Pasoepati lakukan aksi peduli Mendieta
Selasa, 27 November 2012 - 14:53 WIB
Pasoepati lakukan aksi peduli Mendieta
A
A
A
Sindonews.com - Kelompok suporter militan Persis Solo, Pasoepati, menunjukkan kepeduliannya kepada eks striker Persis Solo versi PT Liga Indonesia (PT LI), Diego Mendieta. Pasoepati menggelar penggalangan dana untuk biaya pengobatan pesepakbola asal Paraguay yang kembali masuk rumah sakit akibat penyakit yang dideritanya.
Top skor Persis musim lalu dengan 8 gol itu sempat sembuh dari tifus dan gangguan saluran pencernaan, namun sakitnya kembali kambuh. Untuk biaya pengobatan, pemain bernama lengkap Diego Antonio Mendieta Romero ini tidak memiliki uang. Apalagi gajinya musim lalu oleh manajemen belum dibayarkan.
Atas dasar inilah, Pasoepati merasa prihatin dengan nasib yang dialami striker kelahiran 13 Juni 1980 ini. Rencananya Pasoepati akan menggalang dana keprihatinan untuk Diego di sela-sela setiap nonton bareng (nobar) saat Timnas Indonesia berjibaku di Piala AFF 2012. Pasoepati sudah melakukan aksi donasi tersebut, ketika timnas berhadapan dengan Laos. Di dua laga timnas selanjutnya, yakni melawan Malaysia dan Singapura, aksi serupa juga akan dilakukan.
Sekretaris Jendral (Sekjen) Pasoepati, Anwar Sanoesi, mengatakan, sudah memberikan ijin kepada kalangan Pasoepati untuk menggelar aksi solidaritas untuk Diego. "Aksi tersebut untuk kebaikan, saya sangat setuju. Selain kemanusiaan, langkah tersebut juga sebagai bentuk peduli terhadap pemain yang bermain di klub asal Kota Solo," katanya, Selasa (27/11).
Sejumlah lokasi untuk penggalan dana sudah ditentukan, masing-masing di Sekretariat Pasoepati koordinator wilayah (korwil) se-Solo Raya, Waroeng Suporter di Manahan, Numero Uno di Pasar Legi, dan D'Abang-abang di Joyotakan. DPP Pasoepati juga mempersilakan korwil Pasoepati di sejumlah wilayah menggelar aksi serupa sebagai bentuk keprihatian untuk Diego.
Diego mengaku terharu dengan aksi yang dilakukan Pasoepati. Pasalnya, Diego mengaku sudah tidak punya uang lagi untuk biaya di rumah sakit mengingat gajinya musim lalu masih belum dibayar. "Saya tidak punya uang lagi untuk membayar biaya rumah sakit. Di sini (Solo) tidak ada pemasukan. Beruntung teman-teman bersedia membantu dengan ikhlas," tuturnya dengan perasaan haru.
Striker berusia 32 tahun itu menuturkan bahwa dirinya kembali masuk rumah sakit pada 17 November lalu atau sehari setelah menyaksikan laga persahabatan antara Solo All-Star kontra Sriwijaya FC di Stadion Manahan. Diego datang di stadion bersama agen yang rencananya akan menawarkannya bermain untuk Sriwijaya FC musim depan. "Namun, dengan kondisi ini semuanya gagal," katanya.
Top skor Persis musim lalu dengan 8 gol itu sempat sembuh dari tifus dan gangguan saluran pencernaan, namun sakitnya kembali kambuh. Untuk biaya pengobatan, pemain bernama lengkap Diego Antonio Mendieta Romero ini tidak memiliki uang. Apalagi gajinya musim lalu oleh manajemen belum dibayarkan.
Atas dasar inilah, Pasoepati merasa prihatin dengan nasib yang dialami striker kelahiran 13 Juni 1980 ini. Rencananya Pasoepati akan menggalang dana keprihatinan untuk Diego di sela-sela setiap nonton bareng (nobar) saat Timnas Indonesia berjibaku di Piala AFF 2012. Pasoepati sudah melakukan aksi donasi tersebut, ketika timnas berhadapan dengan Laos. Di dua laga timnas selanjutnya, yakni melawan Malaysia dan Singapura, aksi serupa juga akan dilakukan.
Sekretaris Jendral (Sekjen) Pasoepati, Anwar Sanoesi, mengatakan, sudah memberikan ijin kepada kalangan Pasoepati untuk menggelar aksi solidaritas untuk Diego. "Aksi tersebut untuk kebaikan, saya sangat setuju. Selain kemanusiaan, langkah tersebut juga sebagai bentuk peduli terhadap pemain yang bermain di klub asal Kota Solo," katanya, Selasa (27/11).
Sejumlah lokasi untuk penggalan dana sudah ditentukan, masing-masing di Sekretariat Pasoepati koordinator wilayah (korwil) se-Solo Raya, Waroeng Suporter di Manahan, Numero Uno di Pasar Legi, dan D'Abang-abang di Joyotakan. DPP Pasoepati juga mempersilakan korwil Pasoepati di sejumlah wilayah menggelar aksi serupa sebagai bentuk keprihatian untuk Diego.
Diego mengaku terharu dengan aksi yang dilakukan Pasoepati. Pasalnya, Diego mengaku sudah tidak punya uang lagi untuk biaya di rumah sakit mengingat gajinya musim lalu masih belum dibayar. "Saya tidak punya uang lagi untuk membayar biaya rumah sakit. Di sini (Solo) tidak ada pemasukan. Beruntung teman-teman bersedia membantu dengan ikhlas," tuturnya dengan perasaan haru.
Striker berusia 32 tahun itu menuturkan bahwa dirinya kembali masuk rumah sakit pada 17 November lalu atau sehari setelah menyaksikan laga persahabatan antara Solo All-Star kontra Sriwijaya FC di Stadion Manahan. Diego datang di stadion bersama agen yang rencananya akan menawarkannya bermain untuk Sriwijaya FC musim depan. "Namun, dengan kondisi ini semuanya gagal," katanya.
(nug)