Pengeroyokan suporter Timnas harus diusut tuntas
Sabtu, 01 Desember 2012 - 06:30 WIB
Pengeroyokan suporter Timnas harus diusut tuntas
A
A
A
Sindonews.com - Guru Besar Ilmu Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI)Hikmahanto Juwana mengatakan, perbuatan merendahkan, menghina dan mengejek suatu masyarakat di suatu negara terhadap masyarakat negara lain akan memicu konflik horizontal.
Seperti yang terjadi saat pendukung Tim Nasional Indonesia yang mendapat hinaan dari suporter Malaysia. Untuk itu diperlukan penanganan yang serius agar tak berbuntut panjang. "Bila tidak ditangani secara baik dan arif akan menggoyahkan hubungan para elit dan pemimpin negara-negara ASEAN," kata Hikmahanto, 30 November 2012.
Pemerintah Malaysia, saran dia, sebaiknya mengambil langkah serius terhadap pengunduh video dan menyampaikan permintaan maaf agar menenangkan publik di Indonesia. Secara hukum Internasional, Indonesia tidak bisa banyak berbuat atas ulah oknum warga Malaysia namun pemerintah kedua negara harus dapat memagari dan mengisolasi masalah ini agar tidak mengganggu hubungan baik bilateral kedua negara.
"Pemerintah Indonesia perlu melakukan komunikasi dengan Malaysia yang menunjukkan sikap tegas Indonesia ketika ada api kecil yang berpotensi menganggu amarah publik," ujarnya.
Para elit di negara ASEAN tidak memandang fenomena ini sebagai suatu hal yang remeh. Beredarnya video tersebut menggambarkan suporter sepak bola Malaysia menghina Indonesia harus menjadi peringatan (wake up call) bagi para elit di negara-negara ASEAN bahwa cita-cita untuk membentuk Masyarakat ASEAN (ASEAN community) bisa gagal. "Untuk itu perlu penanganan serius," tutupnya.
Sebelumnya, suporter Timnas dikeroyok suporter Malaysia saat penyelenggaraan AFF Suzuki Cup di Stadium Bukit Jalil Malaysia. Kejadian berlangsung usai pertandingan Indonesia vs Singapura. Tiba-tiba suporter Malaysia mengusir suporter Indonesia untuk segera keluar dari area Stadium Bukit Jalil ketika pertandingan Malaysia vs Laos.
Seperti yang terjadi saat pendukung Tim Nasional Indonesia yang mendapat hinaan dari suporter Malaysia. Untuk itu diperlukan penanganan yang serius agar tak berbuntut panjang. "Bila tidak ditangani secara baik dan arif akan menggoyahkan hubungan para elit dan pemimpin negara-negara ASEAN," kata Hikmahanto, 30 November 2012.
Pemerintah Malaysia, saran dia, sebaiknya mengambil langkah serius terhadap pengunduh video dan menyampaikan permintaan maaf agar menenangkan publik di Indonesia. Secara hukum Internasional, Indonesia tidak bisa banyak berbuat atas ulah oknum warga Malaysia namun pemerintah kedua negara harus dapat memagari dan mengisolasi masalah ini agar tidak mengganggu hubungan baik bilateral kedua negara.
"Pemerintah Indonesia perlu melakukan komunikasi dengan Malaysia yang menunjukkan sikap tegas Indonesia ketika ada api kecil yang berpotensi menganggu amarah publik," ujarnya.
Para elit di negara ASEAN tidak memandang fenomena ini sebagai suatu hal yang remeh. Beredarnya video tersebut menggambarkan suporter sepak bola Malaysia menghina Indonesia harus menjadi peringatan (wake up call) bagi para elit di negara-negara ASEAN bahwa cita-cita untuk membentuk Masyarakat ASEAN (ASEAN community) bisa gagal. "Untuk itu perlu penanganan serius," tutupnya.
Sebelumnya, suporter Timnas dikeroyok suporter Malaysia saat penyelenggaraan AFF Suzuki Cup di Stadium Bukit Jalil Malaysia. Kejadian berlangsung usai pertandingan Indonesia vs Singapura. Tiba-tiba suporter Malaysia mengusir suporter Indonesia untuk segera keluar dari area Stadium Bukit Jalil ketika pertandingan Malaysia vs Laos.
(wbs)