Suporter dibekukan polisi, Jakabaring tidak angker lagi
Selasa, 11 Desember 2012 - 22:18 WIB
Suporter dibekukan polisi, Jakabaring tidak angker lagi
A
A
A
Sindonews.com - Pembekuan aktivitas tiga kelompok suporter Sriwijaya FC mulai terasa efeknya. Tidak ada gemuruh dari Sriwijaya Mania Sumsel (SMS), Singa Mania, dan Sriwijaya Mandiri Suporter (Simanis) saat Sriwijaya FC menjadi tuan rumah Inter Island Cup 2012.
Kondisi itu dikhawatirkan berbuntut kepada semangat tempur penggawa SFC saat mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan. "Saya juga tidak tahu itu bagaimana, yang jelas pemain pastinya sangat membutuhkan dukungan dan support suporter di pertandingan ISL nanti,"kata Pelatih Kepala Sriwijaya Football Club (SFC) Kas Hartadi.
Menurut pelatih asal Solo itu, keangkeran home base SFC (Gelora Sriwijaya Jakabaring) dan rekor tidak pernah kalah pada ISL musim lalu tidak lepas dari kehadiran tiga suporter SFC tersebut. "Memang IIC terlihat belum terpengaruh tanpa suporter SFC. Namun, di ISL, tanpa hadirnya suporter di kandang sendiri akan memengaruhi laga nantinya,"terang Kas Hartadi.
Terpisah, Ketua Sriwijaya Mania Sumsel (SMS) Eddy Ismail menuturkan, hilangnya suporter di dalam stadion tidak membuat lawan menjadi gemetar ketika berkujung ke Palembang. Namun pembekuan suporter sudah merupakan ketetapan dan pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.
"Ada rasa kecewa karena pendukung lain bisa bernyanyi di stadion kita dan memakai atribut kebesaran mereka. Sedangkan kita di stadion sendiri tidak bisa bernyanyi dan menggunakan atribut suporter,"kata salah satu ketua suporter SFC ini.
Kondisi itu dikhawatirkan berbuntut kepada semangat tempur penggawa SFC saat mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan. "Saya juga tidak tahu itu bagaimana, yang jelas pemain pastinya sangat membutuhkan dukungan dan support suporter di pertandingan ISL nanti,"kata Pelatih Kepala Sriwijaya Football Club (SFC) Kas Hartadi.
Menurut pelatih asal Solo itu, keangkeran home base SFC (Gelora Sriwijaya Jakabaring) dan rekor tidak pernah kalah pada ISL musim lalu tidak lepas dari kehadiran tiga suporter SFC tersebut. "Memang IIC terlihat belum terpengaruh tanpa suporter SFC. Namun, di ISL, tanpa hadirnya suporter di kandang sendiri akan memengaruhi laga nantinya,"terang Kas Hartadi.
Terpisah, Ketua Sriwijaya Mania Sumsel (SMS) Eddy Ismail menuturkan, hilangnya suporter di dalam stadion tidak membuat lawan menjadi gemetar ketika berkujung ke Palembang. Namun pembekuan suporter sudah merupakan ketetapan dan pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.
"Ada rasa kecewa karena pendukung lain bisa bernyanyi di stadion kita dan memakai atribut kebesaran mereka. Sedangkan kita di stadion sendiri tidak bisa bernyanyi dan menggunakan atribut suporter,"kata salah satu ketua suporter SFC ini.
(aww)