Persib pilih Naser karena alasan ekonomi
Kamis, 29 November 2012 - 12:49 WIB
Persib pilih Naser karena alasan ekonomi
A
A
A
Sindonews.com – Proses kesepakatan kontrak Persib Bandung dengan bek asal Naser Al Sebai tergolong cukup cepat. Hanya beberapa jam setelah kembali dipanggil untuk menjalani latihan bersama Persib di lapangan Brigif, Cimahi, Rabu pagi (28/11) lalu. Naser resmi mengikat kontrak dengan Persib Bandung selama satu musim.
Situasi ini, kontradiktif dengan proses negosiasi dengan kubu Todd Howarth yang berjalan alot hingga berujung buntu dan tak membuahkan kesepakatan. Padahal Howarth sudah sejak Jumat (23/11) lalu namanya direkomendasikan pelatih Djadjang Nurdjaman kepada manajemen.
Proses kesepakatan dan penandatanganan kontrak Naser memang terkesan cepat dan ekspres, karena dilakukan kurang dari 24 jam setelah Persib gagal mencapai kata sepakat dengan Howarth. Muncul kabar jika Persib enggan memenuhi tuntutan nilai kontrak yang diajukan Howarth karena alasan efesiensi anggaran.
Pilihan akhirnya jatuh kepada Naser yang secara nilai kontrak lebih ekonomis dan bersahabat dengan kas Persib. Ironisnya muncul kabar beberapa saat sebelum Naser mengikuti latihan, pihak Howarth sempat menyanggupi untuk menerima tawaran dari Persib. Sayang keputusan tersebut terlambat karena Maung Bandung sudah terlanjur memanggil dan bernegosiasi dengan kubu Naser.
“Nilai kontrak yang diminta dia (Howarth) memang sedikit kemahalan. Bukannya kita tidak mampu membayar, hanya saja kita juga harus mempertimbangkan aturan perusahaan mengenai pengeluaraan anggaran,” tegas Umuh.
Terlepas dari itu, Persib tetap puas meski bek yang didatangkan bukan alternatif pertama. Secara teknis pun, pelatih Djadjang Nurdjaman tak mempermasalahkan Naser yang dinilai memiliki kelebihan dalam hal kecepatan dan melakukan pressing terhadap pemain lawan.
Situasi ini, kontradiktif dengan proses negosiasi dengan kubu Todd Howarth yang berjalan alot hingga berujung buntu dan tak membuahkan kesepakatan. Padahal Howarth sudah sejak Jumat (23/11) lalu namanya direkomendasikan pelatih Djadjang Nurdjaman kepada manajemen.
Proses kesepakatan dan penandatanganan kontrak Naser memang terkesan cepat dan ekspres, karena dilakukan kurang dari 24 jam setelah Persib gagal mencapai kata sepakat dengan Howarth. Muncul kabar jika Persib enggan memenuhi tuntutan nilai kontrak yang diajukan Howarth karena alasan efesiensi anggaran.
Pilihan akhirnya jatuh kepada Naser yang secara nilai kontrak lebih ekonomis dan bersahabat dengan kas Persib. Ironisnya muncul kabar beberapa saat sebelum Naser mengikuti latihan, pihak Howarth sempat menyanggupi untuk menerima tawaran dari Persib. Sayang keputusan tersebut terlambat karena Maung Bandung sudah terlanjur memanggil dan bernegosiasi dengan kubu Naser.
“Nilai kontrak yang diminta dia (Howarth) memang sedikit kemahalan. Bukannya kita tidak mampu membayar, hanya saja kita juga harus mempertimbangkan aturan perusahaan mengenai pengeluaraan anggaran,” tegas Umuh.
Terlepas dari itu, Persib tetap puas meski bek yang didatangkan bukan alternatif pertama. Secara teknis pun, pelatih Djadjang Nurdjaman tak mempermasalahkan Naser yang dinilai memiliki kelebihan dalam hal kecepatan dan melakukan pressing terhadap pemain lawan.
(wbs)