Kevin Love kritisi Timberwolves
Kamis, 13 Desember 2012 - 11:27 WIB
Kevin Love kritisi Timberwolves
A
A
A
Sindonews.com - Power forward Minnesota Timberwolves, Kevin Love, terlihat frustrasi dengan kondisi timnya saat ini. Kendati ia telah mengungkapkan beberapa pernyataan yang sensitif terhadap manajemen timnya, Love menyatakan tidak akan meminta maaf atas tindakannya tersebut.
Love, yang memberikan gambaran tentang masa depan timnya, mengatakan bahwa dirinya tidak yakin apakah tim mereka pada akhirnya akan menjadi lebih baik dan menjadi penantang abadi playoff di Wilayah Barat. Love mengkritik sering terjadinya perubahan lineup tim setiap musim. "Anda berjalan di ruang ganti setiap tahun, dan itu benar-benar berganti. Ada orang-orang baru di mana-mana. Dan kemudian itu terjadi lagi dan lagi. Anda mulai bertanya-tanya: Apakah benar-benar ada rencana di sini? Apakah benar-benar ada semacam rencana?" ujarnya dengan nada tanya, seperti dikutip Yahoo Sports, kemarin (12/12).
Love juga menyayangkan pernyataan yang diucapkan pemilik Timberwolves, Glen Taylor, yang secara tidak langsung mempertanyakan status superstar mantan pemain UCLA Bruins tersebut. "Saya tidak tahu siapa orang berlabel bintang, tapi bahkan pemilik Timberwolves, Glen Taylor, mengatakan: Saya tidak berpikir Kevin Love adalah bintang, karena dia tidak membawa kami ke babak playoff. Maksudku, itu tidak seperti memberikan saya banyak dukungan di luar sana. Itu seperti menelan pil pahit."
Power forward All-Star itu juga bereaksi terhadap pernyataan orang-orang manajemen tim yang meragukan cederanya, yang membuatnya absen untuk bulan pertama musim ini. "Bahkan orang-orang di manajemen sendiri menanyakan apakah itu benar-benar cedera, orang-orang itu mempertanyakan kejujuran dan integritas saya. Dan itulah yang benar-benar menyakiti saya," ucap pemain berusia 24 tahun itu.
Pernyataannya-pernyataannya itu menghadirkan spekulasi bahwa ia akan keluar dari Timberwolves. Namun, pria dengan tinggi 208 cm tersebut dengan sigap meresponnya dengan mengatakan bahwa dia masih betah di Minnesota dan ia ingin memenangkan kejuaraan untuk semua penggemar Timberwolves.
Dia tidak akan pernah menarik kembali pernyataan sebelumnya, tetapi menyatakan penyesalan dengan cara perlakuan yang diterimanya, yang membuatnya frustrasi. "Saya mengatakan apa yang sepantasnya saya katakan, saya mengatakan kepada David tidak ada yang perlu minta maaf. Satu-satunya hal saya sesalkan adalah bahwa saya melakukannya di depan umum, dan jika ada pengalaman belajar dari itu, itu tidak akan dilakukannya lagi," tandasnya, dikutip ESPN, Kamis (13/12).
Love, yang bisa memilih keluar dari kontraknya dua tahun, juga mengatakan bahwa ia sangat ingin mengakhiri karirnya sebagai pemain Timberwolves, yang merupakan bukti nyata komitmennya untuk tim meskipun mengalami tahun-tahun sulit sejak ia bergabung pada 2008.
Love, yang memberikan gambaran tentang masa depan timnya, mengatakan bahwa dirinya tidak yakin apakah tim mereka pada akhirnya akan menjadi lebih baik dan menjadi penantang abadi playoff di Wilayah Barat. Love mengkritik sering terjadinya perubahan lineup tim setiap musim. "Anda berjalan di ruang ganti setiap tahun, dan itu benar-benar berganti. Ada orang-orang baru di mana-mana. Dan kemudian itu terjadi lagi dan lagi. Anda mulai bertanya-tanya: Apakah benar-benar ada rencana di sini? Apakah benar-benar ada semacam rencana?" ujarnya dengan nada tanya, seperti dikutip Yahoo Sports, kemarin (12/12).
Love juga menyayangkan pernyataan yang diucapkan pemilik Timberwolves, Glen Taylor, yang secara tidak langsung mempertanyakan status superstar mantan pemain UCLA Bruins tersebut. "Saya tidak tahu siapa orang berlabel bintang, tapi bahkan pemilik Timberwolves, Glen Taylor, mengatakan: Saya tidak berpikir Kevin Love adalah bintang, karena dia tidak membawa kami ke babak playoff. Maksudku, itu tidak seperti memberikan saya banyak dukungan di luar sana. Itu seperti menelan pil pahit."
Power forward All-Star itu juga bereaksi terhadap pernyataan orang-orang manajemen tim yang meragukan cederanya, yang membuatnya absen untuk bulan pertama musim ini. "Bahkan orang-orang di manajemen sendiri menanyakan apakah itu benar-benar cedera, orang-orang itu mempertanyakan kejujuran dan integritas saya. Dan itulah yang benar-benar menyakiti saya," ucap pemain berusia 24 tahun itu.
Pernyataannya-pernyataannya itu menghadirkan spekulasi bahwa ia akan keluar dari Timberwolves. Namun, pria dengan tinggi 208 cm tersebut dengan sigap meresponnya dengan mengatakan bahwa dia masih betah di Minnesota dan ia ingin memenangkan kejuaraan untuk semua penggemar Timberwolves.
Dia tidak akan pernah menarik kembali pernyataan sebelumnya, tetapi menyatakan penyesalan dengan cara perlakuan yang diterimanya, yang membuatnya frustrasi. "Saya mengatakan apa yang sepantasnya saya katakan, saya mengatakan kepada David tidak ada yang perlu minta maaf. Satu-satunya hal saya sesalkan adalah bahwa saya melakukannya di depan umum, dan jika ada pengalaman belajar dari itu, itu tidak akan dilakukannya lagi," tandasnya, dikutip ESPN, Kamis (13/12).
Love, yang bisa memilih keluar dari kontraknya dua tahun, juga mengatakan bahwa ia sangat ingin mengakhiri karirnya sebagai pemain Timberwolves, yang merupakan bukti nyata komitmennya untuk tim meskipun mengalami tahun-tahun sulit sejak ia bergabung pada 2008.
(nug)