Persis Solo membela diri, terkait meninggalnya Mendieta

Kamis, 06 Desember 2012 - 12:16 WIB
Persis Solo membela...
Persis Solo membela diri, terkait meninggalnya Mendieta
A A A
Sindonews.com - Meninggalnya striker Persis versi Liga Indonesia (Liga) Diego Mendieta, membuat Badan Olahraga Profsional Indonesia (BOPI) menjatuhkan sanksi tim kebanggan publik Kota Bengawan. Sanksi itu berupa agar tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu dilarang ikut berkompetisi sepak bola profesional apa pun.

Mantan Manager Persis Liga Totok Supriyanto mengaku sangat keberatan terhadap sanksi yang akan dijatuhkan terkait meninggalnya Diego Mendieta. Managemen Persis Liga mengaku sudah bertanggung jawab. Hal itu diwujudkan salah satunya ikut membantu meringankan beban biaya semasa pemain asal Paraguay itu terbaring di rumah sakit, meski saat itu kontrak Diego bersama Persis sudah berakhir.

Lebih lanjut Totok menjelaskan, begitu kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia yang diikuti Persis berakhir, praktis tim Persis bubar. "Tim ini (Persis Liga) langsung bubar begitu kompetisi yang dikuti berakhir. Memang saat bubar masih ada tunggakan gaji kepada pemain. Tapi sudah kami bayarkan," jelasnya, Kamis (6/12/2012).

Totok keberatan jika Persis Liga dianggap lalai seputar kasus yang dialami pemain yang menempati indekos di sekitar Thiong Thing Solo ini. Bahkan, manajemen juga tidak tinggal diam selama Diego dirawat di rumah sakit. Manajemen selalu menjenguk Diego saat di rawat di RS Yarsis, PKU Muhammadiyah ataupun di RS Dr Moewardi.

"Saat (dirawat) di rumah sakit, Diego sudah tidak lagi bersatus sebagai pemain Persis karena tim sudah dibubarkan. Sehingga biaya perawatan Diego sudah tidak menjadi tanggung jawab manajemen, namun manaemen tetap membantu semampunya," papar Totok.

Kelompok suporter setia Persis yang tergabung dalam Pasoepati juga keberatan dengan sanksi BOPI yang dijatuhkan kepada tim kebanggaan publik Solo. Sebelum menjatuhkan sanksi, sebaiknya BOPI datang dulu ke Solo untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP Pasoepati Anwar Sanusi mengatakan, dalam menjatuhkan sanksi harus terlebih dahulu melakukan investigasi di Solo. "BOPI belum investigasi ke Solo tapi langsung menjatuhkan sanksi. Itu tidak fair. Datanglah ke Solo itu, cari informasi sebanyak-banyaknya apa yang terjadi seputar kematian Diego. Itu penting agar balance, tidak hanya berdasar pada laporan-laporan," kata dia.

Anwar menegaskan, dalam olah raga prinsip fair play harus dijunjung tinggi, termasuk dalam menjatuhkan sanksi. "Jadi, sehari setelah mendengar kabar Diego meninggal, lalu BOPI menjatuhkan sanksi, itu jelas tidak fair. Itu keputusan yang gegabah. Kami tidak bermaksud membela managemen, tapi fair play dalam menjatuhkan sanksi harus dijunjung tinggi," paparnya.
(wbs)
Berita Terkait
Bhayangkara FC vs Persis...
Bhayangkara FC vs Persis Solo: Dibayangi Pemecatan, Jacksen Yakin Masa Suram Laskar Sambernyawa Berakhir
Persis Solo Umumkan...
Persis Solo Umumkan Giovani Numberi Pemain Anyar Jelang Liga 1 2024/2025
Persis Solo Hadapi Badai...
Persis Solo Hadapi Badai Cedera di Awal Musim Liga 1 2023/2024
Dibayari Saat Beli Bensin,...
Dibayari Saat Beli Bensin, Erick Thohir Bujuk Aremania Dukung Persis Solo
Ramadhan Sananta Dipanggil...
Ramadhan Sananta Dipanggil Timnas Indonesia, Pelatih Persis Solo: Dia Striker Terbaik
Kaesang Jadi Direktur...
Kaesang Jadi Direktur Utama Persis Solo
Berita Terkini
Brasil vs Maroko: Vinicius...
Brasil vs Maroko: Vinicius Junior Selamatkan Selecao dari Kekalahan
10 menit yang lalu
Drama Injury Time! Qatar...
Drama Injury Time! Qatar Gagalkan Kemenangan Swiss
3 jam yang lalu
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
4 jam yang lalu
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
4 jam yang lalu
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
5 jam yang lalu
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
6 jam yang lalu
Infografis
Jadi Target Rudal Houthi,...
Jadi Target Rudal Houthi, Kapal Induk AS Terpaksa Melarikan Diri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved