Bonek sesalkan kebrutalan suporter Malaysia
Kamis, 29 November 2012 - 22:59 WIB
Bonek sesalkan kebrutalan suporter Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - Aksi pemukulan yang dilakukan suporter Malaysia terhadap pendukung Merah Putih turut disesalkan oleh sebagian besar kelompok pendukung Indonesia di Tanah Air. Salah satunya adalah pendukung Persebaya Surabaya atau yang biasa disebut Bonek. Seusai laga Indonesia melawan Singapura, Rabu malam (28/11), dilaporkan beberapa pendukung Indonesia dikeroyok dan dipukuli oleh suporter tuan rumah.
Menurut Sekretaris Yayasan Suporter Surabaya (YSS), Sinyo Devara, pihak tuan rumah sudah seharusnya menghargai, entah itu kesebelasan ataupun pendukung tim tamu. Saat Indonesia menjadi tuan rumah pun, kata dia, tidak pernah terdengar kasus pendukung Indonesia memukul suporter Malaysia. "Sewajarnya para suporter Malaysia menghargai keberadaan suporter Indonesia. Jangan sampai kejadian itu terulang lagi," ujarnya dengan nada memperingatkan ketika dihubungi Sindonews, Kamis malam (29/11).
Sinyo juga mengatakan bahwa terdapat puluhan Bonek yang berangkat ke Malaysia untuk mendukung Timnas. Sebelum berangkat, pihaknya juga sudah melakukan kesepakatan dengan kelompok suporter di Malaysia, terkait masalah kemanan suporter Indonesia di Malaysia. "Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan di sana," tambahnya.
"Namun, menurut laporan dari teman-teman yang ada di Malaysia, suporter tuan rumah sudah tidak bersahabat. Mereka melakukan intimidasi bahkan kata teman-teman yang di sana, suporter Malaysia meneriakkan umpatan-umpatan, seperti, ''Indonesia an**ng.. Indonesia an**ng," sesalnya.
Kendati demikian, para suporter Indonesia khususnya Bonek, ujar dia, tidak akan melakukan aksi balas dendam, karena tidak semua suporter Malaysia melakukan aksi tidak terpuji tersebut. "Itu hanya ulah segelintir pendukung Malaysia. Pembalasan akan terjadi di lapangan, Timnas kita nanti bakal menghancurkan Timnas Malaysia," tandas Sinyo.
Sementara itu, salah satu dirigen Bonek, Okto Tyson mengungkapkan bahwa saat ini masih belum ada konsolidasi antar kelompok suporter sepak bola di Indonesia. Namun, kata dia, baru ada semacam seruan mengecam dan menghujat Malaysia dengan rasa benci dan dendam lewat jejaring sosial seperti Facebook, Twitter maupun pesan broadcast di BBM (BlackBerry Messenger). "Bahkan teman-teman suporter banyak yang menggunakan foto profil BBM, Facebook dan Twitter dengan segala kreasi tentang hujatan pada Malaysia."
Menurut Sekretaris Yayasan Suporter Surabaya (YSS), Sinyo Devara, pihak tuan rumah sudah seharusnya menghargai, entah itu kesebelasan ataupun pendukung tim tamu. Saat Indonesia menjadi tuan rumah pun, kata dia, tidak pernah terdengar kasus pendukung Indonesia memukul suporter Malaysia. "Sewajarnya para suporter Malaysia menghargai keberadaan suporter Indonesia. Jangan sampai kejadian itu terulang lagi," ujarnya dengan nada memperingatkan ketika dihubungi Sindonews, Kamis malam (29/11).
Sinyo juga mengatakan bahwa terdapat puluhan Bonek yang berangkat ke Malaysia untuk mendukung Timnas. Sebelum berangkat, pihaknya juga sudah melakukan kesepakatan dengan kelompok suporter di Malaysia, terkait masalah kemanan suporter Indonesia di Malaysia. "Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan di sana," tambahnya.
"Namun, menurut laporan dari teman-teman yang ada di Malaysia, suporter tuan rumah sudah tidak bersahabat. Mereka melakukan intimidasi bahkan kata teman-teman yang di sana, suporter Malaysia meneriakkan umpatan-umpatan, seperti, ''Indonesia an**ng.. Indonesia an**ng," sesalnya.
Kendati demikian, para suporter Indonesia khususnya Bonek, ujar dia, tidak akan melakukan aksi balas dendam, karena tidak semua suporter Malaysia melakukan aksi tidak terpuji tersebut. "Itu hanya ulah segelintir pendukung Malaysia. Pembalasan akan terjadi di lapangan, Timnas kita nanti bakal menghancurkan Timnas Malaysia," tandas Sinyo.
Sementara itu, salah satu dirigen Bonek, Okto Tyson mengungkapkan bahwa saat ini masih belum ada konsolidasi antar kelompok suporter sepak bola di Indonesia. Namun, kata dia, baru ada semacam seruan mengecam dan menghujat Malaysia dengan rasa benci dan dendam lewat jejaring sosial seperti Facebook, Twitter maupun pesan broadcast di BBM (BlackBerry Messenger). "Bahkan teman-teman suporter banyak yang menggunakan foto profil BBM, Facebook dan Twitter dengan segala kreasi tentang hujatan pada Malaysia."
(nug)