Froome tak persoalkan ambisi Wiggins
Rabu, 19 Desember 2012 - 13:58 WIB
Froome tak persoalkan ambisi Wiggins
A
A
A
Sindonews.com - Pembalap Team Sky, Chris Froome mengatakan bahwa dirinya tak masalah dengan ambisi Bradley Wiggins untuk tetap mempertahankan gelar Tour de France (TdF). Froome justru mendukung keinginan rekan satu timnya itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wiggins ngotot untuk mempertahankan gelar TdF musim depan. Tak hanya itu, dia juga ingin menjadi juara di Giro d'Italia, turnamen yang belum pernah dikuasainya.
Hal ini bertolak belakang dengan keinginan klub yang menginginkan Froome juara di TdF. Hal itu terindikasi dengan keputusan Sky yang menunjuk Froome sebagai pembalap utama.
"Saya pikir itu hal yang natural jika dia ingin mempertahankan gelarnya. Tapi yang terpenting bagi kami sebagai tim adalah salah satu di antara kami bisa memenangkan yellow jersey. Apa pun kami bisa lakukan untuk mencapai titik itu, apakah itu Brad atau saya sendiri,"jelas Froome kepada Sky Sports.
Froome justru menilai, dengan adanya dua pembalap utama bisa semakin menguatkan tim mereka. Namun, dia menyadari hal itu akan sulit dilakukan.
"Itu bukan situasi yang ideal, tapi jika itu dikelola dengan benar dan tim berjalan sesuai rencana, apa pun rencananya, saya pikir kami semua cukup profesional untuk melakukan tugas kami dan mengikuti rencana itu,"kata Froome.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wiggins ngotot untuk mempertahankan gelar TdF musim depan. Tak hanya itu, dia juga ingin menjadi juara di Giro d'Italia, turnamen yang belum pernah dikuasainya.
Hal ini bertolak belakang dengan keinginan klub yang menginginkan Froome juara di TdF. Hal itu terindikasi dengan keputusan Sky yang menunjuk Froome sebagai pembalap utama.
"Saya pikir itu hal yang natural jika dia ingin mempertahankan gelarnya. Tapi yang terpenting bagi kami sebagai tim adalah salah satu di antara kami bisa memenangkan yellow jersey. Apa pun kami bisa lakukan untuk mencapai titik itu, apakah itu Brad atau saya sendiri,"jelas Froome kepada Sky Sports.
Froome justru menilai, dengan adanya dua pembalap utama bisa semakin menguatkan tim mereka. Namun, dia menyadari hal itu akan sulit dilakukan.
"Itu bukan situasi yang ideal, tapi jika itu dikelola dengan benar dan tim berjalan sesuai rencana, apa pun rencananya, saya pikir kami semua cukup profesional untuk melakukan tugas kami dan mengikuti rencana itu,"kata Froome.
(wir)