengan tawaran dari masing-masing opsi. Benny sebelumnya menawarkan CEO untuk Indra. Sementara Indra meminta pertemuan kembali dengan klub-klub.
"Kalau saya sih senang dengan rekonsiliasi. Tapi memang ini yang belum kami temukan jalannya. Harus ada terobosan baru yang akan kita buat. Saya harus bicarakan ini dengan bang Indra," katanya.
Benny mengaku tidak nyaman dengan kondisi yang terjadi. Rekonsiliasi tentu tidak mudah karena kondisinya sudah semakin rumit. Namun Benny akan membicarakan ini hanya empat mata dengan Indra. "Biar nanti kami bicarakan berdua saja. Enggak usah yang lain ikut. Saya pun tidak nyaman dengan kondisi ini. Secepatnyalah lebih baik," tambahnya.
Dengan kompetisi yang kian dekat, apakah PT LI tidak memberikan tenggat waktu? "Tidak ada mereka kasih deadline. Tapi memang rekonsiliasi ni dulu yang akan kami bicarakan lagi," ungkapnya.
Bagaimana jika rekonsiliasi tetap buntu? Mengalihkan berkas pendaftaran ke PT LPIS bisa saja menjadi opsi. "Jalan ke sana tetap terbuka. Tapi memang belum ada tanda-tanda mereka membuka pendaftaran. PSSI juga belum membuat keputusan. Itu nanti dulu lah yang penting rekonsiliasi ini coba dijalankan," pungkasnya.
(aww)