Suimin rekrut striker asing berkarakter PSMS
Senin, 10 Desember 2012 - 17:35 WIB
Suimin rekrut striker asing berkarakter PSMS
A
A
A
Sindonews.com - Hasil maksimal yang diraih di Turnamen Bupati Cup di Idi, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), sejak Rabu (5/12) lalu menyisakan evaluasi bagi tim PSMS besutan Suimin Diharja. Namun, di sisi lain, hasil runner-up yang dicapai tim besutan pelatih Suimin Diharja menghasilkan progres positif.
"Di dua pertandingan, kami menang 3-1 menghadapi PSBL, dan skor 1-1 menghadapi Persidi. Memasukkan empat gol dan kemasukan satu gol karena gol penalti tidak kami hitung. Hasil ini cukup baik, lini tengah dan penyerang bekerja maksimal. Hal ini menjadi pertimbangan bagi kami untuk merekrut dua striker asing dan satu gelandang asing," ujar Suimin, Senin (10/12).
Saat ini, PSMS Medan besutan Suimin hanya memiliki dua striker murni, Nico Susanto dan Suheri Daud. Kondisi yang kurang baik itu pula yang membuat Suimin menyatakan akan merekrut dua striker asing. PSMS Medan kendati harus menyerah pada babak adu penalti di partai final menghadapi Persidi Idi, Jumat (7/12) setelah di babak waktu normal skor bertahan 1-1. Hasil itu dinilai Suimin cukup baik, di tengah krisis striker.
"Kami rencananya merekrut dua pemain asing di posisi striker. Pemain yang punya karakter fighter seperti PSMS Medan. Satu lagi pemain asing rencananya akan mengisi posisi pemain tengah,"
Suimin menggambarkan, striker yang diharapkan bergabung adalah striker Asia yakni dari dataran China. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan animo masyarakat termasuk komunitas Tionghoa yang ada di Kota Medan.
"Namanya sepak bola, ada segi entertainment yang perlu ditingkatkan. Dengan adanya pemain asal China, harapannya animo dan dukungan masyarakat keturunan di Medan ini bisa meningkat. Tentunya juga harus seiring dengan prestasi tim," bebernya.
Sedangkan satu striker lagi kemungkinan akan diisi pemaindari Amerika Latin yang dikenal punya karakter petarung. "Pemain tengah dan striker satu lagi bisa jadi dari Chile atau Argentina yang punya tipe fighter," sebut eks pelatih Persijap Jepara itu.
Lantas, apakah Suimin hanya akan mempercayakan lini belakang kepada pemain lokal. Memang saat ini PSMS memiliki empat stopper yakni Agung Prasetyo dan Hardiantono yang merupakan eks pilar PON Sumut, serta Aun Carbiny dan Andre Sitepu. "Kebobolan satu gol, terbukti pemain belakang cukup baik. Jadi, ada pertimbangan, skuad lini belakang akan diisi pemain lokal saja, kita lihat nanti," beber Suimin.
Sementara, dari sesi latihan kemarin, Suimin dan para asistennya mulai membenahi kekuraangan tim yang ada. Mudahnya pemain kehilangan bola dinilai terjadi karena buruknya passing yang dilakukan. "Kehilangan bola karena bukan karena pressure lawan yang bagus, tp krna memaksakan dan kurang kualitas teknisnya," kata Suimin.
Untuk itu latihan kemarin memfokuskan pada passing development possession yakni penempatan bola dalam posisi apa pun. "Kalau penempatan bola tidak bagus, bola hilang, kalau penempatan bola bagus, bola tidak akan hilang," sebutnya.
Suimin menyatakan, kualitas teknis operan yang bagus, menghasilkan penempatan bola yang baik. "Kalau kualitas passing. Jangankan di kita Indonesia, di Eropa pun ada masalah teknis fundamental seperti ini," akunya.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan, Alexander Gho mengaku akan mengakomodir keinginan pelatih untuk mendatangkan pemain asing. "Yang pasti, pemain asing akan didatangkan saat pemusatan latihan sudah fix tempat dan segala hal pendukungnya. Kami harapkan segera mungkin," ungkapnya.
