Timnas dihina, Menpora minta fans tak terprovokasi
Jum'at, 30 November 2012 - 13:50 WIB
Timnas dihina, Menpora minta fans tak terprovokasi
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng meminta agar para suporter Tim Nasional (Timnas) tak terprovokasi atas beredarnya rekaman video suporter Malaysia yang dinilai telah merendahkan harga diri bangsa Indonesia.
"Yang jelas saya minta suporter-suporter Indonesia terutama mereka yang ada di Bukit Jalil jangan sampai terprovokasi dengan aksi-aksi suproter lawan. Kita ingin jadi suporter teladan," ujar Andi di Grand Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (30/11/2012).
Andi mengingatkan agar suporter mendukung Timnas tanpa harus menghina atau mengejek suporter lain. Terkait adanya suporter Malaysia yang diduga melakukan penghinaan, Andi sudah melakukan pembicaraan dengan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia agar melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait Malaysia.
"Mereka sudah komunikasi dengan pihak-pihak terkait Malaysia untuk memastikan perlindungan terhadap suporter kita," tuturnya.
Namun, Andi mengaku belum melihat langsung video pengejekan tersebut. "Soal ejekan saya belum lihat langsung, baru dapat laporan. Tentu saja ada ketentuan FIFA yang mengatur etika sebagai suporter tidak boleh menghina, kata-kata rasis atau melecehkan segala macam," paparnya.
Terkait kasus tersebut apakah PSSI akan mengambil langkah melaporkan insiden itu ke FIFA? Andi belum dapat memastikan. "Saya belum mengecek," tutupnya.
Sebelumnya, Malaysia kembali berulah dan merendahkan harga diri Indonesia. Kali ini, sejumlah suporter sepakbola Tim Malaysia di piala AFF bersorak sorai menghina Indonesia dengan perkataan yang menyakitkan.
Aksi negatif ratusan suporter Malaysia ini terungkap dalam rekaman video dan tersebar di Masyarakat. Baik melalui jejaring sosial ataupun BlackBerry Messenger. Meski video tersebut banyak versi dan belum tentu peristiwa itu terjadi saat Piala AFF 2012, aksi ini menuai kecaman masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan.
"Yang jelas saya minta suporter-suporter Indonesia terutama mereka yang ada di Bukit Jalil jangan sampai terprovokasi dengan aksi-aksi suproter lawan. Kita ingin jadi suporter teladan," ujar Andi di Grand Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (30/11/2012).
Andi mengingatkan agar suporter mendukung Timnas tanpa harus menghina atau mengejek suporter lain. Terkait adanya suporter Malaysia yang diduga melakukan penghinaan, Andi sudah melakukan pembicaraan dengan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia agar melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait Malaysia.
"Mereka sudah komunikasi dengan pihak-pihak terkait Malaysia untuk memastikan perlindungan terhadap suporter kita," tuturnya.
Namun, Andi mengaku belum melihat langsung video pengejekan tersebut. "Soal ejekan saya belum lihat langsung, baru dapat laporan. Tentu saja ada ketentuan FIFA yang mengatur etika sebagai suporter tidak boleh menghina, kata-kata rasis atau melecehkan segala macam," paparnya.
Terkait kasus tersebut apakah PSSI akan mengambil langkah melaporkan insiden itu ke FIFA? Andi belum dapat memastikan. "Saya belum mengecek," tutupnya.
Sebelumnya, Malaysia kembali berulah dan merendahkan harga diri Indonesia. Kali ini, sejumlah suporter sepakbola Tim Malaysia di piala AFF bersorak sorai menghina Indonesia dengan perkataan yang menyakitkan.
Aksi negatif ratusan suporter Malaysia ini terungkap dalam rekaman video dan tersebar di Masyarakat. Baik melalui jejaring sosial ataupun BlackBerry Messenger. Meski video tersebut banyak versi dan belum tentu peristiwa itu terjadi saat Piala AFF 2012, aksi ini menuai kecaman masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan.
(akr)