Ditawari enam legiun impor, PSMS ISL tunggu keputusan FIFA
Kamis, 13 Desember 2012 - 21:58 WIB
Ditawari enam legiun impor, PSMS ISL tunggu keputusan FIFA
A
A
A
Sindonews.com - Kendati kondisi sepak bola dalam ketidakpastian, lamaran pemain asing kepada klub PSMS Medan tetap berdatangan. Setidaknya, ada dua pemain Brasil, satu pemain Belanda, Suriah, dan dua pemain China ditawarkan ke PSMS Divisi Utama PT LI.
Dua pemain Brasil tersebut adalah Anderson da Silva/stoper eks kapten PSIR dan Grin Feliciano/striker Persibo. Kemudian, Khalid dari Belanda, klub Al Wasl posisi gelandang serang, juga Maruane Sayedeh (Suriah) eks Gresik United. Sedangkan, dua pemain China yang disodorkan adalah David Low, gelandang eks klub Khoromkhon FC, dan Zhou Dongfang, playmaker berusia 19 tahun klub Hangzhou Greentown FC.
Pelatih Kepala PSMS, Suimin Diharja mengakui adanya tawaran tersebut. Namun, dia menegaskan belum bisa mengambil keputusan apa pun. "Ya benar, ada agen yang SMS saya. Tapi saya belum bisa kasih keputusan apa-apa," ujarnya di Komplek Kebun Bunga.
Suimin mengatakan, ada tiga hal yang membuatnya tidak memberikan kepastian apa pun, yakni kondisi sepak bola nasional yang belum jelas.
"Saya kan belum bicara sama manajemen. Jadi, saya tidak bisa putuskan soal pemain asing. Karena pengurus juga masih menunggu keputusan tentang masa depan sepak bola kita. Hal lainnya yang saya sampaikan ke agen tersebut adalah, boleh saja datang ke Medan, tapi akomodasi dan lainnya ditanggung sendiri dulu," tuturnya.
Sebagai pelatih, lanjut Suimin, memang butuh pemain asing untuk persiapan musim depan. "Tapi ya kembali lagi soal kepastian sepak bola. Kalau semua normal saya memang mau yang asing Asia juga," ungkapnya.
Saat ini baik PSMS PT Liga dan PSMS PT LPIS memilih menunggu hasil pertemuan FIFA tanggal 14 Desember untuk melangkah. Yang di antaranya soal kontrak pemain. Untuk pemain lokal saja kedua klub belum tuntas meski pemain telah dipilih latihan sudah jorjoran digelar.
Kondisi itu pula yang membuatnya masih belum membicarakan mengenai persiapan soal pemain asing. Sekarang ini, pihaknya masih memfokuskan untuk mempersiapkan pemain lokal. "Makanya saat ini, kami masih fokus persiapan pemain lokal. Bisa saja ketika nanti ada hukuman untuk PSMS, tidak boleh ada pemain asing, ya, tidak akan ada pemain asing," bebernya.
Lantas, siapa agen pemain asing yang menawarkan pemain tersebut? Salah seorang sumber klub menyatakan, tawaran tersebut datang dari seorang agen pemain, Basya Himawan. "Ya, agennya Basya. Saya disuruh menawarkannya kepada pihak PSMS," ungkap pria yang enggan namanya disebutkan.
Namun, dia memastikan, Basya yang juga merupakan komentator pertandingan sepak bola di salah satu stasiun televisi swasta nasional itu merupakan agen pemain asing resmi bersertifikat FIFA. Basya juga yang mendatangkan pemain asal Brasil, Almiro Valadaress ke PSMS Medan di jeda putaran pertama Divisi Utama musim 2009/2010 lalu.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSMS Julius Raja mengaku, pihaknya baru akan mendatangkan pemain asing jika keputusan FIFA pada rapat komite eksekutif (EXCO) di Tokyo Jepang besok tidak memberikan sanksi kepada Indonesia. "Kami akan lihat dulu seperti apa keputusan FIFA untuk Indonesia," ungkapnya.
