Dua pemain Chelsea coba tipu wasit
Senin, 10 Desember 2012 - 09:38 WIB
Dua pemain Chelsea coba tipu wasit
A
A
A
Sindonews.com – Diving bukan menjadi milik striker atau gelandang saja.Para penghuni lini belakang juga kerap melakukan simulasi untuk kepentingan tim.
Kehadiran bek ini cukup mengejutkan.Seperti tidak mau ketinggalan dengan rekan-rekannya di posisi berbeda,mereka sering terjatuh meski menerima kontak minimal. Buktinya bisa dilihat pada daftar statistik yang terkumpul sejak 2011/2012.
Duo Chelsea Branislav Ivanovic dan David Luiz patut dikedepankan. Keduanya sama-sama pernah tertangkap basah berbuat simulasi di lapangan.Ulah mereka pun memperburuk reputasi Chelsea sebagai sarang kecurangan.
Sebab,sudah ada lima punggawa klub London Barat itu yang mendapat peringatan wasit dan total menghasilkan tujuh kartu kuning karena diving. Mereka adalah Ivanovic, Luiz,Fernando Torres (2),Oscar (2),dan Daniel Sturridge. Uniknya,hukuman itu tidak menghasilkan efek jera.
Buktinya, Ivanovic mencoba menipu wasit pada partai kontra Stoke City,September lalu. Namun,ulahnya lolos dari sanksi wasit. “Bagaimana mungkin wasit menghukum Oscar yang diving,tapi tidak memberikan apa-apa bagi Ivanovic.Dia semestinya dijerat larangan tampil beberapa laga,” tutur Pelatih Stoke Tony Pulis,dilansir Telegraph.
Daniel Agger merupakan bek terkenal yang masuk buku catatan korps berbaju hitam akibat simulasi.Kebetulan,ulah Agger turut merusak kredibilitas Liverpool. Ada enam kartu kuning ditujukan pada anggota juara Inggris 18 kali tersebut menyusul usaha mereka mengelabui pengadil pertandingan.Pelaku lain mencakup Luis Suarez (3),Andy Carroll (dipinjamkan ke West Ham United),dan Craig Bellamy (kini Cardiff City). Sementara itu,penghuni lini belakang terakhir yang berbuat pelanggaran sama adalah Pablo Zabaleta.
Pemain Manchester City itu bertindak demikian sembari menjalankan tugas membantu serangan tim.Zabaleta mengemban tanggung jawab tersebut karena fungsinya sebagai bek sayap. Kehadiran para bek ini menunjukkan makin mewabahnya budaya diving.Tidak heran jika banyak pihak menyuarakan kekecewaan pada Football Association karena belum menemukan sistem ideal untuk menghilangkan problema ini.
Kehadiran bek ini cukup mengejutkan.Seperti tidak mau ketinggalan dengan rekan-rekannya di posisi berbeda,mereka sering terjatuh meski menerima kontak minimal. Buktinya bisa dilihat pada daftar statistik yang terkumpul sejak 2011/2012.
Duo Chelsea Branislav Ivanovic dan David Luiz patut dikedepankan. Keduanya sama-sama pernah tertangkap basah berbuat simulasi di lapangan.Ulah mereka pun memperburuk reputasi Chelsea sebagai sarang kecurangan.
Sebab,sudah ada lima punggawa klub London Barat itu yang mendapat peringatan wasit dan total menghasilkan tujuh kartu kuning karena diving. Mereka adalah Ivanovic, Luiz,Fernando Torres (2),Oscar (2),dan Daniel Sturridge. Uniknya,hukuman itu tidak menghasilkan efek jera.
Buktinya, Ivanovic mencoba menipu wasit pada partai kontra Stoke City,September lalu. Namun,ulahnya lolos dari sanksi wasit. “Bagaimana mungkin wasit menghukum Oscar yang diving,tapi tidak memberikan apa-apa bagi Ivanovic.Dia semestinya dijerat larangan tampil beberapa laga,” tutur Pelatih Stoke Tony Pulis,dilansir Telegraph.
Daniel Agger merupakan bek terkenal yang masuk buku catatan korps berbaju hitam akibat simulasi.Kebetulan,ulah Agger turut merusak kredibilitas Liverpool. Ada enam kartu kuning ditujukan pada anggota juara Inggris 18 kali tersebut menyusul usaha mereka mengelabui pengadil pertandingan.Pelaku lain mencakup Luis Suarez (3),Andy Carroll (dipinjamkan ke West Ham United),dan Craig Bellamy (kini Cardiff City). Sementara itu,penghuni lini belakang terakhir yang berbuat pelanggaran sama adalah Pablo Zabaleta.
Pemain Manchester City itu bertindak demikian sembari menjalankan tugas membantu serangan tim.Zabaleta mengemban tanggung jawab tersebut karena fungsinya sebagai bek sayap. Kehadiran para bek ini menunjukkan makin mewabahnya budaya diving.Tidak heran jika banyak pihak menyuarakan kekecewaan pada Football Association karena belum menemukan sistem ideal untuk menghilangkan problema ini.
(wbs)