Target jadi klub profesional, PSM gandeng PSSI Sumsel
Kamis, 13 Desember 2012 - 23:49 WIB
Target jadi klub profesional, PSM gandeng PSSI Sumsel
A
A
A
Sindonews.com - Manajemen PSM Makassar melakukan sejumlah kerja sama menjelang Indonesian Premier League (IPL) musim 2012/2013. Di antaranya dengan Yayasan PSM dan Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Sulawesi Selatan (Sulsel).
CEO PSM Makassar Rully Habibie mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan dua lembaga tersebut. Ada beberapa hal yang sudah dibahas bersama. Di antaranya, soal sinergi untuk pengembangan bisnis. Termasuk pembinaan pemain usia muda. ''Perusahaan tidak bisa bekerja sendiri kalau tidak ada bantuan dari pihak lain, seperti Yayasan PSM dan Pengprov,” sebutnya.
Tindaklanjut dari pembicaraan itu, dalam waktu dekat akan ada lagi pembicaraan serius soal rencana kerja sama tersebut. Karena pada pertemuan awal belum, yang dibahas masih yang bersifat umum. ''Belum ada bentuk konkret dan akan kami bicarakan lagi,” jelasnya.
Dia mengatakan, upaya tersebut dilakukan lantaran makin ketatnya aturan untuk klub-klub profesional yang berlaga dikasta tertinggi sepak bola Indonesia. ''Sudah cukup lama Indonesia diberikan kesempatan untuk berbenah,” tuturnya.
Makanya di tahun 2013 mendatang adalah tahun persiapan untuk klub Indonesia menuju profesional. ''Tahun 2013, AFC (Asian Football Confederation) masih memberikan keringanan dengan tidak ada promosi dan degradasi di semua level kompetisi,” katanya.
Di tahun 2014 semua klub sudah harus profesional dan tidak bisa lagi dengan manajemen tradisional. ''Sesuai aturan AFC, dualisme kompetisi harus ditiadakan dan klub sudah harus dikelola dengan profesional,” ucapnya.
Dia mengatakan, berdasarkan verfikasi AFC, rata-rata poin klub Indonesia dalam hal kelengkapan manajerial, belum ada yang menyentuh angka 600. ''Kita harus mengejar angka tersebut dan ini bukan pekerjaan muda,” sebutnya.
Rully optimistis PSM akan terus berupaya melengkapi semua aturan yang harus dipenuhi agar tetap tampil di IPL musim 2014. ''Kami terus melakukan berbagai persiapan. Yang sudah ada akan kami sempurnakan,” jelasnya.
Sedangkan syarat yang belum bisa dilengkapi di tahun lalu, akan dilengkapi di 2013 mendatang. Menurutnya, dengan adanya kerja sama dengan Pengprov PSSI dan Yayasan PSM, semua masalah bisa teratasi. ''Lebih kuat kalau kita bersatu dan tidak jalan sendiri-sendiri,” sebutnya.
Dia menjelaskan, kesiapan PSM menghadapi tantangan 2014 sudah mencapai 80%. Lima aspek yang diwajibkan yakni legal, finansial, infrastruktur, personel, dan sporting sedang dalam proses perampungan. ''Kami terus bekerja untuk melengkapi aspek-aspek itu,” katanya.
Manajer Stadion Andi Mattalatta Mirdan Midding mengaku akan terus berupaya membantu PSM, agar lolos dari verifikasi AFC. ''PSM milik masyarakat Sulsel dan kami pasti membantu,” jelasnya.
Mirdan menjelaskan, untuk kesiapan infrastruktur sudah tidak ada masalah. Karena sebelumnya, Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) selaku pemilik stadion sudah melakukan pembicaran dengan manajemen PSM. ''Kami sudah bicara dan tinggal menunggu action untuk renovasi,” pungkasnya.
CEO PSM Makassar Rully Habibie mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan dua lembaga tersebut. Ada beberapa hal yang sudah dibahas bersama. Di antaranya, soal sinergi untuk pengembangan bisnis. Termasuk pembinaan pemain usia muda. ''Perusahaan tidak bisa bekerja sendiri kalau tidak ada bantuan dari pihak lain, seperti Yayasan PSM dan Pengprov,” sebutnya.
Tindaklanjut dari pembicaraan itu, dalam waktu dekat akan ada lagi pembicaraan serius soal rencana kerja sama tersebut. Karena pada pertemuan awal belum, yang dibahas masih yang bersifat umum. ''Belum ada bentuk konkret dan akan kami bicarakan lagi,” jelasnya.
Dia mengatakan, upaya tersebut dilakukan lantaran makin ketatnya aturan untuk klub-klub profesional yang berlaga dikasta tertinggi sepak bola Indonesia. ''Sudah cukup lama Indonesia diberikan kesempatan untuk berbenah,” tuturnya.
Makanya di tahun 2013 mendatang adalah tahun persiapan untuk klub Indonesia menuju profesional. ''Tahun 2013, AFC (Asian Football Confederation) masih memberikan keringanan dengan tidak ada promosi dan degradasi di semua level kompetisi,” katanya.
Di tahun 2014 semua klub sudah harus profesional dan tidak bisa lagi dengan manajemen tradisional. ''Sesuai aturan AFC, dualisme kompetisi harus ditiadakan dan klub sudah harus dikelola dengan profesional,” ucapnya.
Dia mengatakan, berdasarkan verfikasi AFC, rata-rata poin klub Indonesia dalam hal kelengkapan manajerial, belum ada yang menyentuh angka 600. ''Kita harus mengejar angka tersebut dan ini bukan pekerjaan muda,” sebutnya.
Rully optimistis PSM akan terus berupaya melengkapi semua aturan yang harus dipenuhi agar tetap tampil di IPL musim 2014. ''Kami terus melakukan berbagai persiapan. Yang sudah ada akan kami sempurnakan,” jelasnya.
Sedangkan syarat yang belum bisa dilengkapi di tahun lalu, akan dilengkapi di 2013 mendatang. Menurutnya, dengan adanya kerja sama dengan Pengprov PSSI dan Yayasan PSM, semua masalah bisa teratasi. ''Lebih kuat kalau kita bersatu dan tidak jalan sendiri-sendiri,” sebutnya.
Dia menjelaskan, kesiapan PSM menghadapi tantangan 2014 sudah mencapai 80%. Lima aspek yang diwajibkan yakni legal, finansial, infrastruktur, personel, dan sporting sedang dalam proses perampungan. ''Kami terus bekerja untuk melengkapi aspek-aspek itu,” katanya.
Manajer Stadion Andi Mattalatta Mirdan Midding mengaku akan terus berupaya membantu PSM, agar lolos dari verifikasi AFC. ''PSM milik masyarakat Sulsel dan kami pasti membantu,” jelasnya.
Mirdan menjelaskan, untuk kesiapan infrastruktur sudah tidak ada masalah. Karena sebelumnya, Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) selaku pemilik stadion sudah melakukan pembicaran dengan manajemen PSM. ''Kami sudah bicara dan tinggal menunggu action untuk renovasi,” pungkasnya.
(aww)