Ayo, bertempur ganyang Malaysia!
Jum'at, 30 November 2012 - 23:49 WIB
Ayo, bertempur ganyang Malaysia!
A
A
A
Sindonews.com - Aroma dendam membara di benak para penggawa Tim Nasional Indonesia. Spirit mengganyang Malaysia itu menjadi tambahan energi positif bagi Elie Aiboy dkk saat menantang Malaysia di laga krusial AFF Suzuki Cup 2012 Grup B di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu malam (1/12).
Timnas Garuda memang mendapatkan hasil menyakitkan pada Piala AFF 2010. Bertindak sebagai tuan rumah, permainan cantik diperlihatkan Firman Utina dkk pada fase grup. Dalam babak ini pula, timnas Garuda yang kala itu masih diarsiteki Alfred Riedl, mampu menggulung Malaysia dengan skor telak, 5-1.
Akan tetapi, cerita berbalik 180 derajat ketika timnas Garuda kembali berjumpa Malaysia di babak final. Tidak pernah terbayang sebelumnya jika melihat performa di fase grup sampai ke final, Harimau Malaya, julukan timnas Malaysia, yang mendapat kesempatan pertama sebagai tuan rumah mampu mempecundangi timnas Garuda tiga gol tanpa balas.
Timnas Garuda pun akhirnya harus rela kembali menutup mimpi mengangkat trofi Piala AFF untuk kali pertama sepanjang turnamen. Kekalahan, 3-0, di markas Malaysia, hanya mampu dibalas dengan skor, 2-1, di Indonesia. Malaysia pun berhasil menjadi juara turnamen tertinggi sepak bola di Asia Tenggara tersebut.
Usaha untuk membalaskan hasil pahit di Piala AFF dua tahun silam seolah terbuka lebar. Skuad asuhan Nil Maizar, hanya membutuhkan satu poin atau hasil imbang saja, untuk menyudahi perjalanan Malaysia. Dengan koleksi empat poin yang didapat dari satu kali menang dan satu kali seri, membuat langkah timnas Garuda serasa lebih ringan dari Malaysia yang baru mengantongi tiga poin.
Jelang laga panas kontra Malaysia, Nil mengaku jika anak-anak asuhannya sudah siap tempur. Nil hanya tertanggu dengan absennya bek tengah Wahyu Wijiastanto yang mendapatkan akumulasi kartu kuning. Tidak hanya Wahyu, pemain belakang Handi Ramdhan pun kondisinya masih belum sempurna sampai sejauh ini.
''Kondisi tim sendiri dalam kondisi bagus. Kami sudah siap untuk menjalani pertandingan besok. Saya sangat berharap para pemain bisa bermain dengan motivasi tinggi dan semangat juang yang tinggi,” ungkap Nil, dalam sesi jumpa pers di Palace of The Golden Horses Hotel, Kuala Lumpur, Jumat (31/11).
Walau menegaskan, jika anak-anak asuhnya dalam kondisi siap tempur, Nil tidak mau sesumbar soal hasil yang didapat timnas Garuda dalam partai nanti. Bagi mantan pelatih Semen Padang (SP) tersebut, yang paling utama adalah Elie dkk bisa bermain maksimal. Karena Malaysia sendiri menurut Nil, adalah tim yang komplet dari segi pemain.
''Saya rasa setiap pemain ingin sekali menang. Tapi apakah bisa pasti, saya rasa itu tidak ada. Buat saya adalah semua pemain bisa kerja dengan sungguh-sungguh di lapangan. Saya tidak mau berkata apakah kami bisa menang atau apa pun yang menyangkut pertandingan nanti,” jelas pelatih berusia 42 tahun tersebut.
Laporan Langsung
Wartawan Koran Sindo
Decky Irawan Jasri
Timnas Garuda memang mendapatkan hasil menyakitkan pada Piala AFF 2010. Bertindak sebagai tuan rumah, permainan cantik diperlihatkan Firman Utina dkk pada fase grup. Dalam babak ini pula, timnas Garuda yang kala itu masih diarsiteki Alfred Riedl, mampu menggulung Malaysia dengan skor telak, 5-1.
Akan tetapi, cerita berbalik 180 derajat ketika timnas Garuda kembali berjumpa Malaysia di babak final. Tidak pernah terbayang sebelumnya jika melihat performa di fase grup sampai ke final, Harimau Malaya, julukan timnas Malaysia, yang mendapat kesempatan pertama sebagai tuan rumah mampu mempecundangi timnas Garuda tiga gol tanpa balas.
Timnas Garuda pun akhirnya harus rela kembali menutup mimpi mengangkat trofi Piala AFF untuk kali pertama sepanjang turnamen. Kekalahan, 3-0, di markas Malaysia, hanya mampu dibalas dengan skor, 2-1, di Indonesia. Malaysia pun berhasil menjadi juara turnamen tertinggi sepak bola di Asia Tenggara tersebut.
Usaha untuk membalaskan hasil pahit di Piala AFF dua tahun silam seolah terbuka lebar. Skuad asuhan Nil Maizar, hanya membutuhkan satu poin atau hasil imbang saja, untuk menyudahi perjalanan Malaysia. Dengan koleksi empat poin yang didapat dari satu kali menang dan satu kali seri, membuat langkah timnas Garuda serasa lebih ringan dari Malaysia yang baru mengantongi tiga poin.
Jelang laga panas kontra Malaysia, Nil mengaku jika anak-anak asuhannya sudah siap tempur. Nil hanya tertanggu dengan absennya bek tengah Wahyu Wijiastanto yang mendapatkan akumulasi kartu kuning. Tidak hanya Wahyu, pemain belakang Handi Ramdhan pun kondisinya masih belum sempurna sampai sejauh ini.
''Kondisi tim sendiri dalam kondisi bagus. Kami sudah siap untuk menjalani pertandingan besok. Saya sangat berharap para pemain bisa bermain dengan motivasi tinggi dan semangat juang yang tinggi,” ungkap Nil, dalam sesi jumpa pers di Palace of The Golden Horses Hotel, Kuala Lumpur, Jumat (31/11).
Walau menegaskan, jika anak-anak asuhnya dalam kondisi siap tempur, Nil tidak mau sesumbar soal hasil yang didapat timnas Garuda dalam partai nanti. Bagi mantan pelatih Semen Padang (SP) tersebut, yang paling utama adalah Elie dkk bisa bermain maksimal. Karena Malaysia sendiri menurut Nil, adalah tim yang komplet dari segi pemain.
''Saya rasa setiap pemain ingin sekali menang. Tapi apakah bisa pasti, saya rasa itu tidak ada. Buat saya adalah semua pemain bisa kerja dengan sungguh-sungguh di lapangan. Saya tidak mau berkata apakah kami bisa menang atau apa pun yang menyangkut pertandingan nanti,” jelas pelatih berusia 42 tahun tersebut.
Laporan Langsung
Wartawan Koran Sindo
Decky Irawan Jasri
(aww)