Andik ogah teken kontrak, Persebaya panik
Jum'at, 07 Desember 2012 - 19:53 WIB
Andik ogah teken kontrak, Persebaya panik
A
A
A
Sindonews.com - Macetnya negosiasi kontrak Andik Vermanysah membuat Persebaya IPL panik. Buktinya, Deputi Sekjen PSSI sekaligus Komisaris Persebaya, Saleh Ismail Mukadar, harus turun tangan mengamankan aset berharga Persebaya itu.
Sayangnya, meski Saleh Mukadar sudah bertemu dengan Andik di Surabaya, Kamis (6/12) petang, namun belum ada kesepakatan baru. "Saya sebagai bagian dari manajemen akan segera mengomunikasikan dengan Pak Gede (CEO Persebaya) hasil pertemuan Andik dan Pak Saleh, kami harap pekan ini clear, " ujar Media Relation, Persebaya Ram Surahman.
Dari hasil pertemuan tersebut, Ram mengatakan manajemen siap membicarakan kembali masalah kontrak Andik yang mengalami kebuntuan. Sebab, pemain yang dikenal sebagai Messi Asia itu dianggap sudah mau menurunkan permintaan harga. "Kita siap negosiasi lagi karena Andik sudah coling down," ucap Ram.
Hingga saat ini, Andik merupakan satu-satunya punggawa Persebaya musim lalu yang belum teken kontrak dengan Persebaya. Permintaan Andik dianggap terlalu tinggi tidak sesuai dengan budget keuangan Persebaya.
Kabarnya Andik meminta harga 900 juta. Sedangkan kubu Persebaya bersikukuh menawar Rp 800 juta. Keberanian Andik menolak tawaran harga, karena beberapa klub ada yang berani membanderol Rp 1 miliar, seperti Gresik United dan Sriwijaya FC.
Sebelumnya, Saleh Mukadar mengatakan dirinya memanggil Andik bukan ikut campur, tapi lantaran dirinya masih menjabat Komisaris Persebaya. "Saya hanya jadi jembatan. Saya ingin Andik berbeda cara berpikirnya. Sebab Persebaya lah yang membesarkan dia dan Andik memahami itu. Ini modal bagus untuk bertemu manajemen dan melakukan nego ulang," ujarnya.
Saleh meminta agar manajemen Persebaya memahami permintaan kenaikan harga kontrak Andik musim depan. "Wajar jika Andik minta harganya naik, tapi saya juga minta Andik agar naiknya tidak terlalu tinggi. Bagaimanpun Persebaya yang membesarkanya, meski seandainya ada yang menawar Andik Rp1,2 miliar, " ucap Saleh menirukan pesanya kepada Andik.
Terpisah Andik membatah jika ada masalah dengan Persebaya. Meski sempat dikabarkan, jika dirinya meminta pelunasan gaji musim lalu sebelum membicarakan kontrak baru, "Sebenarnya tidak ada ganjalan. Cuma nunggu kesepakatan antara saya dengan Persebaya," ujar Andik.
Sementara Pelatih Persebaya, Ibnu Grahan mendesak proses negoisasi kontrak Andik segera tuntas sebelum laga ujicoba melawan Perak FA, 15 Desember, pekan depan. "Apalagi tanggal 15 Desember sudah ada ujicoba intersional, kita harap cepat selesai dan Andik bisa bergabung dengan tim, " pintanya.
Kecemasan Ibnu terkait masa depan Andik di Persebaya memang wajar. Sebab, sebelumnya Ibnu sempat mengatakan Andik akan kembali berlatih, Kamis (6/12). Tapi ternyata hanya dua rekannya di Timnas yang bergabung yaitu Taufiq dan kiper Endra Prasetya.
Sayangnya, meski Saleh Mukadar sudah bertemu dengan Andik di Surabaya, Kamis (6/12) petang, namun belum ada kesepakatan baru. "Saya sebagai bagian dari manajemen akan segera mengomunikasikan dengan Pak Gede (CEO Persebaya) hasil pertemuan Andik dan Pak Saleh, kami harap pekan ini clear, " ujar Media Relation, Persebaya Ram Surahman.
Dari hasil pertemuan tersebut, Ram mengatakan manajemen siap membicarakan kembali masalah kontrak Andik yang mengalami kebuntuan. Sebab, pemain yang dikenal sebagai Messi Asia itu dianggap sudah mau menurunkan permintaan harga. "Kita siap negosiasi lagi karena Andik sudah coling down," ucap Ram.
Hingga saat ini, Andik merupakan satu-satunya punggawa Persebaya musim lalu yang belum teken kontrak dengan Persebaya. Permintaan Andik dianggap terlalu tinggi tidak sesuai dengan budget keuangan Persebaya.
Kabarnya Andik meminta harga 900 juta. Sedangkan kubu Persebaya bersikukuh menawar Rp 800 juta. Keberanian Andik menolak tawaran harga, karena beberapa klub ada yang berani membanderol Rp 1 miliar, seperti Gresik United dan Sriwijaya FC.
Sebelumnya, Saleh Mukadar mengatakan dirinya memanggil Andik bukan ikut campur, tapi lantaran dirinya masih menjabat Komisaris Persebaya. "Saya hanya jadi jembatan. Saya ingin Andik berbeda cara berpikirnya. Sebab Persebaya lah yang membesarkan dia dan Andik memahami itu. Ini modal bagus untuk bertemu manajemen dan melakukan nego ulang," ujarnya.
Saleh meminta agar manajemen Persebaya memahami permintaan kenaikan harga kontrak Andik musim depan. "Wajar jika Andik minta harganya naik, tapi saya juga minta Andik agar naiknya tidak terlalu tinggi. Bagaimanpun Persebaya yang membesarkanya, meski seandainya ada yang menawar Andik Rp1,2 miliar, " ucap Saleh menirukan pesanya kepada Andik.
Terpisah Andik membatah jika ada masalah dengan Persebaya. Meski sempat dikabarkan, jika dirinya meminta pelunasan gaji musim lalu sebelum membicarakan kontrak baru, "Sebenarnya tidak ada ganjalan. Cuma nunggu kesepakatan antara saya dengan Persebaya," ujar Andik.
Sementara Pelatih Persebaya, Ibnu Grahan mendesak proses negoisasi kontrak Andik segera tuntas sebelum laga ujicoba melawan Perak FA, 15 Desember, pekan depan. "Apalagi tanggal 15 Desember sudah ada ujicoba intersional, kita harap cepat selesai dan Andik bisa bergabung dengan tim, " pintanya.
Kecemasan Ibnu terkait masa depan Andik di Persebaya memang wajar. Sebab, sebelumnya Ibnu sempat mengatakan Andik akan kembali berlatih, Kamis (6/12). Tapi ternyata hanya dua rekannya di Timnas yang bergabung yaitu Taufiq dan kiper Endra Prasetya.
(aww)