Jangan biarkan masalah Arthur ganggu Timnas
Senin, 26 November 2012 - 00:04 WIB
Jangan biarkan masalah Arthur ganggu Timnas
A
A
A
Sindonews.com- Dicoretnya Arthur Irawan dan digantikan dengan Raphael Maitimo, ternyata berbuntut panjang. Arthur yang merasa kecewa, dikabarkan meninggalkan tim nasional (timnas) Indonesia yang saat ini tengah berjuang di AFF Suzuki Cup 2012.
Pemain yang tergabung dengan Espanyol B tersebut, pada akhirnya memang dicoret oleh tim pelatih dan manajemen timnas Indonesia. Dicoretnya Arthur sendiri, sehubungan dengan rampungnya paspor pemain naturalisasi blesteran Indonesia - Belanda, Maitimo. Dan pencoretan tersebut, rupanya membuat sang pemain merasa kecewa dengan adanya putusan tersebut.
Seperti yang disampaikan manajer timnas Indonesia, Habil Marati, Arthur sudah tidak ada di Palace of Golden Horses, Kuala Lumpur, hotel tempat timnas Garuda menginap sejak, Sabtu malam (24/11). Padahal kembali menurut Habil, pemain belakang berusia 19 tahun tersebut siangnya masih ada di hotel.
"Iya sejak kemarin malam Arthur sudah tidak ada di hotel. Pada latihan tadi pagi (kemarin) pun, Arthur sudah tidak ada lagi di dalam tim. Saat ini, kami masih mencari tahu apakah dia pulang ke Indonesia atau pindah hotel," ungkap Habil di Palace of Golden Horses Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia, (25 November 2012).
Arthur memang sempat merasa kecewa ketika tahu kabar dirinya dicoret secara tiba-tiba oleh manajemen timnas Garuda. Apalagi pemain kelahiran Surabaya itu mengaku, jika dirinya pertama kali mendengar adanya kabar pencoretan tersebut dari media. Bisa jadi, hal-hal itulah yang membuat Arthur memutuskan untuk meninggalkan rekan-rekannya di timnas Garuda.
Pencoretan Arthur sendiri dinilai meliputi beberapa faktor. Selain belum layak masuk dalam timnas Garuda, faktor tidak memiliki kedekatan dengan pemain-pemain timnas Garuda lainnya menjadi salah satu alasan dari adanya pencoretan tersebut. Dan adanya kabar konflik internal antara pemain timnas lainnya dengan Atrhur, memang sempat terdengar dalam beberapa minggu terakhir.
Saat dicoba konfirmasi soal keluarnya Arthur dari penginapan para pemain timnas, Nilmaizar belum mau mengkonfirmasi hal tersebut. Mantan pelatih Semen Padang (SP) ini seolah ingin diam terlebih dahulu, demi menjaga kondusifitas dari anak-anak asuhnya tersebut. Memang kondisi tersebut cukup membahayakan, mengingat permasalahan yang ada terjadi ditengah-tengah pergelaraan Piala AFF yang sudah mulai berlangsung.
"Sebaiknya saya jangan berbicara dulu secara panjang soal masalah tersebut. Kami ingin sekali menjaga kondisi tim ini tetap kondusif. Nanti kalau semuanya sudah benar-benar jelas, baru saya akan coba berbicara," papar Nil.
Sementara itu, adanya permasalahan di tubuh timnas Garuda tidak luput dari pantauan ketua umum (ketum) PSSI, Djohar Arifin Husin. Suksor Nurdin Halid sebagai pemimpin organisasi sepak bola di seluruh Indonesia tersebut menyatakan, jika masalah ini jangan memberikan pengaruh apapun bagi persiapan tim dalam mengikuti ajang Piala AFF.
"Kami berharap hal itu tidak diperpanjang dan tidak boleh membuat konsentrasi timnas Garuda menjadi terpecah. Kami harus fokus, karena saat ini kami sudah ada di tengah-tengah turnamen. Saya meminta agar masalah ini jangan sampai memberikan pengaruh apapun," terang Djohar.
