Filipina terdiam ketika Pacquiao tumbang
Minggu, 09 Desember 2012 - 19:35 WIB
Filipina terdiam ketika Pacquiao tumbang
A
A
A
Sindonews.com - Hampir seluruh rakyat Filipina meratapi kekalahan yang diderita petinju andalannya, Manny Pacquiao. Mereka terdiam membisu ketika melihat 'pahlawan' negaranya itu dikanvaskan oleh Juan Manuel Marquez dalam pertarungan yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu pagi (9/12).
Masyarakat Filipina yang menyaksikan pertandingan itu di gedung bioskop, hotel, taman umum, dan bahkan tentara yang berada di barak, terdiam seribu bahasa ketika Pacquiao menderita kekalahan kedua di tahun ini. "Saya sangat terkejut. Saya tak percaya Mannya (roboh) ketika sedang unggul dalam pengumpulan poin," ujar tukang cukur, Pedro Varela, setelah menyaksikan pertarungan di sebuah gedung bioskop di pusat perbelanjaan Manila, seperti dikutip Super Sport, Minggu.
"Itu pertarungan yang bagus, Manny memberikan semuanya. Ia mengesankan, itu adalah satu pukulan beruntung dari Marquez."
Marquez, yang telah menderita dua kekalahan dari tiga pertemuan sebelumnya, menerjang Pacquiao dan mengkanvaskannya di ronde keenam dalam pertarungan non-gelar kelas welter di MGM Grand Garden Arena. Setelah roboh, petinju kidal asli Filipina itu terbangun dan sempat melemparkan senyum kepada Marquez dan kemudian menjabat tangannya di tengah ring.
Para penggemar pun terkejut dan melontarkan pujian kepada kedua petinju itu, terutama kepada Pacquiao. Seorang tentara Filipina pun mengatakan bahwa Pacquiao, seorang anggota kongres terpilih dan letnan kolonel dalam pasukan cadangan, masih tetap menjadi ikon ketekunan, keunggulan, dan berdedikasi, bukan hanya untuk para prajurit tapi juga untuk jutaan warga Filipina.
"Pacquiao melakukan yang terbaik tetapi ternyata Marquez keluar sebagai petinju yang lebih baik," kata juru bicara militer Kolonel Arnulfo Burgos dalam sebuah pernyataan.
Ketika pertarungan antara Pacquiao-Marquez berlangsung, jalan-jalan di Manila sangat sepi, karena hampir semua penduduknya menyaksikan duel tersebut.
Masyarakat Filipina yang menyaksikan pertandingan itu di gedung bioskop, hotel, taman umum, dan bahkan tentara yang berada di barak, terdiam seribu bahasa ketika Pacquiao menderita kekalahan kedua di tahun ini. "Saya sangat terkejut. Saya tak percaya Mannya (roboh) ketika sedang unggul dalam pengumpulan poin," ujar tukang cukur, Pedro Varela, setelah menyaksikan pertarungan di sebuah gedung bioskop di pusat perbelanjaan Manila, seperti dikutip Super Sport, Minggu.
"Itu pertarungan yang bagus, Manny memberikan semuanya. Ia mengesankan, itu adalah satu pukulan beruntung dari Marquez."
Marquez, yang telah menderita dua kekalahan dari tiga pertemuan sebelumnya, menerjang Pacquiao dan mengkanvaskannya di ronde keenam dalam pertarungan non-gelar kelas welter di MGM Grand Garden Arena. Setelah roboh, petinju kidal asli Filipina itu terbangun dan sempat melemparkan senyum kepada Marquez dan kemudian menjabat tangannya di tengah ring.
Para penggemar pun terkejut dan melontarkan pujian kepada kedua petinju itu, terutama kepada Pacquiao. Seorang tentara Filipina pun mengatakan bahwa Pacquiao, seorang anggota kongres terpilih dan letnan kolonel dalam pasukan cadangan, masih tetap menjadi ikon ketekunan, keunggulan, dan berdedikasi, bukan hanya untuk para prajurit tapi juga untuk jutaan warga Filipina.
"Pacquiao melakukan yang terbaik tetapi ternyata Marquez keluar sebagai petinju yang lebih baik," kata juru bicara militer Kolonel Arnulfo Burgos dalam sebuah pernyataan.
Ketika pertarungan antara Pacquiao-Marquez berlangsung, jalan-jalan di Manila sangat sepi, karena hampir semua penduduknya menyaksikan duel tersebut.
(nug)