Sodok ketiga, pembalap tim Tangsel rebut white jersey

Sabtu, 08 Desember 2012 - 03:06 WIB
Sodok ketiga, pembalap...
Sodok ketiga, pembalap tim Tangsel rebut white jersey
A A A
Sindonews.com - Jawara etape pertama Banyuwangi Tour de Ijen (BTdI) 2012 menjadi milik Shaekov Vadim. Pembalap asal Team National Uzbekistan itu sukses finis tercepat dalam rute sejauh 124; 7 kilometer dengan catatan waktu 3:02:53 jam.

Posisi kedua ditempati pembalap asal CCN Cycling Team, Timo Scholz. Sedangkan pembalap Indonesia asal Jawa Timur, Hari Fitrianto yang sekarang bernaung di Team Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil menyodok di urutan ketiga.

Ketangguhan para pembalap benar-benar diuji di etap pertama. Sebab, start di depan kantor Bupati Banyuwangi diawali dengan cuaca panas, namun ratusan rider dari berbagai negara itu harus mengakhiri lomba dengan guyuran hujan deras.

Dari hasil etape pertama ini, maka Shekov Vadim berhak mengenakan Yellow Jersey (indivual general classification) pada etape kedua. Tak hanya itu, dengan finish pertama maka Shaekov juga berhak menyandang Green Jersey (Point Classification).

Lalu, Hari Fitrianto yang berada di urutan ketiga berhak atas White Jersey (Best Indonesian Rider). Satu lagi, Red Jersey (Best Climbers Classification) untuk sementara disandang pembalap asal Team Hongkong China, Yeung Yin Hon Ronald.

Mayoritas pembalap mengakui etape pertama Banyuwangi Tour de Ijen 2012 cukup berat. Tantangan yang harus dihadapi adalah faktor cuaca yang tak menentu. Bahkan, semua pembalap harus melewati jalan yang penuh dengan genangan air karena hujan turun cukup lebat. "Ini sangat berat, cuacanya berubah. Pertama panas terus hujan," ucap Shaekov Vadim.

Hal senada juga diungkapkan Hari Fitrianto. Rute pada etape pertama cukup menantang. Tapi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu membuat semua pembalap harus berjuang lebih keras. "Menarik, pemandangan alamnya juga indah. Tapi cuaca yang membuat balapan lebih berat," terangnya.

Beratnya medan lomba pada etape pertama ini bukan hanya dirasakan para pembalap. Akan tetapi juga dirasakan oleh sejumlah official team. Kondisi jalan sempit membuat official team yang ikut mengawal perlombaan kesulitan dalam melakukan menyuplai minuman kepada pembalap.

Beruntung panitia atas kondisi tersebut dengan menyediakan minuman di pinggir jalan. "Ada netral car yang berhenti di pinggir jalan. Kalau tidak salah tadi ada dua kali netral car," ucap manager RCCC, Mustika Puspita.

Sementara Etape kedua Banyuwangi Tour de Ijen (BTdI) hari ini, bakal menjadi pertempuran para Raja Tanjakan. Sebab, ketinggian kawah Ijen 2000 meter di atas permukaan laut disebut-sebut sebagi tanyakan paling ekstrim se Asia Tenggara.

Dengan rute Kali Baru-Kawah Ijen berjarak tempuh total 147,4 kilometer diyakini etape kedua bisa menjadi penentuan gelar juara umum BTdI 2012. Sebab, etapek etape ketiga atau terakhir mempelombakan circuit race di kota Banyuwangi dengan jarak tempu hahnya 110 km dari 10 lap.

”Yang mengincar gelar juara umum akan habis-habisan di etape kedua ini, " ujar Puspita, pembalap gaek Indonesia yang kini memperkuat tim Australia.

Memang dari tiga etape yang disajikan, etape kedua memang paling menantang. Bukan hanya lebih jauh dibandingkan etape pertama yang hanya sejauh 124,7, para rider juga dihadapkan pada tanjakan kawah ijin yang penuh liku.

"Strategi semua tim pasti akan berbeda dibandingkan etape pertama, karena medan juga beda, " timpal Sastra Harijanto Tjondrokusumo, manajer Polygon Sweet Nice (PSN).

Memang, dibandingkan etape pertama rute etape kedua memang memiliki karakter berlawanan. Jika etape pertama, diawali dengan tanjakan. Maka etape kedua justru sebaliknya. Diawal start jalan mendatar, namun mendekati 60 kilometer garis finish jalur terus menajak. Bisa jadi para raja tanjakan akan menjadi jawara di etape kedua nanti.

Pembalap nasional Tonton Susanto yang kini memberla Banyuwangi Road Cyling Club (BRCC) berpeluang meyentuh finish pertama. Namun, tidak mudah karena raja tanjakan lainya seperti Oscar Pujol Munoz dari Spanyol yang membela PSN siap mengacam.

Apalagi Munoz berpredikat sebagai jawara Tour de Singkarak. "Pertarungan akan terjadi antara Munoz dengan Tonton, " ucap Guntur Priambodo, Manajer BRCC.
(aww)
Berita Terkait
Korban Terus Bertambah...
Korban Terus Bertambah di Prancis, Bagaimana Nasib Tour de France?
Tak Diperkuat Froome...
Tak Diperkuat Froome dan Thomas, Ineos Andalkan Egan Bernal di Tour de France
Tak Sekedar Juara, Pogacar...
Tak Sekedar Juara, Pogacar Ukir Sejarah di Tour de France 2020
Juara Tour de France,...
Juara Tour de France, Mimpi Chaves yang Belum Terwujud
Cedera, Egan Bernal...
Cedera, Egan Bernal Mundur dari Ajang Tour de France 2020
Sejarah Jersey Hijau...
Sejarah Jersey Hijau Bennett di Ajang Tour de France 2020
Berita Terkini
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
1 jam yang lalu
Juara 2 di Kompetisi...
Juara 2 di Kompetisi Berkuda Shark Anantya, Narantraya Jeihan Widjaya Tatap Porda Jabar
2 jam yang lalu
FIFA Perketat Aturan,...
FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
4 jam yang lalu
Hong Kong Bongkar Sindikat...
Hong Kong Bongkar Sindikat Merchandise Piala Dunia Palsu Senilai Rp359 Miliar
5 jam yang lalu
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
6 jam yang lalu
Piala Dunia 2026: Jersey...
Piala Dunia 2026: Jersey Haiti Kena Semprit FIFA
8 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Terbentuknya...
Sejarah Terbentuknya Tim Wingsuit Kopasgat, Minimal Punya 1.500 Jam Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved