Menpora minta KBRI lindungi suporter Timnas
Kamis, 29 November 2012 - 13:09 WIB
Menpora minta KBRI lindungi suporter Timnas
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng mengaku belum mengetahui secara pasti duduk persoalan pengeroyokan suporter Indonesia oleh Suporter Malaysia di Stadium Bukit Jalil - Kuala Lumpur.
Namun, Andi meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia berperan aktif menjaga keamanan suporter Indonesia. "KBRI kita harapkan proaktif dalam hal melindungi warga negara kita di sana termasuk suporter kita di sana," ujar Andi Mallarangeng di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Sejak semalam, Andi mengaku sudah mendapat informasi terkait pengeroyokan tersebut dari Sekjen KNPI, tapi sampai saat ini belum mengetahui update terbaru.
Sekretaris dewan pembina partai Demokrat ini mengaku salah satu yang terkena amukan suporter Malaysia adalah ketua KNPI cabang Malaysia. "Yang terkena kekerasan adalah ketua KNPI cabang Malaysia. Itu yang disampaikan kepada saya," ujarnya.
Dalam pertandingan timnas Indonesia melawan Malaysia nanti, Sambung Andi, maka aparat kepolisian Malaysia harus membarikan jaminan keamanan terhadap suporter Indonesia.
"Kita harapkan pihak-pihak yang berwenang dalam keamanan di Malaysia melindungi suporter Indonesia terutama nanti melawan Malaysia," ujarnya.
Sikap fanatisme terhadap tim kebanggaan harus diperhatikan, pasalnya hal itu juga rentan memicu bentrok antar suporter. "Penonton kita juga banyak, penonton Malaysia juga banyak, dan pertandingan itu selalu ricuh," pungkasnya.
Andi berharap, Piala AFF yang digelar setiap dua tahun sekali ini mempunyai semangat persaudaraan. Jika ada pelanggaran hukum, maka polisi Malaysia tidak perlu ragu untuk memproses secara hukum.
"Kalau ada yang mendapat perlakuan melanggar hukum, tentu harus diusut secara hukum,"pungkasnya.
Kemenangan Indonesia atas Singapura 1-0 membuat ketidaksukaan suporter Malaysia. Usai pertandingan Indonesia melawan Singapura, terjadi pengeroyokan Suporter Indonesia oleh Suporter Malaysia di Stadium Bukit Jalil - Kuala Lumpur.
Ketua Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia DR Sagir Alva menuturkan, dirinya dan supporter Indonesia lainnya yang baru saja menyaksikan pertandingan, tiba-tiba dipukul wajahnya dengan membabi buta sehingga hidung dan telinga kananya terluka.
Namun, Andi meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia berperan aktif menjaga keamanan suporter Indonesia. "KBRI kita harapkan proaktif dalam hal melindungi warga negara kita di sana termasuk suporter kita di sana," ujar Andi Mallarangeng di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Sejak semalam, Andi mengaku sudah mendapat informasi terkait pengeroyokan tersebut dari Sekjen KNPI, tapi sampai saat ini belum mengetahui update terbaru.
Sekretaris dewan pembina partai Demokrat ini mengaku salah satu yang terkena amukan suporter Malaysia adalah ketua KNPI cabang Malaysia. "Yang terkena kekerasan adalah ketua KNPI cabang Malaysia. Itu yang disampaikan kepada saya," ujarnya.
Dalam pertandingan timnas Indonesia melawan Malaysia nanti, Sambung Andi, maka aparat kepolisian Malaysia harus membarikan jaminan keamanan terhadap suporter Indonesia.
"Kita harapkan pihak-pihak yang berwenang dalam keamanan di Malaysia melindungi suporter Indonesia terutama nanti melawan Malaysia," ujarnya.
Sikap fanatisme terhadap tim kebanggaan harus diperhatikan, pasalnya hal itu juga rentan memicu bentrok antar suporter. "Penonton kita juga banyak, penonton Malaysia juga banyak, dan pertandingan itu selalu ricuh," pungkasnya.
Andi berharap, Piala AFF yang digelar setiap dua tahun sekali ini mempunyai semangat persaudaraan. Jika ada pelanggaran hukum, maka polisi Malaysia tidak perlu ragu untuk memproses secara hukum.
"Kalau ada yang mendapat perlakuan melanggar hukum, tentu harus diusut secara hukum,"pungkasnya.
Kemenangan Indonesia atas Singapura 1-0 membuat ketidaksukaan suporter Malaysia. Usai pertandingan Indonesia melawan Singapura, terjadi pengeroyokan Suporter Indonesia oleh Suporter Malaysia di Stadium Bukit Jalil - Kuala Lumpur.
Ketua Badan Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia DR Sagir Alva menuturkan, dirinya dan supporter Indonesia lainnya yang baru saja menyaksikan pertandingan, tiba-tiba dipukul wajahnya dengan membabi buta sehingga hidung dan telinga kananya terluka.
(wbs)