Luar biasa, pelari difabel kalahkan kecepatan Maserati
Kamis, 13 Desember 2012 - 16:31 WIB
Luar biasa, pelari difabel kalahkan kecepatan Maserati
A
A
A
Sindonews.com - Pelari asal Afrika Selatan, Oscar Pistorius, yang menjadi pelari difabel pertama yang berlaga di Olimpiade di nomor 400 meter, benar-benar mampu berlari secepat angin. Pelari yang dikenal dengan sebutan Blade Runner itu mampu mengalahkan kuda Arab bernama Maserati, di Doha, Rabu malam waktu setempat (12/12).
Pistorius, yang saat ini berusia 26 tahun, menerima tantangan berlari melawan kuda sejauh 200 meter itu sebagai upaya untuk mempromosikan atlet difabel dan kampanye memerangi diskriminasi terhadap orang cacat di wilayah tersebut. Dia sendiri kehilangan kakinya setelah diamputasi sebelum berusia satu tahun karena cacat bawaan.
"Ini bukan tentang siapa yang menang malam ini," tegasnya, seusai berhasil melewati garis finis dikutip Super Sport, Kamis (13/12). "Ini adalah sebagai upaya untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa mereka penyandang cacat mampu melakukan hal-hal yang hebat."
"Terima kasih untuk semuanya yang hadir di sini, kita memiliki malam yang bagus, dan semoga akan melakukan banyak hal untuk mengubah persepsi terhadap orang-orang difabel di wilayah ini," lanjutnya, seperti dikutip Dailymail, Kamis.
Pistorius, yang saat ini berusia 26 tahun, menerima tantangan berlari melawan kuda sejauh 200 meter itu sebagai upaya untuk mempromosikan atlet difabel dan kampanye memerangi diskriminasi terhadap orang cacat di wilayah tersebut. Dia sendiri kehilangan kakinya setelah diamputasi sebelum berusia satu tahun karena cacat bawaan.
"Ini bukan tentang siapa yang menang malam ini," tegasnya, seusai berhasil melewati garis finis dikutip Super Sport, Kamis (13/12). "Ini adalah sebagai upaya untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa mereka penyandang cacat mampu melakukan hal-hal yang hebat."
"Terima kasih untuk semuanya yang hadir di sini, kita memiliki malam yang bagus, dan semoga akan melakukan banyak hal untuk mengubah persepsi terhadap orang-orang difabel di wilayah ini," lanjutnya, seperti dikutip Dailymail, Kamis.
(nug)