Namun, pria yang biasa disebut King itu meyakini tidak akan ada sanksi untuk Indonesia dari FIFA. Kongres PSSI di Palangkaraya disaksikan perwakilan FIFA dan AFC. Kongres itu berjalan lancar dan tidak ada keributan. ''Jadi saya yakin, tidak akan ada alasan FIFA untuk menghukum Indonesia," pungkasnya
Dua pemain Brasil tersebut adalah Anderson da Silva/stoper eks kapten PSIR dan Grin Feliciano/striker Persibo. Kemudian, Khalid dari Belanda, klub Al Wasl posisi gelandang serang, juga Maruane Sayedeh (Suriah) eks Gresik United. Sedangkan, dua pemain China yang disodorkan adalah David Low, gelandang eks klub Khoromkhon FC, dan Zhou Dongfang, playmaker berusia 19 tahun klub Hangzhou Greentown FC.
Pelatih Kepala PSMS, Suimin Diharja mengakui adanya tawaran tersebut. Namun, dia menegaskan belum bisa mengambil keputusan apa pun. "Ya benar, ada agen yang SMS saya. Tapi saya belum bisa kasih keputusan apa-apa," ujarnya di Komplek Kebun Bunga.
Suimin mengatakan, ada tiga hal yang membuatnya tidak memberikan kepastian apa pun, yakni kondisi sepak bola nasional yang belum jelas.
"Saya kan belum bicara sama manajemen. Jadi, saya tidak bisa putuskan soal pemain asing. Karena pengurus juga masih menunggu keputusan tentang masa depan sepak bola kita. Hal lainnya yang saya sampaikan ke agen tersebut adalah, boleh saja datang ke Medan, tapi akomodasi dan lainnya ditanggung sendiri dulu," tuturnya.
Sebagai pelatih, lanjut Suimin, memang butuh pemain asing untuk persiapan musim depan. "Tapi ya kembali lagi soal kepastian sepak bola. Kalau semua normal saya memang mau yang asing Asia juga," ungkapnya.
Saat ini baik PSMS PT Liga dan PSMS PT LPIS memilih menunggu hasil pertemuan FIFA tanggal 14 Desember untuk melangkah. Yang di antaranya soal kontrak pemain. Untuk pemain lokal saja kedua klub belum tuntas meski pemain telah dipilih latihan sudah jorjoran digelar.
Kondisi itu pula yang membuatnya masih belum membicarakan mengenai persiapan soal pemain asing. Sekarang ini, pihaknya masih memfokuskan untuk mempersiapkan pemain lokal. "Makanya saat ini, kami masih fokus persiapan pemain lokal. Bisa saja ketika nanti ada hukuman untuk PSMS, tidak boleh ada pemain asing, ya, tidak akan ada pemain asing," bebernya.
Lantas, siapa agen pemain asing yang menawarkan pemain tersebut? Salah seorang sumber klub menyatakan, tawaran tersebut datang dari seorang agen pemain, Basya Himawan. "Ya, agennya Basya. Saya disuruh menawarkannya kepada pihak PSMS," ungkap pria yang enggan namanya disebutkan.
Namun, dia memastikan, Basya yang juga merupakan komentator pertandingan sepak bola di salah satu stasiun televisi swasta nasional itu merupakan agen pemain asing resmi bersertifikat FIFA. Basya juga yang mendatangkan pemain asal Brasil, Almiro Valadaress ke PSMS Medan di jeda putaran pertama Divisi Utama musim 2009/2010 lalu.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSMS Julius Raja mengaku, pihaknya baru akan mendatangkan pemain asing jika keputusan FIFA pada rapat komite eksekutif (EXCO) di Tokyo Jepang besok tidak memberikan sanksi kepada Indonesia. "Kami akan lihat dulu seperti apa keputusan FIFA untuk Indonesia," ungkapnya.
Namun, pria yang biasa disebut King itu meyakini tidak akan ada sanksi untuk Indonesia dari FIFA. Kongres PSSI di Palangkaraya disaksikan perwakilan FIFA dan AFC. Kongres itu berjalan lancar dan tidak ada keributan. ''Jadi saya yakin, tidak akan ada alasan FIFA untuk menghukum Indonesia," pungkasnya
(aww)