Jaga fair play, panpel tak pakai wasit Asia Tenggara
Rabu, 28 November 2012 - 23:23 WIB
Jaga fair play, panpel tak pakai wasit Asia Tenggara
A
A
A
Sindonews.com - Panitia pelaksana AFF Suzuki Cup 2012 benar-benar all-out menegakkan fair play. Ingin jalannya pertandingan berlangsung baik dan tidak diganggu dengan isu-isu negatif, panpel tidak menugaskan wasit dari Asia Tenggara untuk memimpin jalannya pertandingan.
Tercatat ada sekitar enam wasit yang memimpin seluruh laga di Grup A atau Grup B Piala AFF. Adapun wasit-wasit tersebut kesemuanya tidak ada satupun berasal dari negara peserta. Nama-nama tersebut di antaranya Andre El Haddad (Lebanon), Ryuji Sato (Jepang), Mang Ning (Cina), Yaqoob Abdul Baqi (Oman), Ng Kai Lam (Hong Kong), dan Valentin Kovalenko (Uzbekistan).
Hal ini pun jadi hal baru pada penyelenggaraan event dua tahunan tersebut sebelumnya. Karena pada Piala AFF 2010, wasit asal Asia Tenggara masih diberikan kesempatan untuk memimpin jalannya pertandingan di Piala AFF. Adapun wakil wasit asal Indonesia terakhir mencatatkan nama Jimmy Napitululu.
''Hal ini jadi permintaan dari setiap negara peserta saat menggelar council meeting beberapa waktu lalu sebelum turnamen digelar. Dalam pertemuan tersebut, negara-negara peserta ingin supaya pertandingan berjalan netral dan baik,” ungkap General Coordinator AFF, Tin Aung di Palace of Golden Horses Hotel, Kuala Lumpur, kemarin.
''Kami mengikuti apa yang diinginkan oleh para peserta, makanya hal itu kami lakukan. Kami juga berkeinginan seluruh pertandingan bisa berjalan lancar tanpa ada masalah dan isu-isu yang tidak diinginkan. Mungkin ini salah satu cara terbaik,” sambung pria berkebangsaan Myanmar tersebut.
Perhatian soal kinerja wasit, memang langsung terlihat dalam laga perdana Grup B antara tim nasional (timnas) Indonesia kontra Laos, Minggu (25/11). Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor imbang, 1-1, tersebut, wasit asal Hong Kong, Ng Kai Lam, mengeluarkan masing-masing satu pemain dari kedua tim.
Dari Indonesia penjaga gawang Endra Prasetya yang dikeluarkan, sementara dari Thim Xad, julukan timnas Laos, gelandang Sopha Saysana yang dikeluarkan dari lapangan. Dalam pertandingan tersebut, timnas Garuda mendapat hukuman lebih berat karena juga dihukum dengan tendangan penalti.
''Kami tentu bekerja keras agar jalannya turnamen bisa berlangsung dengan baik. Dan semoga saja, keputusan yang diambil bisa membuat jalannya terjaga kualitasnya,” tutup Aung.
Tercatat ada sekitar enam wasit yang memimpin seluruh laga di Grup A atau Grup B Piala AFF. Adapun wasit-wasit tersebut kesemuanya tidak ada satupun berasal dari negara peserta. Nama-nama tersebut di antaranya Andre El Haddad (Lebanon), Ryuji Sato (Jepang), Mang Ning (Cina), Yaqoob Abdul Baqi (Oman), Ng Kai Lam (Hong Kong), dan Valentin Kovalenko (Uzbekistan).
Hal ini pun jadi hal baru pada penyelenggaraan event dua tahunan tersebut sebelumnya. Karena pada Piala AFF 2010, wasit asal Asia Tenggara masih diberikan kesempatan untuk memimpin jalannya pertandingan di Piala AFF. Adapun wakil wasit asal Indonesia terakhir mencatatkan nama Jimmy Napitululu.
''Hal ini jadi permintaan dari setiap negara peserta saat menggelar council meeting beberapa waktu lalu sebelum turnamen digelar. Dalam pertemuan tersebut, negara-negara peserta ingin supaya pertandingan berjalan netral dan baik,” ungkap General Coordinator AFF, Tin Aung di Palace of Golden Horses Hotel, Kuala Lumpur, kemarin.
''Kami mengikuti apa yang diinginkan oleh para peserta, makanya hal itu kami lakukan. Kami juga berkeinginan seluruh pertandingan bisa berjalan lancar tanpa ada masalah dan isu-isu yang tidak diinginkan. Mungkin ini salah satu cara terbaik,” sambung pria berkebangsaan Myanmar tersebut.
Perhatian soal kinerja wasit, memang langsung terlihat dalam laga perdana Grup B antara tim nasional (timnas) Indonesia kontra Laos, Minggu (25/11). Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor imbang, 1-1, tersebut, wasit asal Hong Kong, Ng Kai Lam, mengeluarkan masing-masing satu pemain dari kedua tim.
Dari Indonesia penjaga gawang Endra Prasetya yang dikeluarkan, sementara dari Thim Xad, julukan timnas Laos, gelandang Sopha Saysana yang dikeluarkan dari lapangan. Dalam pertandingan tersebut, timnas Garuda mendapat hukuman lebih berat karena juga dihukum dengan tendangan penalti.
''Kami tentu bekerja keras agar jalannya turnamen bisa berlangsung dengan baik. Dan semoga saja, keputusan yang diambil bisa membuat jalannya terjaga kualitasnya,” tutup Aung.
(aww)