Agung dipanggil Timnas, Suimin tunggu keputusan FIFA
Rabu, 12 Desember 2012 - 19:05 WIB
Agung dipanggil Timnas, Suimin tunggu keputusan FIFA
A
A
A
Sindonews.com - Penentuan nasib sepak bola Indonesia oleh rapat komite eksekutif FIFA di Tokyo Jepang 14 Desember mendatang berpengaruh pada berbagai hal. Salah satunya rencana pemusatan latihan yang akan digelar timnas Indonesia untuk persiapan SEA Games ke 27 tahun 2013.
PSMS Medan versi PT LI, menjadi salah satu tim yang pemainnya, Agung Prasetyo dipanggil membela Garuda. Belum jelasnya situasi sepakbola tanah air membuat sang arsitek, Suimin Diharja belum memuluskan harapan pelatih timnas, Aji Santoso untuk memboyong pemainnya.
"Benar, saya ditelepon Aji untuk memanggil Agung mengikuti pemusatan latihan timnas. Waktunya juga cukup lama, enam bulan mulai Januari. Kami juga masih tunggu keputusan FIFA. Kalau disanksi sudah lain cerita," ujar Suimin
Belum lagi, tim berjuluk Ayam Kinantan saat ini berharap besar pada empat bek tengah termasuk Agung. Pasca eksodus beberapa pemain tenar di skuadnya, PSMS versi Indra Sakti Harahap mendapat angin segar dengan kedatangan para eks pemain PON XVIII lalu, seperti Agung dan Hardiantono.
Pemanggilan Agung menjadi masalah bagi PSMS. Selama setengah tahun, pria berpostur 185 cm itu harus mengikuti pemusatan latihan. PSMS pun terancam tidak bisa menggunakan tenaganya. " Di satu sisi itu bagus bagi karirnya. Tapi di sisi lain tentu kami tidak bisa pakai dia untuk kompetisi. Saya belum bisa pastikan apa-apa. Saya bilang bergantung anaknya," katanya.
Agung termasuk satu di antara 17 pemain yang sudah ditentukan statusnya. Dia pun akan segera diikat kontrak. Kondisi tersebut juga menjadi dilematis bagi pihak manajemen. "Enam bulan bukan waktu yang sebentar. Jika setelah dikontrak terus dia mainnya di sana kan kami yang rugi," ungkap pria berjuluk pelatih kampung itu.
Namun, eks pelatih Sriwijaya FC, Persitara, Persijap, Persikabo Bogor dan PSDS itu mengakui, hal itu bisa disiasati, tergantung kesepakatan kedua pihak. "Bisa saja dia bergabung dengan keduanya jika ada kesepakatan. Kompensasi apa yang dia dapatkan kalau bermain di timnas. Atau bisa saja nanti ada perjanjian saat kontrak gajinya dipotong sekian. Dia juga harus mendapat dispensasi dari timnas jika sewaktu-waktu kita butuhkan tenaganya. Semua itu bisa dibicarakan,"bebernya.
Soal performa Agung, Suimin melihat beberapa kelebihan. Selain posturnya yang ideal, Agung juga cukup tenang menghalau serangan. Hal itu dinilai Suimin dari performanya saat skuadnya berlaga di Turnamen Piala Bupati Aceh Timur. Namun, tentu saja Agung juga masih punya banyak kekurangan.
"Kelebihan dan kekurangan ada. Dia tinggi dan punya kemampuan teknik yang bagus. Tapi masih ada beberapa hal yang masih harus digenjot dari dia. Kegarangannya di lapangan dan tentu saja pengalaman bertanding di level yang berbeda karena usianya masih muda," paparnya.
Lalu apa tanggapan Agung? Pemain berusia 20 tahun itu mengaku senang dengan pemanggilannya kembali di timnas. Ini bukan pertama kali dia memperkuat merah putih. Sebelumnya di ajang Batik Cup ia juga dipanggil bersama rekannya Safri Koto. Namun ia mengaku masih bingung. "Ya namanya pemain kalau dipanggil timnas ya senanglah bang. Tapi saya memang masih bingung. Belum tahu kelanjutannya gimana," ujarnya singkat.
