Cech: Pemecatan Di Matteo hal biasa di sepakbola
Minggu, 25 November 2012 - 20:00 WIB
Cech: Pemecatan Di Matteo hal biasa di sepakbola
A
A
A
Sindonews.com - Kiper Chelsea Petr Cech mengaku sedih kehilangan Roberto Di Matteo setelah pelatih berkebangsaan Italia itu dipecat sebagai arsitek The Blues, tapi Cech yakin apabila keputusan seperti ini adalah hal yang biasa dalam sepakbola. Di Matteo digantikan dengan Rafael Benitez oleh pemilik klub Roman Abramovich setelah tergelincir pada Liga Champions dengan menuai kekalahan 3-0 atas Juventus.
"Saya sedih melihat Di Matteo pergi lebih awal seperti ini, tapi sayangnya begitulah dalam sepakbola. Dia akan selalu menjadi bagian besar dari sejarah klub ini dengan semua yang telah ia capai sebagai pemain dan juga pelatih," ungkap Cech seperti dilansir Soccerway, Minggu (25/11/2012).
Di Matteo sendiri merupakan pelatih yang cukup berprestasi sepanjang sejarah Chelsea dengan waktu kepelatihan yang cukup singkat, ia mampu memberikan piala Liga Champions pertama bagi klub asal London Barat itu. Setelah kekalahan atas West Brom, Cesc mengaku kalau pelatih asal Italia itu sempat memberikan pidato terakhir kepada tim untuk kembali bersemangat.
"Itu adalah nasehat yang berisi bagaimana tim harus menjadi yang terbaik dengan cara memperbaiki penampilan jika memang ingin memenuhi harapan kami menjadi yang terbaik," kenang Cech atas pidato terakhir Di Matteo.
"Kami semua berada di dalam perahu yang sama yaitu mulai dari pelatih, staf dan semua pemain. Kami telah mencapai situasi ini dan semua seharusnya bertanggung jawab, jadi kami harus memperbaikinya sekarang. Sayangnya pelatih yang selalu mendapatkan tekanan yang paling berat," tandasnya.
"Saya sedih melihat Di Matteo pergi lebih awal seperti ini, tapi sayangnya begitulah dalam sepakbola. Dia akan selalu menjadi bagian besar dari sejarah klub ini dengan semua yang telah ia capai sebagai pemain dan juga pelatih," ungkap Cech seperti dilansir Soccerway, Minggu (25/11/2012).
Di Matteo sendiri merupakan pelatih yang cukup berprestasi sepanjang sejarah Chelsea dengan waktu kepelatihan yang cukup singkat, ia mampu memberikan piala Liga Champions pertama bagi klub asal London Barat itu. Setelah kekalahan atas West Brom, Cesc mengaku kalau pelatih asal Italia itu sempat memberikan pidato terakhir kepada tim untuk kembali bersemangat.
"Itu adalah nasehat yang berisi bagaimana tim harus menjadi yang terbaik dengan cara memperbaiki penampilan jika memang ingin memenuhi harapan kami menjadi yang terbaik," kenang Cech atas pidato terakhir Di Matteo.
"Kami semua berada di dalam perahu yang sama yaitu mulai dari pelatih, staf dan semua pemain. Kami telah mencapai situasi ini dan semua seharusnya bertanggung jawab, jadi kami harus memperbaikinya sekarang. Sayangnya pelatih yang selalu mendapatkan tekanan yang paling berat," tandasnya.
(akr)