PSMS ISL berlatih di tengah kegalauan
Senin, 17 Desember 2012 - 18:19 WIB
PSMS ISL berlatih di tengah kegalauan
A
A
A
Sindonews.com - Pekan ini kembali menjadi masa yang berat bagi skuad PSMS Medan versi PT LI. Setelah menggeber organisasi menyerang pekan lalu, kali ini, fokus dilakukan pada organisasi bertahan dan penyelesaian akhir.
Setelah kekalahan dari PS Kwarta 1-0 Sabtu (15/12) lalu, pelatih PSMS Medan, Suimin Diharja melihat adanya kelemahan saat sentuhan penyelesaian akhir. "Anak-anak sebenarnya sudah bermain dengan baik. Target menekan dilakukan cukup baik. Penguasaan bola juga melebihi target 12 sentuhan.
''Kami menguasai permainan dengan penguasaan bola 70-30. Tapi penyelesaian akhir masih lemah. Dari tujuh kali shooting tidak ada gol," katanya dikonfirmasi Senin (17/12).
Sedangkan lawan menurutnya hanya melakukan tiga kali tembakan dan malah berbuah satu gol. Untuk itu, Suimin akan mulai menambah menu latihan finishing pada latihan pekan depan.
"Untuk latihan nanti sudah bisa difokuskan melatih shooting. Selain itu juga serangan dari wing play. Tadi, ada 12 kali tapi tidak menghasilkan apa-apa," bebernya.
Sementara itu, dia kembali memuji penampilan pemain belakang kendati latihan pertahanan masih akan digeber pekan ini. "Sebelumnya kami masih fokus dengan organisasi menyerang. Untuk pertahanan, sesuai jadwal akan mulai digeber pekan ini," katanya.
Namun, pada sesi latihan, Suimin tidak hadir memimpin latihan di Stadion Kebun Bunga. Dia mengaku sedang tidak sehat. "Saya lagi sakit, tidak bisa melatih. Latihan dipimpin Suharto," ucapnya.
Sementara, Suharto yang ditemui sebelum memimpin latihan membenarkan Suimin tidak hadir karena sakit. "Pelatih kepala izin tadi, beliau sedang sakit. Program tidak ada masalah karena memang sudah disusun," ungkapnya.
Belum adanya kejelasan kapan kontrak akan direalisasikan tak dimungkiri berpengaruh pada mentalitas dan semangat, baik pelatih maupun pemain. Kegelisahan pun terlihat di wajah asisten-asisten pelatih PSMS. Ada yang mengaku saat dari rumah semangat melatih, namun ketika sampai ke Kebun Bunga, semangatnya menurun.
Perbincangan berbau keluhan pun silih berganti datang dari mulut para asisten pelatih. Ada yang mengaku, kondisi ketidakjelasan ini membuat suasana rumah tangga sedikit dingin. Kehadirannya ke Kebun Bunga untuk menghindari pertengkaran dengan istri.
Tidak adanya keterangan pengurus dan manajemen terkait keterlambatan penandatanganan kontrak jelas dirasakan pemain dan tim pelatih. Namun, skuad PSMS tetap berlatih kemarin. Sebanyak 30 pemain tetap hadir mengikuti latihan yang dipimpin Suharto.
Setelah kekalahan dari PS Kwarta 1-0 Sabtu (15/12) lalu, pelatih PSMS Medan, Suimin Diharja melihat adanya kelemahan saat sentuhan penyelesaian akhir. "Anak-anak sebenarnya sudah bermain dengan baik. Target menekan dilakukan cukup baik. Penguasaan bola juga melebihi target 12 sentuhan.
''Kami menguasai permainan dengan penguasaan bola 70-30. Tapi penyelesaian akhir masih lemah. Dari tujuh kali shooting tidak ada gol," katanya dikonfirmasi Senin (17/12).
Sedangkan lawan menurutnya hanya melakukan tiga kali tembakan dan malah berbuah satu gol. Untuk itu, Suimin akan mulai menambah menu latihan finishing pada latihan pekan depan.
"Untuk latihan nanti sudah bisa difokuskan melatih shooting. Selain itu juga serangan dari wing play. Tadi, ada 12 kali tapi tidak menghasilkan apa-apa," bebernya.
Sementara itu, dia kembali memuji penampilan pemain belakang kendati latihan pertahanan masih akan digeber pekan ini. "Sebelumnya kami masih fokus dengan organisasi menyerang. Untuk pertahanan, sesuai jadwal akan mulai digeber pekan ini," katanya.
Namun, pada sesi latihan, Suimin tidak hadir memimpin latihan di Stadion Kebun Bunga. Dia mengaku sedang tidak sehat. "Saya lagi sakit, tidak bisa melatih. Latihan dipimpin Suharto," ucapnya.
Sementara, Suharto yang ditemui sebelum memimpin latihan membenarkan Suimin tidak hadir karena sakit. "Pelatih kepala izin tadi, beliau sedang sakit. Program tidak ada masalah karena memang sudah disusun," ungkapnya.
Belum adanya kejelasan kapan kontrak akan direalisasikan tak dimungkiri berpengaruh pada mentalitas dan semangat, baik pelatih maupun pemain. Kegelisahan pun terlihat di wajah asisten-asisten pelatih PSMS. Ada yang mengaku saat dari rumah semangat melatih, namun ketika sampai ke Kebun Bunga, semangatnya menurun.
Perbincangan berbau keluhan pun silih berganti datang dari mulut para asisten pelatih. Ada yang mengaku, kondisi ketidakjelasan ini membuat suasana rumah tangga sedikit dingin. Kehadirannya ke Kebun Bunga untuk menghindari pertengkaran dengan istri.
Tidak adanya keterangan pengurus dan manajemen terkait keterlambatan penandatanganan kontrak jelas dirasakan pemain dan tim pelatih. Namun, skuad PSMS tetap berlatih kemarin. Sebanyak 30 pemain tetap hadir mengikuti latihan yang dipimpin Suharto.
(aww)