Tunggu keputusan FIFA, PSS optimalkan pemain lokal
Kamis, 13 Desember 2012 - 14:33 WIB
Tunggu keputusan FIFA, PSS optimalkan pemain lokal
A
A
A
Sindonews.com - PSS Sleman sudah melakukan ancang-ancang jika Indonesia benar-benar dijatuhi sanksi oleh FIFA. Salah satunya dengan tetap melakukan pembinaan pemain lokal. Pasalnya, jika ketok palu sanksi FIFA benar-benar terjadi, banyak pemain asing yang enggan membela sejumlah tim di Indonesia. FIFA sendiri akan memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada Indonesia atau tidak, pada Jumat besok (14/12).
Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Supardjiono, mengatakan, langkah antisipasi harus segera dilakukan termasuk bagi tim yang berlaga di kancah kompetisi profesional. Jika PSSI di-banned, otomatis berdampak luas bagi semua insan bola di Tanah Air. "Yang jelas, sulit bagi pemain asing bersedia bermain di tim atau liga yang induk organisasinya terkena sanksi," katanya, Kamis (13/12).
Dia memprediksi, banyak pemain asing yang enggan membela tim-tim di negeri ini. Mayoritas pemain asing berpikir dua kali untuk membela tim yang prestasi timnya tidak bisa bermain di level regional atau internasional seperti Champions Asia dan lainnya. "Jika terkena sanksi, PSS juga akan memilih menggunakan pemain lokal," ungkapnya.
Untuk itu, kata dia, pembinaan pemain lokal harus diintensifkan sedari sekarang. "PSS juga sudah mengambil kebijakan, pemain lokal akan mendapat porsi lebih untuk menjadi bagian skuad PSS Sleman musim depan," tegasnya.
Menurut dia, tim-tim lokal yang ada di Kabupaten Sleman punya kapasitas untuk bersaing. Kualitasnya bisa lebih baik lagi jika diberi pembinaan yang tepat. "Jadi, kalau terkena sanksi dari FIFA dan PSSI tetap menggelar kompetisi, PSS pasti akan mengikuti kompetisi itu. Materi pemain dari potensi lokal," ujarnya.
Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Supardjiono, mengatakan, langkah antisipasi harus segera dilakukan termasuk bagi tim yang berlaga di kancah kompetisi profesional. Jika PSSI di-banned, otomatis berdampak luas bagi semua insan bola di Tanah Air. "Yang jelas, sulit bagi pemain asing bersedia bermain di tim atau liga yang induk organisasinya terkena sanksi," katanya, Kamis (13/12).
Dia memprediksi, banyak pemain asing yang enggan membela tim-tim di negeri ini. Mayoritas pemain asing berpikir dua kali untuk membela tim yang prestasi timnya tidak bisa bermain di level regional atau internasional seperti Champions Asia dan lainnya. "Jika terkena sanksi, PSS juga akan memilih menggunakan pemain lokal," ungkapnya.
Untuk itu, kata dia, pembinaan pemain lokal harus diintensifkan sedari sekarang. "PSS juga sudah mengambil kebijakan, pemain lokal akan mendapat porsi lebih untuk menjadi bagian skuad PSS Sleman musim depan," tegasnya.
Menurut dia, tim-tim lokal yang ada di Kabupaten Sleman punya kapasitas untuk bersaing. Kualitasnya bisa lebih baik lagi jika diberi pembinaan yang tepat. "Jadi, kalau terkena sanksi dari FIFA dan PSSI tetap menggelar kompetisi, PSS pasti akan mengikuti kompetisi itu. Materi pemain dari potensi lokal," ujarnya.
(nug)