Ketika dua PSMS berbagi Kebun Bunga
Selasa, 27 November 2012 - 19:11 WIB
Ketika dua PSMS berbagi Kebun Bunga
A
A
A
Sindonews.com - PSMS Medan versi kepemimpinan Benny Sihotang memberikan kesempatan hingga akhir pekan ini bagi kubu Indra Sakti Harahap untuk melakukan permohonan ulang. Tujuannya agar tetap bisa menggunakan fasilitas Stadion Kebun Bunga Medan sebagai venue latihan.
Sebelumnya, tenggat waktu satu minggu diberikan kubu Benny lantaran dari surat Pemko, PSMS versi Benny merupakan pemegang kunci penggunaan stadion home base PSMS Medan tersebut. Media Officer PSMS yang mendeklarasikan berkompetisi di liga besutan PT LPIS tersebut, Harizal mengatakan, mereka mengizinkan penggunaan Stadion Kebun Bunga, asal, ada konsekuensi yang dibayarkan.
"Ada retribusi yang harus dibayar, mereka juga harus menjaga Kebun Bunga dan fasilitas. Ada izinnya. Kalau mereka pakai, izin itu harus ada, jangan dikangkangi," ujar Harizal.
Untuk penggunaan fasilitas milik Pemko Medan tersebut, menurut Rizal, kepengurusan Benny Sihotang masih melakukan imbauan kendati pihaknya menuding, tindakan yg dilakukan PSMS besutan Suimin Diharja menggunakan Kebun Bunga merupakan pelanggaran.
"Seharusnya jangan lagi mencari-cari masalah, kan sudah jelas ranah masing-masing. Bang Benny tetap mencoba bertindak diplomatis. Bang Indra di ISL, bang Beny di IPL (Divisi Utama PT LPIS) , jadi janganlah cari-cari keributan, tak baik," bebernya
"Soal penggunaan Stadion mini Kebun Bunga dan fasilitas pendukungnya kan sudah jelas melalui surat yg dikeluarkan Pemko Medan. Kami tak percayalah, orang sekelas bang Indra tidak mengerti soal prosedur dan administrasi. Kalau bang Indra juga mendapat hak kelola, ya tidak ada masalah," ungkapnya lagi.
Pihaknya berharap, tidak ada lagi benturan antara pelatih dan pemain kedua tim dengan memaksakan latihan di Kebun Bunga. Dia berharap, soal penggunaan lapangan, pihak Indra Sakti berkomunikasi kepada pihak Benny selaku pemegang izin kelola. "Bang beny buka pintu kok. Tapi janganlah gunakan cara-cara tidak terpuji seperti itu, memaksakan kehendak," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan Medan, Erwin Lubis menegaskan keputusan sudah ditetapkan bahwa kepengurusan Benny lah yang menggunakan Kebun Bunga. "PSMS yang diketuai Benny yang mengajukan surat permohonan izin ke kami. Kalau PSMS yang lainnya tidak ada mengajukan. Mereka bilang Kebun Bunga itu bukan aset Pemko tapi milik masyarakat," jelasnya.
Padahal kepengurusan PSMS versi Indra Sakti mengaku sudah melayangkan surat. Erwin mengatakan jikapun nanti surat masuk ke tempatnya tak akan merubah keputusan. "Tidak mungkin lagilah. Kami kan sudah putuskan. Termasuk mes. Kalau kami ubah lagi keputusannya itu namanya melaga dua-dua," tambahnya.
Namun jikapun kedua kubu sepakat untuk berbagi Pemko tidak akan ikut campur. "Terserah mereka kalau mau berbagi jadwal. Kami tidak ikut campur," lanjutnya.
Selain itu soal retribusi lapangan, Erwin menjelaskan pihaknya tidak pernah mengutip biaya jika hanya digunakan untuk latihan. "Latihan tidak pernah dikutip biaya. Selama ini juga tidak hanya PSMS yang menggunakan Kebun Bunga untuk latihan, toh tidak pernah kita kutip biaya. Kecuali kegiatan yang komersil mengutip tiket," ungkapnya.
Indra Sakti tidak menggubris dan tetap bersikukuh menggunakan fasilitas Stadion Kebun Bunga. "Kami sudah sampaikan surat kepada dinas pertamanan dan wali kota Medan Jumat (23/11) lalu, tapi belum dapat jawabannya. Kami sebagai warga kota Medan yang taat, tentunya akan melakukan kewajiban. Dan yang penting, kami sudah laporan," sebutnya.
Menurutnya sebagai warga Medan, ruang terbuka hijau dan juga fasilitas publik di Medan merupakan hak publik untuk menggunakannya apalagi diatur dalam undang-undang. Sejarah PSMS yang tidak bisa lepas dari Kebun Bunga, lapangan dan mes menurutnya menjadikan pihaknya legal memakai fasilitas tersebut.
