Belletti sesalkan pergantian pelatih Chelsea
Selasa, 27 November 2012 - 08:43 WIB
Belletti sesalkan pergantian pelatih Chelsea
A
A
A
Sindonews.com - Mantan penggawa Chelsea asal Brazil, Juliano Belletti, menyampaikan keprihatinan terhadap masa depan mantan klubnya menyusul dipecatnya manajer Roberto Di Matteo. Pelatih asal Italia itu menjadi korban terbaru dari permintaan sang pemilik, Roman Abrmovich.
Abramovich menilai Di Matteo gagal membawa Chelsea kembali berjaya di Liga Champions, meskipun Di Matteo mampu memberikan gelar Liga Champions yang pertama untuk The Blues musim lalu. Posisi Di Matteo pun digantikan oleh mantan manajer Liverpool, Rafael Benitez. Menurut Belletti, perubahan pelatih itu biasanya sering merusak prospek klub yang telah dibangun sebelumnya. "Chelsea berperilaku seperti klub Brasil dengan memecat semua manajer," katanya, seperti dikutip Soccer Way, Selasa (27/11).
"Ini tidak umum melihat klub Eropa mengadopsi sikap semacam ini. Sayangnya untuk Chelsea, fakta telah menunjukkan bahwa menyingkirkan manajer tidak selalu menjadi solusi yang terbaik. Di Brasil, misalnya, digunakan sebagai alasan untuk masalah yang lebih besar," tutur pemain berusia 36 tahun itu.
"Ini berbahaya bagi sebuah klub besar yang terlalu sering mengganti manajer, terutama tim berkualitas seperti Chelsea, saya berharap bahwa Rafa Benitez bisa dipekerjakan untuk waktu yang lama. Tapi kami telah melihat bahwa Chelsea terlalu berharap mendapatkan hasil yang instan."
Abramovich menilai Di Matteo gagal membawa Chelsea kembali berjaya di Liga Champions, meskipun Di Matteo mampu memberikan gelar Liga Champions yang pertama untuk The Blues musim lalu. Posisi Di Matteo pun digantikan oleh mantan manajer Liverpool, Rafael Benitez. Menurut Belletti, perubahan pelatih itu biasanya sering merusak prospek klub yang telah dibangun sebelumnya. "Chelsea berperilaku seperti klub Brasil dengan memecat semua manajer," katanya, seperti dikutip Soccer Way, Selasa (27/11).
"Ini tidak umum melihat klub Eropa mengadopsi sikap semacam ini. Sayangnya untuk Chelsea, fakta telah menunjukkan bahwa menyingkirkan manajer tidak selalu menjadi solusi yang terbaik. Di Brasil, misalnya, digunakan sebagai alasan untuk masalah yang lebih besar," tutur pemain berusia 36 tahun itu.
"Ini berbahaya bagi sebuah klub besar yang terlalu sering mengganti manajer, terutama tim berkualitas seperti Chelsea, saya berharap bahwa Rafa Benitez bisa dipekerjakan untuk waktu yang lama. Tapi kami telah melihat bahwa Chelsea terlalu berharap mendapatkan hasil yang instan."
(nug)