"Jika Arthur masih ingin tinggal bersama tim, kami siapkan kamar. Kami perlakukan dirinya sama dengan para pemain-pemain lainnya. Uang sakunya kami berikan. Pokonya semua hak yang harus diberikan kepada disinya, pasti akan kami berikan. Tidak akan ada perbeda-bedaan dengan pemain lain," tutupnya.
Pemain yang tergabung dengan Espanyol B tersebut, pada akhirnya memang dicoret oleh tim pelatih dan manajemen timnas Indonesia. Dicoretnya Arthur sendiri, sehubungan dengan rampungnya paspor pemain naturalisasi blesteran Indonesia - Belanda, Maitimo. Dan pencoretan tersebut, rupanya membuat sang pemain merasa kecewa dengan adanya putusan tersebut.
Seperti yang disampaikan manajer timnas Indonesia, Habil Marati, Arthur sudah tidak ada di Palace of Golden Horses, Kuala Lumpur, hotel tempat timnas Garuda menginap sejak, Sabtu malam (24/11). Padahal kembali menurut Habil, pemain belakang berusia 19 tahun tersebut siangnya masih ada di hotel.
"Iya sejak kemarin malam Arthur sudah tidak ada di hotel. Pada latihan tadi pagi (kemarin) pun, Arthur sudah tidak ada lagi di dalam tim. Saat ini, kami masih mencari tahu apakah dia pulang ke Indonesia atau pindah hotel," ungkap Habil di Palace of Golden Horses Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia, (25 November 2012).
Arthur memang sempat merasa kecewa ketika tahu kabar dirinya dicoret secara tiba-tiba oleh manajemen timnas Garuda. Apalagi pemain kelahiran Surabaya itu mengaku, jika dirinya pertama kali mendengar adanya kabar pencoretan tersebut dari media. Bisa jadi, hal-hal itulah yang membuat Arthur memutuskan untuk meninggalkan rekan-rekannya di timnas Garuda.
Pencoretan Arthur sendiri dinilai meliputi beberapa faktor. Selain belum layak masuk dalam timnas Garuda, faktor tidak memiliki kedekatan dengan pemain-pemain timnas Garuda lainnya menjadi salah satu alasan dari adanya pencoretan tersebut. Dan adanya kabar konflik internal antara pemain timnas lainnya dengan Atrhur, memang sempat terdengar dalam beberapa minggu terakhir.
Saat dicoba konfirmasi soal keluarnya Arthur dari penginapan para pemain timnas, Nilmaizar belum mau mengkonfirmasi hal tersebut. Mantan pelatih Semen Padang (SP) ini seolah ingin diam terlebih dahulu, demi menjaga kondusifitas dari anak-anak asuhnya tersebut. Memang kondisi tersebut cukup membahayakan, mengingat permasalahan yang ada terjadi ditengah-tengah pergelaraan Piala AFF yang sudah mulai berlangsung.
"Sebaiknya saya jangan berbicara dulu secara panjang soal masalah tersebut. Kami ingin sekali menjaga kondisi tim ini tetap kondusif. Nanti kalau semuanya sudah benar-benar jelas, baru saya akan coba berbicara," papar Nil.
Sementara itu, adanya permasalahan di tubuh timnas Garuda tidak luput dari pantauan ketua umum (ketum) PSSI, Djohar Arifin Husin. Suksor Nurdin Halid sebagai pemimpin organisasi sepak bola di seluruh Indonesia tersebut menyatakan, jika masalah ini jangan memberikan pengaruh apapun bagi persiapan tim dalam mengikuti ajang Piala AFF.
"Kami berharap hal itu tidak diperpanjang dan tidak boleh membuat konsentrasi timnas Garuda menjadi terpecah. Kami harus fokus, karena saat ini kami sudah ada di tengah-tengah turnamen. Saya meminta agar masalah ini jangan sampai memberikan pengaruh apapun," terang Djohar.
"Jika Arthur masih ingin tinggal bersama tim, kami siapkan kamar. Kami perlakukan dirinya sama dengan para pemain-pemain lainnya. Uang sakunya kami berikan. Pokonya semua hak yang harus diberikan kepada disinya, pasti akan kami berikan. Tidak akan ada perbeda-bedaan dengan pemain lain," tutupnya.
(aww)