"Kami yakin, PSMS saat ini diakui di skala nasional, dan kami juga percaya dan yakin Pemko akan mengakomodir karena fasilitas tersebut juga dibangun dari APBD yang merupakan uang masyarakat," bebernya sembari mengatakan, PSMS besutan Suimin bergeming dan pindah latihan ke lapangan lain.
Sebelumnya, tenggat waktu satu minggu diberikan kubu Benny lantaran dari surat Pemko, PSMS versi Benny merupakan pemegang kunci penggunaan stadion home base PSMS Medan tersebut. Media Officer PSMS yang mendeklarasikan berkompetisi di liga besutan PT LPIS tersebut, Harizal mengatakan, mereka mengizinkan penggunaan Stadion Kebun Bunga, asal, ada konsekuensi yang dibayarkan.
"Ada retribusi yang harus dibayar, mereka juga harus menjaga Kebun Bunga dan fasilitas. Ada izinnya. Kalau mereka pakai, izin itu harus ada, jangan dikangkangi," ujar Harizal.
Untuk penggunaan fasilitas milik Pemko Medan tersebut, menurut Rizal, kepengurusan Benny Sihotang masih melakukan imbauan kendati pihaknya menuding, tindakan yg dilakukan PSMS besutan Suimin Diharja menggunakan Kebun Bunga merupakan pelanggaran.
"Seharusnya jangan lagi mencari-cari masalah, kan sudah jelas ranah masing-masing. Bang Benny tetap mencoba bertindak diplomatis. Bang Indra di ISL, bang Beny di IPL (Divisi Utama PT LPIS) , jadi janganlah cari-cari keributan, tak baik," bebernya
"Soal penggunaan Stadion mini Kebun Bunga dan fasilitas pendukungnya kan sudah jelas melalui surat yg dikeluarkan Pemko Medan. Kami tak percayalah, orang sekelas bang Indra tidak mengerti soal prosedur dan administrasi. Kalau bang Indra juga mendapat hak kelola, ya tidak ada masalah," ungkapnya lagi.
Pihaknya berharap, tidak ada lagi benturan antara pelatih dan pemain kedua tim dengan memaksakan latihan di Kebun Bunga. Dia berharap, soal penggunaan lapangan, pihak Indra Sakti berkomunikasi kepada pihak Benny selaku pemegang izin kelola. "Bang beny buka pintu kok. Tapi janganlah gunakan cara-cara tidak terpuji seperti itu, memaksakan kehendak," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan Medan, Erwin Lubis menegaskan keputusan sudah ditetapkan bahwa kepengurusan Benny lah yang menggunakan Kebun Bunga. "PSMS yang diketuai Benny yang mengajukan surat permohonan izin ke kami. Kalau PSMS yang lainnya tidak ada mengajukan. Mereka bilang Kebun Bunga itu bukan aset Pemko tapi milik masyarakat," jelasnya.
Padahal kepengurusan PSMS versi Indra Sakti mengaku sudah melayangkan surat. Erwin mengatakan jikapun nanti surat masuk ke tempatnya tak akan merubah keputusan. "Tidak mungkin lagilah. Kami kan sudah putuskan. Termasuk mes. Kalau kami ubah lagi keputusannya itu namanya melaga dua-dua," tambahnya.
Namun jikapun kedua kubu sepakat untuk berbagi Pemko tidak akan ikut campur. "Terserah mereka kalau mau berbagi jadwal. Kami tidak ikut campur," lanjutnya.
Selain itu soal retribusi lapangan, Erwin menjelaskan pihaknya tidak pernah mengutip biaya jika hanya digunakan untuk latihan. "Latihan tidak pernah dikutip biaya. Selama ini juga tidak hanya PSMS yang menggunakan Kebun Bunga untuk latihan, toh tidak pernah kita kutip biaya. Kecuali kegiatan yang komersil mengutip tiket," ungkapnya.
Indra Sakti tidak menggubris dan tetap bersikukuh menggunakan fasilitas Stadion Kebun Bunga. "Kami sudah sampaikan surat kepada dinas pertamanan dan wali kota Medan Jumat (23/11) lalu, tapi belum dapat jawabannya. Kami sebagai warga kota Medan yang taat, tentunya akan melakukan kewajiban. Dan yang penting, kami sudah laporan," sebutnya.
Menurutnya sebagai warga Medan, ruang terbuka hijau dan juga fasilitas publik di Medan merupakan hak publik untuk menggunakannya apalagi diatur dalam undang-undang. Sejarah PSMS yang tidak bisa lepas dari Kebun Bunga, lapangan dan mes menurutnya menjadikan pihaknya legal memakai fasilitas tersebut.
"Kami yakin, PSMS saat ini diakui di skala nasional, dan kami juga percaya dan yakin Pemko akan mengakomodir karena fasilitas tersebut juga dibangun dari APBD yang merupakan uang masyarakat," bebernya sembari mengatakan, PSMS besutan Suimin bergeming dan pindah latihan ke lapangan lain.
(aww)