Pemanggilan Agung ke timnas juga bisa saja mendapat halangan lain. Kendati secara pribadi menginginkan membela merah-putih, klub PSMS tempat Agung bernaung yang notabene merupakan klub di bawah KPSI biasanya menghalangi niatan pemainnya untuk membela timnas PSSI. Hanya Bambang Pamungkas yang cukup punya keberanian untuk tetap bergabung di timnas seperti ada ajang Piala AFF 2012 lalu.
PSMS Medan versi PT LI, menjadi salah satu tim yang pemainnya, Agung Prasetyo dipanggil membela Garuda. Belum jelasnya situasi sepakbola tanah air membuat sang arsitek, Suimin Diharja belum memuluskan harapan pelatih timnas, Aji Santoso untuk memboyong pemainnya.
"Benar, saya ditelepon Aji untuk memanggil Agung mengikuti pemusatan latihan timnas. Waktunya juga cukup lama, enam bulan mulai Januari. Kami juga masih tunggu keputusan FIFA. Kalau disanksi sudah lain cerita," ujar Suimin
Belum lagi, tim berjuluk Ayam Kinantan saat ini berharap besar pada empat bek tengah termasuk Agung. Pasca eksodus beberapa pemain tenar di skuadnya, PSMS versi Indra Sakti Harahap mendapat angin segar dengan kedatangan para eks pemain PON XVIII lalu, seperti Agung dan Hardiantono.
Pemanggilan Agung menjadi masalah bagi PSMS. Selama setengah tahun, pria berpostur 185 cm itu harus mengikuti pemusatan latihan. PSMS pun terancam tidak bisa menggunakan tenaganya. " Di satu sisi itu bagus bagi karirnya. Tapi di sisi lain tentu kami tidak bisa pakai dia untuk kompetisi. Saya belum bisa pastikan apa-apa. Saya bilang bergantung anaknya," katanya.
Agung termasuk satu di antara 17 pemain yang sudah ditentukan statusnya. Dia pun akan segera diikat kontrak. Kondisi tersebut juga menjadi dilematis bagi pihak manajemen. "Enam bulan bukan waktu yang sebentar. Jika setelah dikontrak terus dia mainnya di sana kan kami yang rugi," ungkap pria berjuluk pelatih kampung itu.
Namun, eks pelatih Sriwijaya FC, Persitara, Persijap, Persikabo Bogor dan PSDS itu mengakui, hal itu bisa disiasati, tergantung kesepakatan kedua pihak. "Bisa saja dia bergabung dengan keduanya jika ada kesepakatan. Kompensasi apa yang dia dapatkan kalau bermain di timnas. Atau bisa saja nanti ada perjanjian saat kontrak gajinya dipotong sekian. Dia juga harus mendapat dispensasi dari timnas jika sewaktu-waktu kita butuhkan tenaganya. Semua itu bisa dibicarakan,"bebernya.
Soal performa Agung, Suimin melihat beberapa kelebihan. Selain posturnya yang ideal, Agung juga cukup tenang menghalau serangan. Hal itu dinilai Suimin dari performanya saat skuadnya berlaga di Turnamen Piala Bupati Aceh Timur. Namun, tentu saja Agung juga masih punya banyak kekurangan.
"Kelebihan dan kekurangan ada. Dia tinggi dan punya kemampuan teknik yang bagus. Tapi masih ada beberapa hal yang masih harus digenjot dari dia. Kegarangannya di lapangan dan tentu saja pengalaman bertanding di level yang berbeda karena usianya masih muda," paparnya.
Lalu apa tanggapan Agung? Pemain berusia 20 tahun itu mengaku senang dengan pemanggilannya kembali di timnas. Ini bukan pertama kali dia memperkuat merah putih. Sebelumnya di ajang Batik Cup ia juga dipanggil bersama rekannya Safri Koto. Namun ia mengaku masih bingung. "Ya namanya pemain kalau dipanggil timnas ya senanglah bang. Tapi saya memang masih bingung. Belum tahu kelanjutannya gimana," ujarnya singkat.
Pemanggilan Agung ke timnas juga bisa saja mendapat halangan lain. Kendati secara pribadi menginginkan membela merah-putih, klub PSMS tempat Agung bernaung yang notabene merupakan klub di bawah KPSI biasanya menghalangi niatan pemainnya untuk membela timnas PSSI. Hanya Bambang Pamungkas yang cukup punya keberanian untuk tetap bergabung di timnas seperti ada ajang Piala AFF 2012 lalu.
(aww)