PSMS besutan Sumin target maksimal
Selasa, 04 Desember 2012 - 20:31 WIB
PSMS besutan Sumin target maksimal
A
A
A
Sindonews.com - Skuad PSMS Medan besutan pelatih Suimin Diharja bertolak ke Idi, Kabupaten Aceh Timur. Sebanyak 19 pemain yang dibawa diharapkan bisa tampil maksimal di Turnamen Piala Gubernur Aceh Timur mulai 5 hingga 7 Desember di Stadion Mon IX, Idi.
Tim berjuluk Ayam Kinantan akan adu kemampuan bersama tiga tim lainnya yakni Persidi Idi, PSBL Langsa dan EX5 Paraguay (PSSI U-19) pada ajang berformat sistem gugur ini. Suimin Diharja memboyong 19 pemainnya yang merupakan kolaborasi pemain senior dan pemain muda.
Suimin tidak membebankan anak asuhnya untuk keharusan menang dan merebut piala. Namun, eks pelatih Persijap Jepara itu berharap anak asuhnya bisa memaksimalkan penerapan skema pakem 4-2-3-1
"Kami serius ikut di turnamen ini walaupun kemenangan bukanlah target utama. Yang jadi prioritas adalah sejauh mana tim mampu menerapkan materi latihan komplet. Menilai sejauh mana mereka mampu bermain maksimal dalam 4-2-3-1. Maka, target utamanya adalah uji coba," katanya di komplek Stadion Kebun Bunga sebelum bertolak dengan bus dari Medan, kemarin.
Suimin memaparkan, latihan komplet atau complete exercise merupakan bentuk pemadatan latihan kombinasi fisik, teknik dan taktik. Menu latihan yang didesain sedemikian rupa karena pendeknya rentang waktu persiapan dengan guliran kompetisi resmi.
"Seperti saya sampaikan sebelumnya, saya tak gunakan "winning team" tapi sistem rotasi. Itu sebabnya, ada delapan pemain muda yang saya utamakan untuk turun tanding ," bebernya.
Kedelapan pemain dimaksud yakni Agung Prasetyo, Hardiantono, Muhammad Irfan, Aidun Sastra Utami, Syafrial Irfandi, Rico Simanjuntak, Irfan Midin dan Fandi Lubis. Prioritas pemberian kesempatan bermain bertujuan untuk mengasah jam terbang dan mentalitas tanding.
"Soal teknik saya pikir sudah tak ada masalah. Saat ini yang terpenting adalah mengasah mentalitas tanding bagi mereka. Sekaligus memantapkan kerja sama penerapan taktik. Turnamen ini saya yakin menjawab kebutuhan ini, karena tim-tim yang dihadapi merupakan level divisi utama," sebutnya.
Stadion Mon IX, Idi, kata Suimin tak memakai pagar pembatas. Karena itu, pendukung loyalis dan fanatis tim-tim yang berhome base di Aceh berpotensi memberi tekanan besar. "Ini tidak negatif ya. Tapi keuntungan bagi tim kami, pressure yang kuat dari pendukung lawan secara tidak langsung mengharuskan pemain mampu beradaptasi dan keluar dari tekanan, yang juga akan menjadi modal di kompetisi sebenarnya. Atmosfer pertandingan resmi bisa dirasakan," jelasnya.
Ada 4 pemain yang tidak termasuk 17 pemain inti yang telah diusulkannya untuk dikontrak ikut diboyong ke Idi. Mereka adalah Zulham Syahputra, Irvan Midi, Rudi Hartono, dan Aidun Sastra Utami. Sementara itu, ada dua pemain dari 17 pemain inti yang tinggal di Medan, yakni Tri Yudha Handoko dan Wijay.
Perihal empat pemain seleksi di luar 17 pemain inti, Suimin menyebutkan sebagai bagian dari rencana menyeleksi pemain untuk jatah delapan pemain tersisa. Sebab, skuat inti nantinya akan berjumlah 25 pemain.
"Kalau PSMS menang di laga perdana, maka kami akan melawan pemenang laga antara Persidi Idi kontra PSSI binaan Paraguay. Jika ini terjadi, maka saya akan panggil 2-3 pemain untuk didatangkan ke Idi. Kalau tidak lolos, kami langsung pulang ke Medan dan Jumat 7 Desember menghadapi Persiraja Banda Aceh di stadion TD Pardede," jelasnya.
