Suimin pusatkan latihan PSMS di Lubukpakam
Selasa, 04 Desember 2012 - 22:21 WIB
Suimin pusatkan latihan PSMS di Lubukpakam
A
A
A
Sindonews.com - Tim PSMS Medan besutan pelatih Suimin Diharja bakal menggelar pemusatan latihan di Kota Lubukpakam, Kabupaten Deli Serdang. TC itu sebagai persiapan menyambut musim Divisi Utama 2013 mendatang.
Hal itu dibenarkan Ketua Umum PSMS Medan, Indra Sakti Harahap saat dikonfirmasi Selasa (4/12). Wacana tersebut menurutnya sudah disampaikan kepada Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan, Alexander Gho dan manajer tim PSMS, Bachrumsyah Nasution.
"Kami juga sudah kirimkan surat ke Pemkab Deliserdang sebagai permohonan untuk menggunakan fasilitas di Lubukpakam. Bagaimana pendekatan mereka, belum ada laporan ke saya. CEO, manajer dan pak Suimin (Suimin Diharja)," ujar Indra.
Alexander Gho yang selanjutnya dikonfirmasi membenarkan langkah pendekatan dengan Pemkab Deliserdang. Menurutnya, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Ketua Umum PSDS Deliserdang, Hasiholan Sinaga, lampu hijau sudah diberikan. "Ya, rencananya TC (training centre) di Pakam. Sepertinya sudah tidak ada masalah lagi dengan itu," ungkapnya.
Dia memaparkan, pemain tetap mempergunakan mes Kebun Bunga sebagai home base, namun penggunaan Stadion Baharoeddin Siregar sebagai venue pertandingan kandang musim ini yang dijadwalkan akan kickoff 13 Januari mendatang, membuat PSMS harus menyiasati venue latihan alternatif yang dekat dengan lapangan pertandingan yang jaraknya jauh dari Kota Medan.
Pihaknya juga tengah mempertimbangkan pemberian tanda terima kasih kepada yang memberikan izin penggunaan fasilitas "Ucapan terima kasih, tentu ada. Sementara berapa lama di sana, masih akan dirundingkan," ucap eksportir palawija itu..
Venue TC memang memang menjadi urgensi lantaran komplek Stadion Kebun Bunga yang selama ini dipergunakan, sejak kehadiran skuad PSMS besutan pelatih Abdul Rahman Gurning yang mulai berlatih, berbagi lapangan membuat dua kubu PSMS Medan tidak dapat berlatih maksimal. Kondisi itu pula yang menjadi penyebab molornya rencana pemusatan latihan tim dari kedua kubu tersebut.
Apalagi, Suimin dan Gurning mengaku, program menjadi terganggu lantaran kondisi tersebut. "Yang pasti kami terganggu dengan kondisi seperti ini. Rencana untuk TC jadi dimundurkan karena latihan dengan kondisi seperti ini menjadi tidak maksimal," kata Suimin.
Abdul Rahman Gurning mengungkapkan hal senada. Program latihan fokus ke fisik yang sudah diusungnya harus berjalan tak maksimal. "Pastinya sangat enggak maksimal latihan kalau berbagi lapangan. Dua minggu pertama ini, saya banyak latihan fisik. 70 persen latihan tanpa bola. Jadi ada sprint dan lainnya. Tadi di awal agendanya sprint satu lapangan, ini kondisinya jadi beda," ungkapnya.
Sabtu (1/12) Suimin Diharja sudah bertemu dengan Wakil Bupati Deliserdang, Zainuddin Mars dan Hasiholan Sinaga membicarakan permohonan pemusatan latihan PSMS. Beberapa kesepakatan positif dicapai.
"Sampai lapangan latihan dan mes diberikan. Rumah dinas yang dipakai untuk Hasiholan Sinaga juga diberikan kepada pelatih. Kami berterima kasih kepada pemkab Deliserdang yang dengan tangan terbuka menerima PSMS. Soal jadwalnya, kami upayakan secepatnya," ucap Suimin
Hal itu dibenarkan Ketua Umum PSMS Medan, Indra Sakti Harahap saat dikonfirmasi Selasa (4/12). Wacana tersebut menurutnya sudah disampaikan kepada Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan, Alexander Gho dan manajer tim PSMS, Bachrumsyah Nasution.
"Kami juga sudah kirimkan surat ke Pemkab Deliserdang sebagai permohonan untuk menggunakan fasilitas di Lubukpakam. Bagaimana pendekatan mereka, belum ada laporan ke saya. CEO, manajer dan pak Suimin (Suimin Diharja)," ujar Indra.
Alexander Gho yang selanjutnya dikonfirmasi membenarkan langkah pendekatan dengan Pemkab Deliserdang. Menurutnya, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Ketua Umum PSDS Deliserdang, Hasiholan Sinaga, lampu hijau sudah diberikan. "Ya, rencananya TC (training centre) di Pakam. Sepertinya sudah tidak ada masalah lagi dengan itu," ungkapnya.
Dia memaparkan, pemain tetap mempergunakan mes Kebun Bunga sebagai home base, namun penggunaan Stadion Baharoeddin Siregar sebagai venue pertandingan kandang musim ini yang dijadwalkan akan kickoff 13 Januari mendatang, membuat PSMS harus menyiasati venue latihan alternatif yang dekat dengan lapangan pertandingan yang jaraknya jauh dari Kota Medan.
Pihaknya juga tengah mempertimbangkan pemberian tanda terima kasih kepada yang memberikan izin penggunaan fasilitas "Ucapan terima kasih, tentu ada. Sementara berapa lama di sana, masih akan dirundingkan," ucap eksportir palawija itu..
Venue TC memang memang menjadi urgensi lantaran komplek Stadion Kebun Bunga yang selama ini dipergunakan, sejak kehadiran skuad PSMS besutan pelatih Abdul Rahman Gurning yang mulai berlatih, berbagi lapangan membuat dua kubu PSMS Medan tidak dapat berlatih maksimal. Kondisi itu pula yang menjadi penyebab molornya rencana pemusatan latihan tim dari kedua kubu tersebut.
Apalagi, Suimin dan Gurning mengaku, program menjadi terganggu lantaran kondisi tersebut. "Yang pasti kami terganggu dengan kondisi seperti ini. Rencana untuk TC jadi dimundurkan karena latihan dengan kondisi seperti ini menjadi tidak maksimal," kata Suimin.
Abdul Rahman Gurning mengungkapkan hal senada. Program latihan fokus ke fisik yang sudah diusungnya harus berjalan tak maksimal. "Pastinya sangat enggak maksimal latihan kalau berbagi lapangan. Dua minggu pertama ini, saya banyak latihan fisik. 70 persen latihan tanpa bola. Jadi ada sprint dan lainnya. Tadi di awal agendanya sprint satu lapangan, ini kondisinya jadi beda," ungkapnya.
Sabtu (1/12) Suimin Diharja sudah bertemu dengan Wakil Bupati Deliserdang, Zainuddin Mars dan Hasiholan Sinaga membicarakan permohonan pemusatan latihan PSMS. Beberapa kesepakatan positif dicapai.
"Sampai lapangan latihan dan mes diberikan. Rumah dinas yang dipakai untuk Hasiholan Sinaga juga diberikan kepada pelatih. Kami berterima kasih kepada pemkab Deliserdang yang dengan tangan terbuka menerima PSMS. Soal jadwalnya, kami upayakan secepatnya," ucap Suimin
(aww)