Persebaya isyaratkan lepas dua pemain Timnas
Rabu, 28 November 2012 - 20:12 WIB
Persebaya isyaratkan lepas dua pemain Timnas
A
A
A
Sindonews.com - Kepastian Fernando Soler kembali bergabung tidak membuat masalah di Persebaya berakhir. Kini, giliran dua penggawa Timnas U-23, Dany Saputra dan Bima Ragil, terancam lepas.
Hingga saat ini, manajemen Persebaya belum menemukan kata sepakat dengan klub asal Dany Saputra, Persedikab Kediri. Sebab, Persedikab mematok harga kompensasi yang dianggap terlalu tinggi, kabarnya mencapai angka Rp200 juta. Meski berlabel Timnas, Persebaya tidak berani lantaran pengalaman Dany Saputra di level kompetisi paling tinggi belum pernah ada.
Sebelumnya, Dany Saputra diproyeksikan sebagai winger sayap kiri sebagai pelapis kapten tim Erol Iba. Sayangnya, ganjalan dari klub asal membuat skenario harus diubah. "Memang untuk Dany Saputra sampai sekarang masih belum selesai. Kalau pemainnya sendiri sudah tidak ada masalah sebenarnya, " keluh Pelatih Persebaya, Ibnu Grahan.
Celakanya, ternyata bukan hanya Danny Saputra yang terganjal klub asal. Pemain Timnas U 23 lainnya, Bima Ragil juga terancam harus mengubur mimpi bisa berkostum Persebaya musim depan. "Persoalannya hampir sama dengan Dany Saputra, masih terkendala administrasi, " ucap Ibnu.
Namun, ancaman Bima Ragil batal membela Persebaya lebih besar. Sebab, persolannya lebih rumit karena klub asal Bima Ragil PSID Jombang saat ini terjadi masalah dualisme kepemilikan. Kemungkinan besar, manajemen Persebaya tidak akan ambil risiko memasukkan nama Bima Ragil dalam skuad musim depan. Sebab, bakal tambah runyam jika ada gugatan dari PSID Jombang.
Sinyal Persebaya akan melepas Bima Ragil semakin besar seteah Ibnu Grahan mengaku sudah menyiapkan alternatif penggantinya, yaitu Syahroni. Gelandang yang musim lalu membela Persibo Bojonegoro itu juga sama-sama berlaber Timnas U-23."Kalau Bima Ragil memang alot, kita ambil Syahroni. Keduanya memiliki posisi yang sama, yakni gelandang," sebutnya.
Sebelumnya, Syahroni sempat datang berlatih bersama Persebaya. Namun belum ada sepekan, pemain dari Tangerang Wolves itu hengkang. Kabarnya, saat itu Syahroni sempat meminta harga tinggi yang dianggap manajemen Persebaya tidak realtias. Konon, mencapai Rp 600 juta.
Namun kabar terakhir, Syahroni mulai menurunkan harga hingga di bawah Rp 300 juta. Tapi Ibnu Grahan masih belum memberikan jawaban, karana masih menunggu kepastian nasib Bima Ragil, "Syahroni untuk harga memang belum deal. Tapi kita terus berkomunikasi," pungkasnya
Hingga saat ini, manajemen Persebaya belum menemukan kata sepakat dengan klub asal Dany Saputra, Persedikab Kediri. Sebab, Persedikab mematok harga kompensasi yang dianggap terlalu tinggi, kabarnya mencapai angka Rp200 juta. Meski berlabel Timnas, Persebaya tidak berani lantaran pengalaman Dany Saputra di level kompetisi paling tinggi belum pernah ada.
Sebelumnya, Dany Saputra diproyeksikan sebagai winger sayap kiri sebagai pelapis kapten tim Erol Iba. Sayangnya, ganjalan dari klub asal membuat skenario harus diubah. "Memang untuk Dany Saputra sampai sekarang masih belum selesai. Kalau pemainnya sendiri sudah tidak ada masalah sebenarnya, " keluh Pelatih Persebaya, Ibnu Grahan.
Celakanya, ternyata bukan hanya Danny Saputra yang terganjal klub asal. Pemain Timnas U 23 lainnya, Bima Ragil juga terancam harus mengubur mimpi bisa berkostum Persebaya musim depan. "Persoalannya hampir sama dengan Dany Saputra, masih terkendala administrasi, " ucap Ibnu.
Namun, ancaman Bima Ragil batal membela Persebaya lebih besar. Sebab, persolannya lebih rumit karena klub asal Bima Ragil PSID Jombang saat ini terjadi masalah dualisme kepemilikan. Kemungkinan besar, manajemen Persebaya tidak akan ambil risiko memasukkan nama Bima Ragil dalam skuad musim depan. Sebab, bakal tambah runyam jika ada gugatan dari PSID Jombang.
Sinyal Persebaya akan melepas Bima Ragil semakin besar seteah Ibnu Grahan mengaku sudah menyiapkan alternatif penggantinya, yaitu Syahroni. Gelandang yang musim lalu membela Persibo Bojonegoro itu juga sama-sama berlaber Timnas U-23."Kalau Bima Ragil memang alot, kita ambil Syahroni. Keduanya memiliki posisi yang sama, yakni gelandang," sebutnya.
Sebelumnya, Syahroni sempat datang berlatih bersama Persebaya. Namun belum ada sepekan, pemain dari Tangerang Wolves itu hengkang. Kabarnya, saat itu Syahroni sempat meminta harga tinggi yang dianggap manajemen Persebaya tidak realtias. Konon, mencapai Rp 600 juta.
Namun kabar terakhir, Syahroni mulai menurunkan harga hingga di bawah Rp 300 juta. Tapi Ibnu Grahan masih belum memberikan jawaban, karana masih menunggu kepastian nasib Bima Ragil, "Syahroni untuk harga memang belum deal. Tapi kita terus berkomunikasi," pungkasnya
(aww)