"Di dua pertandingan, kami menang 3-1 menghadapi PSBL, dan skor 1-1 menghadapi Persidi. Memasukkan empat gol dan kemasukan satu gol karena gol penalti tidak kami hitung. Hasil ini cukup baik, lini tengah dan penyerang bekerja maksimal. Hal ini menjadi pertimbangan bagi kami untuk merekrut dua striker asing dan satu gelandang asing," ujar Suimin, Senin (10/12).
Saat ini, PSMS Medan besutan Suimin hanya memiliki dua striker murni, Nico Susanto dan Suheri Daud. Kondisi yang kurang baik itu pula yang membuat Suimin menyatakan akan merekrut dua striker asing. PSMS Medan kendati harus menyerah pada babak adu penalti di partai final menghadapi Persidi Idi, Jumat (7/12) setelah di babak waktu normal skor bertahan 1-1. Hasil itu dinilai Suimin cukup baik, di tengah krisis striker.
"Kami rencananya merekrut dua pemain asing di posisi striker. Pemain yang punya karakter fighter seperti PSMS Medan. Satu lagi pemain asing rencananya akan mengisi posisi pemain tengah,"
Suimin menggambarkan, striker yang diharapkan bergabung adalah striker Asia yakni dari dataran China. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan animo masyarakat termasuk komunitas Tionghoa yang ada di Kota Medan.
"Namanya sepak bola, ada segi entertainment yang perlu ditingkatkan. Dengan adanya pemain asal China, harapannya animo dan dukungan masyarakat keturunan di Medan ini bisa meningkat. Tentunya juga harus seiring dengan prestasi tim," bebernya.
Sedangkan satu striker lagi kemungkinan akan diisi pemaindari Amerika Latin yang dikenal punya karakter petarung. "Pemain tengah dan striker satu lagi bisa jadi dari Chile atau Argentina yang punya tipe fighter," sebut eks pelatih Persijap Jepara itu.
Lantas, apakah Suimin hanya akan mempercayakan lini belakang kepada pemain lokal. Memang saat ini PSMS memiliki empat stopper yakni Agung Prasetyo dan Hardiantono yang merupakan eks pilar PON Sumut, serta Aun Carbiny dan Andre Sitepu. "Kebobolan satu gol, terbukti pemain belakang cukup baik. Jadi, ada pertimbangan, skuad lini belakang akan diisi pemain lokal saja, kita lihat nanti," beber Suimin.
Sementara, dari sesi latihan kemarin, Suimin dan para asistennya mulai membenahi kekuraangan tim yang ada. Mudahnya pemain kehilangan bola dinilai terjadi karena buruknya passing yang dilakukan. "Kehilangan bola karena bukan karena pressure lawan yang bagus, tp krna memaksakan dan kurang kualitas teknisnya," kata Suimin.
Untuk itu latihan kemarin memfokuskan pada passing development possession yakni penempatan bola dalam posisi apa pun. "Kalau penempatan bola tidak bagus, bola hilang, kalau penempatan bola bagus, bola tidak akan hilang," sebutnya.
Suimin menyatakan, kualitas teknis operan yang bagus, menghasilkan penempatan bola yang baik. "Kalau kualitas passing. Jangankan di kita Indonesia, di Eropa pun ada masalah teknis fundamental seperti ini," akunya.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan, Alexander Gho mengaku akan mengakomodir keinginan pelatih untuk mendatangkan pemain asing. "Yang pasti, pemain asing akan didatangkan saat pemusatan latihan sudah fix tempat dan segala hal pendukungnya. Kami harapkan segera mungkin," ungkapnya.
(aww)