Dipimpin Suimin Diharja, asisten pelatih Colly Misrun dan pelatih kiper, Mardianto, juga ikut serta. Asisten pelatih teknik, Suharto, tetap tinggal di Medan memimpin sisa pemain seleksi yang ada, di Stadion Kebun Bunga
Tim berjuluk Ayam Kinantan akan adu kemampuan bersama tiga tim lainnya yakni Persidi Idi, PSBL Langsa dan EX5 Paraguay (PSSI U-19) pada ajang berformat sistem gugur ini. Suimin Diharja memboyong 19 pemainnya yang merupakan kolaborasi pemain senior dan pemain muda.
Suimin tidak membebankan anak asuhnya untuk keharusan menang dan merebut piala. Namun, eks pelatih Persijap Jepara itu berharap anak asuhnya bisa memaksimalkan penerapan skema pakem 4-2-3-1
"Kami serius ikut di turnamen ini walaupun kemenangan bukanlah target utama. Yang jadi prioritas adalah sejauh mana tim mampu menerapkan materi latihan komplet. Menilai sejauh mana mereka mampu bermain maksimal dalam 4-2-3-1. Maka, target utamanya adalah uji coba," katanya di komplek Stadion Kebun Bunga sebelum bertolak dengan bus dari Medan, kemarin.
Suimin memaparkan, latihan komplet atau complete exercise merupakan bentuk pemadatan latihan kombinasi fisik, teknik dan taktik. Menu latihan yang didesain sedemikian rupa karena pendeknya rentang waktu persiapan dengan guliran kompetisi resmi.
"Seperti saya sampaikan sebelumnya, saya tak gunakan "winning team" tapi sistem rotasi. Itu sebabnya, ada delapan pemain muda yang saya utamakan untuk turun tanding ," bebernya.
Kedelapan pemain dimaksud yakni Agung Prasetyo, Hardiantono, Muhammad Irfan, Aidun Sastra Utami, Syafrial Irfandi, Rico Simanjuntak, Irfan Midin dan Fandi Lubis. Prioritas pemberian kesempatan bermain bertujuan untuk mengasah jam terbang dan mentalitas tanding.
"Soal teknik saya pikir sudah tak ada masalah. Saat ini yang terpenting adalah mengasah mentalitas tanding bagi mereka. Sekaligus memantapkan kerja sama penerapan taktik. Turnamen ini saya yakin menjawab kebutuhan ini, karena tim-tim yang dihadapi merupakan level divisi utama," sebutnya.
Stadion Mon IX, Idi, kata Suimin tak memakai pagar pembatas. Karena itu, pendukung loyalis dan fanatis tim-tim yang berhome base di Aceh berpotensi memberi tekanan besar. "Ini tidak negatif ya. Tapi keuntungan bagi tim kami, pressure yang kuat dari pendukung lawan secara tidak langsung mengharuskan pemain mampu beradaptasi dan keluar dari tekanan, yang juga akan menjadi modal di kompetisi sebenarnya. Atmosfer pertandingan resmi bisa dirasakan," jelasnya.
Ada 4 pemain yang tidak termasuk 17 pemain inti yang telah diusulkannya untuk dikontrak ikut diboyong ke Idi. Mereka adalah Zulham Syahputra, Irvan Midi, Rudi Hartono, dan Aidun Sastra Utami. Sementara itu, ada dua pemain dari 17 pemain inti yang tinggal di Medan, yakni Tri Yudha Handoko dan Wijay.
Perihal empat pemain seleksi di luar 17 pemain inti, Suimin menyebutkan sebagai bagian dari rencana menyeleksi pemain untuk jatah delapan pemain tersisa. Sebab, skuat inti nantinya akan berjumlah 25 pemain.
"Kalau PSMS menang di laga perdana, maka kami akan melawan pemenang laga antara Persidi Idi kontra PSSI binaan Paraguay. Jika ini terjadi, maka saya akan panggil 2-3 pemain untuk didatangkan ke Idi. Kalau tidak lolos, kami langsung pulang ke Medan dan Jumat 7 Desember menghadapi Persiraja Banda Aceh di stadion TD Pardede," jelasnya.
Dipimpin Suimin Diharja, asisten pelatih Colly Misrun dan pelatih kiper, Mardianto, juga ikut serta. Asisten pelatih teknik, Suharto, tetap tinggal di Medan memimpin sisa pemain seleksi yang ada, di Stadion Kebun Bunga
(aww)