Garuda Kukar Bandung perbaiki mental
Minggu, 09 Desember 2012 - 22:54 WIB
Garuda Kukar Bandung perbaiki mental
A
A
A
Sindonews.com – Garuda Kukar Bandung tampil kurang memuaskan di Speedy National Basketball League (NBL) Indonesia Seri I Bandung. Bertindak sebagai tuan rumah, Wendha dkk hanya mampu meraih tiga kemenangan dari enam kali bertanding. Tim kebanggaan masyarakat basket Kota Kembang ini pun tertahan di peringkat empat, di bawah CLS Knights Surabaya, Pelita Jaya Esia Jakarta, dan Dell Aspac Jakarta.
Menanggapi hasil NBL Indonesia Seri I, asisten pelatih Garuda Kukar Bandung Rinaldo, mengaku, tidak terlalu mempermasalahkannya. Menurutnya, dengan komposisi pemain muda yang dimiliki Garuda, hasil ini terbilang positif. Terlebih klub-klub yang peringkat klasemennya ada di atas Garuda memang merupakan tim tangguh.
“Bagi kami, apa yang telah diraih di seri pertama kemarin merupakan sebuah pencapaian positif. Karena tim yang kami miliki terdiri dari para pemain muda yang masih butuh perkembangan dalam penampilannya. Dan menurut saya, peringkat empat di klasemen bukan merupakan hasil yang terlalu buruk,” tutur Rinaldo.
Dia menyebutkan, para pemain muda kerap mengalami sejumlah kendala dalam bermain. Diantaranya adalah permasalahan mental yang belum stabil. Bahkan, Wendha dkk sering kali tidak mampu keluar dari tekanan di lapangan, baik preasure dari tim lawan maupun penonton. Masih terbatasnya jam terbang yang dimiliki para pemain Garuda Kukar Bandung, juga membuat performa mereka cenderung naik turun.
“Para pemain muda memang memiliki tipikal performa yang naik turun, sangat fluktuatif. Tapi seiring bertambahnya pengalaman, penampilan mereka akan semakin stabil. Itu yang belum kami miliki,” ujar Rinaldo. Kondisi ini diperparah dengan cedera pemain andalan Hendru Ramli. Akibatnya, Hendru pun tidak bisa diturunkan sejak laga pertama.
Garuda Kukar Bandung pun tampaknya tak ingin membuang jeda waktu sebelum NBL Indonesia Seri II Jakarta dimulai. Terlebih, pada seri yang diadakan 12-20 Januari 2013 tersebut, tim lain pun dipastikan melakukan berbagai penyempurnaan dalam performanya. Rinaldo pun yakin, di seri selanjutnya Garuda Bandung bisa bermain lebih baik.
“Semua tim memiliki waktu yang sama untuk memperbaiki penampilannya di Seri pertama, agar bisa lebih mantap di seri-seri selanjutnya. Tinggal tim mana yang bisa lebih memanfaatkan jeda tersebut, maka penampilannya tentu mengalami peningkatan yang lebih signifikan,” tuturnya.
Hampir serupa, Stadium Jakarta juga tidak dapat meraih hasil sesuai target mereka. Indra Budianto dkk gagal mengumpulkan tiga kemenangan seperti yang digadangkan sebelum NBL Indonesia Seri I dimulai. Dari enam pertandingan yang dilakoni Stadium, empat diantaranya harus berakhir dengan kekalahan. Tim ini pun tertahan di posisi tujuh klasemen. “Tadinya kami menargetkan tiga kemenangan di Seri I Bandung, tapi memang tidak dapat terpenuhi. Semoga di seri selanjutnya perjalanan Stadium bisa lebih mulus,” ujar Lucku Pinontoan, Asisten Pelatih Stadium Jakarta.
Menanggapi hasil NBL Indonesia Seri I, asisten pelatih Garuda Kukar Bandung Rinaldo, mengaku, tidak terlalu mempermasalahkannya. Menurutnya, dengan komposisi pemain muda yang dimiliki Garuda, hasil ini terbilang positif. Terlebih klub-klub yang peringkat klasemennya ada di atas Garuda memang merupakan tim tangguh.
“Bagi kami, apa yang telah diraih di seri pertama kemarin merupakan sebuah pencapaian positif. Karena tim yang kami miliki terdiri dari para pemain muda yang masih butuh perkembangan dalam penampilannya. Dan menurut saya, peringkat empat di klasemen bukan merupakan hasil yang terlalu buruk,” tutur Rinaldo.
Dia menyebutkan, para pemain muda kerap mengalami sejumlah kendala dalam bermain. Diantaranya adalah permasalahan mental yang belum stabil. Bahkan, Wendha dkk sering kali tidak mampu keluar dari tekanan di lapangan, baik preasure dari tim lawan maupun penonton. Masih terbatasnya jam terbang yang dimiliki para pemain Garuda Kukar Bandung, juga membuat performa mereka cenderung naik turun.
“Para pemain muda memang memiliki tipikal performa yang naik turun, sangat fluktuatif. Tapi seiring bertambahnya pengalaman, penampilan mereka akan semakin stabil. Itu yang belum kami miliki,” ujar Rinaldo. Kondisi ini diperparah dengan cedera pemain andalan Hendru Ramli. Akibatnya, Hendru pun tidak bisa diturunkan sejak laga pertama.
Garuda Kukar Bandung pun tampaknya tak ingin membuang jeda waktu sebelum NBL Indonesia Seri II Jakarta dimulai. Terlebih, pada seri yang diadakan 12-20 Januari 2013 tersebut, tim lain pun dipastikan melakukan berbagai penyempurnaan dalam performanya. Rinaldo pun yakin, di seri selanjutnya Garuda Bandung bisa bermain lebih baik.
“Semua tim memiliki waktu yang sama untuk memperbaiki penampilannya di Seri pertama, agar bisa lebih mantap di seri-seri selanjutnya. Tinggal tim mana yang bisa lebih memanfaatkan jeda tersebut, maka penampilannya tentu mengalami peningkatan yang lebih signifikan,” tuturnya.
Hampir serupa, Stadium Jakarta juga tidak dapat meraih hasil sesuai target mereka. Indra Budianto dkk gagal mengumpulkan tiga kemenangan seperti yang digadangkan sebelum NBL Indonesia Seri I dimulai. Dari enam pertandingan yang dilakoni Stadium, empat diantaranya harus berakhir dengan kekalahan. Tim ini pun tertahan di posisi tujuh klasemen. “Tadinya kami menargetkan tiga kemenangan di Seri I Bandung, tapi memang tidak dapat terpenuhi. Semoga di seri selanjutnya perjalanan Stadium bisa lebih mulus,” ujar Lucku Pinontoan, Asisten Pelatih Stadium Jakarta.
(nug)