Statistik tidak memihak Persib
Kamis, 06 Desember 2012 - 13:03 WIB
Statistik tidak memihak Persib
A
A
A
Sindonews.com – Laga semifinal kontra Persisam Samarinda jadi ujian berat buat Persib Bandung. Apalagi statistik menunjukkan jika Maung Bandung selama ini sering dibuat kesulitan oleh Elang Borneo, terutama saat menjalani laga tandang ke Samarinda.
Laga semifinal Persib melawan Persisam sendiri akan digelar home and away. Duel pertama rencananya akan dilaksanakan 15 Desember, sedangkan leg kedua di helat 18 Desember. Penentuan siapa yang berhak menjadi tuan rumah pertama rencananya akan dilaksanakan 12 Desember mendatang bersamaan dengan launching Indonesia Super League (ISL) 2013.
Dalam tiga musim terakhir Persib kerap menelan kekalahan saat bertanding di Samarinda. Bahkan musim lalu, Maung Bandung gagal membalas kekalahan 1-2 di Stadion Segiri pada putaran pertama, setelah hanya bermain imbang tanpa gol di Stadion Siliwangi, 6 Juni 2012.
Pelatih Djadjang Nurdjaman mengungkapkan diatas kertas, Persisam jauh lebih memiliki kekuatan dibandingkan tiga tim yang sebelumnya dihadapi Persib pada babak penyisihan Grup B. Mengandalkan sejumlah muka baru seperti striker tersubur IPL, Ferdinand Alfred Sinaga dan gelandang energik asal Pantai Gading, Lancine Kone.
“Lawannya sudah pasti Persisam. Buat kita sudah pasti juga harus mempersiapkan segalanya secara matang. Apalagi sistem yang digunakan nanti adalah home and away, dengan kata lain kita dituntut untuk tidak kalah di laga tandang dan sebisa mungkin mengambil keuntungan saat bermain di kandang. Tapi akan jauh lebih baik jika kita sudah mengambil keuntungan saat menjalani laga away,” papar Djadjang.
Kesiapan mental dinilai Djadjang jadi syarat mutlak bagi pemain dalam menjalani laga tandang. Atmosfer penonton dan kondisi lapangan serta cuaca yang berbeda membuat pemain harus siap beradaptasi. “Pasti akan berbeda situasinya antara bermain di kandang dan tandang. Kesiapan mental bisa menjadi kunci,” ucap Djadjang.
Tak hanya itu, Djadjang pun dituntut memiliki formula ampuh dalam menerapkan strategi untuk meredam permainan Elang Borneo yang November lalu ditinggalkan salah satu pemain terbaiknya, Eka Ramdani yang memutuskan hijrah ke Pelita Bandung Raya.
“Kita akan selalu lihat kondisi lawannya seperti apa. Strategi akan disesuaikan dengan tim mana kita berhadapan, begitu juga masalah pemilihan pemain. Sampai saat ini saya terus mempelajari karakter permainan Persisam,” ungkap Djadjang.
Dibandingkan musim lalu, selain kehadiran pelatih senior, Sartono Anwar dan masuknya sejumlah pemain anyar di skuad Persisam membuat permainan klub asal Kalimantan Timur tersebut mengalami banyak perubahan. “Kalau dilihat dalam dua pertandingan sebelumnya, Persisam kini lebih berani dalam memainkan bola dan fokus pada penguasaan lini tengah,” terang Djadjang.
Meski statistik tidak mendukung Persib, namun petinggi PT PBB sudah kadung optimistis Persib bisa melangkah lebih jauh hingga final. Alasannya musim ini, Firman Utina dkk lebih mampu menunjukkan kekompakan dalam bermain. “Semangat dan kekompakan, dua modal penting dan saya kira mulai perlahan terus ditunjukkan para pemain,” tandas Komisaris PT PBB, Kuswara S Taryono.
Laga semifinal Persib melawan Persisam sendiri akan digelar home and away. Duel pertama rencananya akan dilaksanakan 15 Desember, sedangkan leg kedua di helat 18 Desember. Penentuan siapa yang berhak menjadi tuan rumah pertama rencananya akan dilaksanakan 12 Desember mendatang bersamaan dengan launching Indonesia Super League (ISL) 2013.
Dalam tiga musim terakhir Persib kerap menelan kekalahan saat bertanding di Samarinda. Bahkan musim lalu, Maung Bandung gagal membalas kekalahan 1-2 di Stadion Segiri pada putaran pertama, setelah hanya bermain imbang tanpa gol di Stadion Siliwangi, 6 Juni 2012.
Pelatih Djadjang Nurdjaman mengungkapkan diatas kertas, Persisam jauh lebih memiliki kekuatan dibandingkan tiga tim yang sebelumnya dihadapi Persib pada babak penyisihan Grup B. Mengandalkan sejumlah muka baru seperti striker tersubur IPL, Ferdinand Alfred Sinaga dan gelandang energik asal Pantai Gading, Lancine Kone.
“Lawannya sudah pasti Persisam. Buat kita sudah pasti juga harus mempersiapkan segalanya secara matang. Apalagi sistem yang digunakan nanti adalah home and away, dengan kata lain kita dituntut untuk tidak kalah di laga tandang dan sebisa mungkin mengambil keuntungan saat bermain di kandang. Tapi akan jauh lebih baik jika kita sudah mengambil keuntungan saat menjalani laga away,” papar Djadjang.
Kesiapan mental dinilai Djadjang jadi syarat mutlak bagi pemain dalam menjalani laga tandang. Atmosfer penonton dan kondisi lapangan serta cuaca yang berbeda membuat pemain harus siap beradaptasi. “Pasti akan berbeda situasinya antara bermain di kandang dan tandang. Kesiapan mental bisa menjadi kunci,” ucap Djadjang.
Tak hanya itu, Djadjang pun dituntut memiliki formula ampuh dalam menerapkan strategi untuk meredam permainan Elang Borneo yang November lalu ditinggalkan salah satu pemain terbaiknya, Eka Ramdani yang memutuskan hijrah ke Pelita Bandung Raya.
“Kita akan selalu lihat kondisi lawannya seperti apa. Strategi akan disesuaikan dengan tim mana kita berhadapan, begitu juga masalah pemilihan pemain. Sampai saat ini saya terus mempelajari karakter permainan Persisam,” ungkap Djadjang.
Dibandingkan musim lalu, selain kehadiran pelatih senior, Sartono Anwar dan masuknya sejumlah pemain anyar di skuad Persisam membuat permainan klub asal Kalimantan Timur tersebut mengalami banyak perubahan. “Kalau dilihat dalam dua pertandingan sebelumnya, Persisam kini lebih berani dalam memainkan bola dan fokus pada penguasaan lini tengah,” terang Djadjang.
Meski statistik tidak mendukung Persib, namun petinggi PT PBB sudah kadung optimistis Persib bisa melangkah lebih jauh hingga final. Alasannya musim ini, Firman Utina dkk lebih mampu menunjukkan kekompakan dalam bermain. “Semangat dan kekompakan, dua modal penting dan saya kira mulai perlahan terus ditunjukkan para pemain,” tandas Komisaris PT PBB, Kuswara S Taryono.
(wbs)