Panpel hanya jatah suporter Indonesia 1.500 tiket
Sabtu, 01 Desember 2012 - 00:00 WIB
Panpel hanya jatah suporter Indonesia 1.500 tiket
A
A
A
Sindonews.com - Eskalasi gesekan suporter Indonesia dengan Malaysia dalam laga besok coba didinginkan panitia pelaksana pertandingan Piala AFF 2012. Mereka tidak khawatir akan terjadi kerusuhan saat dua suporter bertemu di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.
Nah, untuk mengamankan partai panas antara Timnas Garuda kontra Harimau Malaya, pihak penyelenggara pun sudah menyiapkan beberapa antisipasi. Bisa dipastikan, pihak penyelenggara akan menambah jumlah keamanan lebih banyak dari pada pertandingan-pertandingan sebelumnya di Grup B.
''Jumlah keamanan yang kami turunkan waktu laga final Piala AFF 2010 antara Malaysia dan Indonesia di Stadion Nasional Bukit Jalil berjumlah 40 keamanan yang kepolisian Diraja Malaysia. Tapi sepertinya untuk pertandingan besok (hari ini), tidak akan sebanyak itu karena ini bukanlah pertandingan final,” tutur Kelly Sathiaraj, Asisten Sekretaris Jenderal (Sekjen) AFF Cup.
Kelly menjelaskan, pihaknya akan memusatkan suporter Indonesia dalam satu titik agar mudah diawasi. Dia juga tidak khawatir akan muncul kerusuhan seperti yang ditakutkan banyak pihak.
''Untuk suporter Indonesia kami akan konsentrasikan pada satu titik. Mereka akan masuk stadion dari pintu biru dan ungu. Kalau tidak salah itu pintu satu dan pintu dua. Untuk adanya isu-isu akan ada rusuh, saya rasa itu biasa karena adanya provokasi dalam sepak bola. Saya rasa soal itu tidak hanya terjadi di sini, di Eropa pun hal-hal seperti pasti ada,” sambung Kelly, sambil menjelaskan jika suporter Indonesia disediakan 1.500 tiket.
Sementara itu, pelatih Malaysia Rajagobal R. Krishnasamy punya pesan kepada suporter. Melihat adanya potensi gesekan antar suporter dari kedua tim, pelatih berusia 56 tahun tersebut mengimbau agar kedua suporter bisa saling menahan diri. Rajagobal meminta, kedua suporter hanya datang untuk mendukung dan tidak melakukan hal-hal lain di luar itu.
''Saya ingin sampaikan kepada pendukung kedua tim. Datanglah untuk mendukung dan jangan buat hal-hal lain di luar itu. Buat pertandingan ini menjadi pertandingan yang hanya bersaing di dalam lapangan, tidak di luar lapangan,” tegas Rajagobal.
Nah, untuk mengamankan partai panas antara Timnas Garuda kontra Harimau Malaya, pihak penyelenggara pun sudah menyiapkan beberapa antisipasi. Bisa dipastikan, pihak penyelenggara akan menambah jumlah keamanan lebih banyak dari pada pertandingan-pertandingan sebelumnya di Grup B.
''Jumlah keamanan yang kami turunkan waktu laga final Piala AFF 2010 antara Malaysia dan Indonesia di Stadion Nasional Bukit Jalil berjumlah 40 keamanan yang kepolisian Diraja Malaysia. Tapi sepertinya untuk pertandingan besok (hari ini), tidak akan sebanyak itu karena ini bukanlah pertandingan final,” tutur Kelly Sathiaraj, Asisten Sekretaris Jenderal (Sekjen) AFF Cup.
Kelly menjelaskan, pihaknya akan memusatkan suporter Indonesia dalam satu titik agar mudah diawasi. Dia juga tidak khawatir akan muncul kerusuhan seperti yang ditakutkan banyak pihak.
''Untuk suporter Indonesia kami akan konsentrasikan pada satu titik. Mereka akan masuk stadion dari pintu biru dan ungu. Kalau tidak salah itu pintu satu dan pintu dua. Untuk adanya isu-isu akan ada rusuh, saya rasa itu biasa karena adanya provokasi dalam sepak bola. Saya rasa soal itu tidak hanya terjadi di sini, di Eropa pun hal-hal seperti pasti ada,” sambung Kelly, sambil menjelaskan jika suporter Indonesia disediakan 1.500 tiket.
Sementara itu, pelatih Malaysia Rajagobal R. Krishnasamy punya pesan kepada suporter. Melihat adanya potensi gesekan antar suporter dari kedua tim, pelatih berusia 56 tahun tersebut mengimbau agar kedua suporter bisa saling menahan diri. Rajagobal meminta, kedua suporter hanya datang untuk mendukung dan tidak melakukan hal-hal lain di luar itu.
''Saya ingin sampaikan kepada pendukung kedua tim. Datanglah untuk mendukung dan jangan buat hal-hal lain di luar itu. Buat pertandingan ini menjadi pertandingan yang hanya bersaing di dalam lapangan, tidak di luar lapangan,” tegas Rajagobal.
(aww)