PSM Makassar ganti apparel
Selasa, 27 November 2012 - 23:46 WIB
PSM Makassar ganti apparel
A
A
A
Sindonews.com - Musim depan, PSM Makassar tidak lagi menggunakan merek Villour sebagai sponsor apparelnya. Sejumlah brand mulai dilirik sebagai gantinya. Sudah ada sejumlah brand pakaian olahraga yang dilirik manajemen Tim Juku Eja sebagai sponsor untuk Indonesian Premier League (IPL) musim 2012/2013 mendatang.
Misalnya, produsen pakaian olahraga asal luar negeri, Nike, Adidas, Puma, Reebok termasuk merek terkenal lainnya. ''Dipastikan kami tidak kerjasama lagi dengan Villour,” jelas CEO PSM Rully Habibie.
Dia tidak menyebutkan alasan pindahnya PSM ke sponsor apparel merek lain. ''Tidak usah kami jelaskan dengan rinci. Yang jelas akan ada brand lain yang digunakan musim mendatang,” sebutnya.
Rully menyebutkan, sudah ada komunikasi antara antara PSM dengan brand internasional tersebut. ''Hanya saja masih ada beberapa kendala saat negosiasi dengan produsen alat olahraga itu,” katanya.
Misalnya, keputusan deal tidaknya lobi yang sudah dilakukan tim Juku Eja, harus melalui kantor pusat perusahaan tersebut di Jakarta. ''Kantor cabang mereka tidak punya kewenangan untuk memutuskan,” paparnya.
Akibatnya, proses negosiasi berjalan cukup panjang lantaran banyaknya proses yang harus dilewati. ''Semua harus ke Jakarta dan ini menyulitkan klub luar Jawa seperti kami,” tegasnya.
Rully masih belum mau memastikan kejelasan kontrak tersebut. Dia hanya meyakinkan, kalau progresnya sudah cukup menggembirakan. ''Tunggu saja yang jelas kami terus usaha,” paparnya.
Dia mengatakan, masih ada beberapa sponsor lain yang sedang dilobi agar mau menjadi donor PSM. ''Sekitar 10 perusahaan dan kami intens berkomunikasi,” ucapnya.
Misalnya, produsen pakaian olahraga asal luar negeri, Nike, Adidas, Puma, Reebok termasuk merek terkenal lainnya. ''Dipastikan kami tidak kerjasama lagi dengan Villour,” jelas CEO PSM Rully Habibie.
Dia tidak menyebutkan alasan pindahnya PSM ke sponsor apparel merek lain. ''Tidak usah kami jelaskan dengan rinci. Yang jelas akan ada brand lain yang digunakan musim mendatang,” sebutnya.
Rully menyebutkan, sudah ada komunikasi antara antara PSM dengan brand internasional tersebut. ''Hanya saja masih ada beberapa kendala saat negosiasi dengan produsen alat olahraga itu,” katanya.
Misalnya, keputusan deal tidaknya lobi yang sudah dilakukan tim Juku Eja, harus melalui kantor pusat perusahaan tersebut di Jakarta. ''Kantor cabang mereka tidak punya kewenangan untuk memutuskan,” paparnya.
Akibatnya, proses negosiasi berjalan cukup panjang lantaran banyaknya proses yang harus dilewati. ''Semua harus ke Jakarta dan ini menyulitkan klub luar Jawa seperti kami,” tegasnya.
Rully masih belum mau memastikan kejelasan kontrak tersebut. Dia hanya meyakinkan, kalau progresnya sudah cukup menggembirakan. ''Tunggu saja yang jelas kami terus usaha,” paparnya.
Dia mengatakan, masih ada beberapa sponsor lain yang sedang dilobi agar mau menjadi donor PSM. ''Sekitar 10 perusahaan dan kami intens berkomunikasi,” ucapnya.
(aww)