Gurning variasi latihan fisik dan teknik
Rabu, 12 Desember 2012 - 17:19 WIB
Gurning variasi latihan fisik dan teknik
A
A
A
Sindonews.com - Berbeda dengan tim PSMS Medan besutan pelatih Suimin Diharja yang mendatangkan jasa pelatih fisik, Nimrot Manalu. Tim PSMS yang diarsiteki Abdul Rahman Gurning tidak memiliki sosok yang lazim disebut physical trainer tersebut.
Gurning mengaku, latihan fisik pemain dilakukan olehnya. "Cukup ini saja tim kita. Fisik langsung dari saya programnya," ujarnya diwawancara kemarin.
Sejak Senin (10/12) lalu, Gurning terlihat memvariasikan menu latihan. Selain fisik, para pemain diinstruksikan untuk melakukan operan-operan jarak jauh. Pasca itu penggenjotan fisik dengan lari jarak pendek setengah lapangan digeber untuk memompa kemampuan fisik pemain.
"Memang saat ini, fokusnya masih optimalisasi kemampuan fisik pemain. Dilakukan dengan menggabungkan latihan teknis, itu hanya variasi saja biar tidak jenuh," katanya.
Sudah lebih dari sepekan skuad PSMS besutan Abdul Rahman Gurning menggelar latihan. Perkembangan signifikan pun mulai dirasakan Gurning soal peningkatan ketahanan stamina anak asuhnya.
Gurning mengaku mengamati perkembangan fisik skuad asuhannya dari cepat pulihnya pemain. "Dari awal kami latihan saya lihat memang sudah ada peningkatan. Kalau sebelumnya waktu digenjot fisiknya mereka lama kembali ke kondisi awal. Kalau sekarang masa recovery mereka cepat, stamina lebih cepat pulih. Itu yang saya lihat dalam latihan terakhir ini," akunya.
Gurning tak memungkiri di awal, fisik pemain terutama beberapa pilar senior cepat terkuras. Namun perlahan Gurning melihat fisik pilar besutannya mulai cepat pulih. "Kalau sebelumnya Sakti (Saktiawan Sinaga yang paling cepat drop. Tapi sekarang dia sudah mulai stabil," beber eks pelatih PSPS ini.
Namun, sewajarnya, penggenjotan fisik harus dibarengi dengan asupan nutrisi yang seimbang. Sayang, belum digelarnya pemusatan latihan penuh membuat pilar The Killer-julukan lain PSMS- masih memenuhi asupan gizinya secara pribadi yang bisa saja belum optimal.
"Memang benar harus ada asupan gizi juga. Untuk sementara ini saya masih instruksikan pemain untuk menjaga asupan secara pribadi dulu. Entah itu puding, jus timun. Saya juga berusaha ajukan juga kebutuhan itu untuk pengurus. Nanti kalau sudah TC penuh makanan anak-anak lebih terjaga," ungkapnya.
Selain itu untuk mengetahui secara detail kondisi fisik pemain, Gurning tetap memandang tes fisik dan medis harus digelar. Namun hal belum dilakukan pasca seleksi. "Memang perlu juga di tes medis biar nanti kalau ada kelainan cederaa, kami jadi tahu. Diusahakan juga nanti ada tes fisik. Tapi itu tergantung pengurus karena mereka kan masih menunggu keputusan FIFA," bebernya.
Saat ini Gurning juga belum menggelar latihan intensif dua sesi per hari, pagi dan sore hari. Eks pelatih PSMS ini masih menggelar latihan sore. "Memang pagi kami belum latihan. Nanti kalau sudah dikontrak baru kami lebih intensifkan pagi dan sore," pungkasnya.
Gurning mengaku, latihan fisik pemain dilakukan olehnya. "Cukup ini saja tim kita. Fisik langsung dari saya programnya," ujarnya diwawancara kemarin.
Sejak Senin (10/12) lalu, Gurning terlihat memvariasikan menu latihan. Selain fisik, para pemain diinstruksikan untuk melakukan operan-operan jarak jauh. Pasca itu penggenjotan fisik dengan lari jarak pendek setengah lapangan digeber untuk memompa kemampuan fisik pemain.
"Memang saat ini, fokusnya masih optimalisasi kemampuan fisik pemain. Dilakukan dengan menggabungkan latihan teknis, itu hanya variasi saja biar tidak jenuh," katanya.
Sudah lebih dari sepekan skuad PSMS besutan Abdul Rahman Gurning menggelar latihan. Perkembangan signifikan pun mulai dirasakan Gurning soal peningkatan ketahanan stamina anak asuhnya.
Gurning mengaku mengamati perkembangan fisik skuad asuhannya dari cepat pulihnya pemain. "Dari awal kami latihan saya lihat memang sudah ada peningkatan. Kalau sebelumnya waktu digenjot fisiknya mereka lama kembali ke kondisi awal. Kalau sekarang masa recovery mereka cepat, stamina lebih cepat pulih. Itu yang saya lihat dalam latihan terakhir ini," akunya.
Gurning tak memungkiri di awal, fisik pemain terutama beberapa pilar senior cepat terkuras. Namun perlahan Gurning melihat fisik pilar besutannya mulai cepat pulih. "Kalau sebelumnya Sakti (Saktiawan Sinaga yang paling cepat drop. Tapi sekarang dia sudah mulai stabil," beber eks pelatih PSPS ini.
Namun, sewajarnya, penggenjotan fisik harus dibarengi dengan asupan nutrisi yang seimbang. Sayang, belum digelarnya pemusatan latihan penuh membuat pilar The Killer-julukan lain PSMS- masih memenuhi asupan gizinya secara pribadi yang bisa saja belum optimal.
"Memang benar harus ada asupan gizi juga. Untuk sementara ini saya masih instruksikan pemain untuk menjaga asupan secara pribadi dulu. Entah itu puding, jus timun. Saya juga berusaha ajukan juga kebutuhan itu untuk pengurus. Nanti kalau sudah TC penuh makanan anak-anak lebih terjaga," ungkapnya.
Selain itu untuk mengetahui secara detail kondisi fisik pemain, Gurning tetap memandang tes fisik dan medis harus digelar. Namun hal belum dilakukan pasca seleksi. "Memang perlu juga di tes medis biar nanti kalau ada kelainan cederaa, kami jadi tahu. Diusahakan juga nanti ada tes fisik. Tapi itu tergantung pengurus karena mereka kan masih menunggu keputusan FIFA," bebernya.
Saat ini Gurning juga belum menggelar latihan intensif dua sesi per hari, pagi dan sore hari. Eks pelatih PSMS ini masih menggelar latihan sore. "Memang pagi kami belum latihan. Nanti kalau sudah dikontrak baru kami lebih intensifkan pagi dan sore," pungkasnya.
(aww)