Nego deadlock, PSMS ISL krisis striker
Kamis, 20 Desember 2012 - 21:04 WIB
Nego deadlock, PSMS ISL krisis striker
A
A
A
Sindonews.com - Negosiasi kontrak manajemen PSMS versi PT LI mulai digelar Rabu (19/12) lalu. Lima pemain dipanggil pada hari pertama. Ada yang sepakat dengan kontrak yang diberikan di Yoga Life Cafe tersebut, tapi ada yang tidak. Salah satu yang terindikasi menolak adalah striker Suheri Daud.
Kelima pemain tersebut adalah Suheri Daud, Hardiantono, Rico Simanjuntak, Safrial Irfandi, dan gelandang veteran, M Afan Lubis. Negosiasi kontrak dengan Chief Executive Officer (CEO) PSMS, Alexander Gho didampingi manajer Bachrum Nasution. Kendati belum sepakat, Afan menilai, dirinya hanya tinggal membubuhkan tanda tangan saja alias hitam di atas putih.
"Ada satu hal yang belum disepakati, tapi intinya, saya tinggal tanda tangan. Sedikit lagi saja," ujar Afan yang menolak menyebutkan nominal kontrak
Sementara, Rico Simanjuntak mengaku langsung sepakat dengan harga yang ditawarkan manajemen. "Ya, saya sudah deal dengan harga yang ditawarkan. Dipas-pas kan sajalah," ujar mahasiswa Unimed ini.
Di sisi lain, Suheri Daud mengatakan, dirinya belum menyepakati kontrak yang ditawarkan manajemen, bahkan, menemui jalan buntu. "Belum ada kesepakatan. Kalau ditanya soal harga, jauh dari di awal, saya tidak bisa menyebutkan persentasenya. Saya bilang tunda dulu lah," ujarnya.
Mantan peman Semen Padang dan PSAP Sigli itu malah ragu, dirinya akan bergabung dengan PSMS Medan. "Tapi sepertinya enggak. Soal rezeki kan enggak ke mana. Mungkin nanti banyak klub lain, seperti IPL. Tapi nanti saya komunikasikan dulu dengan pelatih (Suimin Diharja), karena beliau yang mengajak saya main di sini (PSMS)," ucapnya.
Diakuinya, keinginannya ke PSMS sudah cukup lama. Namun, kendati diinginkan pelatih, dirinya harus pasrah dengan keadaan. "Saya sih dari awal pengen main di sini (PSMS) sejak 2006-2007 tidak kesampaian," akunya.
Tak pelak, kondisi ini mengancam keseimbangan tim. Minimnya jumlah striker berpengalaman membuat tim Suimin akan kehilangan satu dari dua penyerang yang punya jam terbang tinggi. Apalagi, sebelumnya, beberapa pilar yang direkomendasi sudah lebih dulu hijrah ke PSMS PT LPIS.
Sementara itu, Alexander Gho mengaku, dari lima pemain yang diajak bernegosiasi, empat di antaranya oke, sedangkan satu lagi belum. "Yang Empat oke, satu kurang. Prinsipnya siap membela PSMS. Ada satu yang bilang tanya dulu sama istrinya," katanya.
Namun, ketika disinggung mengenai sinyalemen keengganan Suheri Daud untuk bergabung, komentar Bachrum pun pecah. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan pihaknya di musim ini memaksimalkan pemain muda dan pemain lokal murni. PSMS menurutnya tidak menjanjikan apapun kepada pemain, termasuk kontrak besar.
"Kalau mereka tidak bisa, tidak apa-apa, kami tidak butuh pemain besar, kalau memang mereka ingin bergabung, silahkan. Kalau tidak juga tidak apa-apa," ungkapnya.
Menurut Bachrum, dengan kondisi sepakbola di Indonesia yang kurang kondusif seperti saat ini, klub dihadapkan pada situasi yang sulit sehingga harus bisa berupaya secerdik mungkin dalam mengarungi kompetisi.
"Tidak ada APBD, makanya semuanya sulit. Harus pandai-pandai. Makanya, kami berharap, pemain yang ada memiliki fanatisme yang baik untuk PSMS Medan. Melalui mereka, PSMS ini diharapkan bisa bangkit dan mencetak pemain-pemain bintang," ungkapnya.
Bachrum juga menyatakan, 25 pemain akan dikontrak. Masing-masing lima pemain akan dipanggil bernegosiasi di tempat yang berbeda dari hari ke hari. Dirinya tidak menargetkan, kapan negosiasi dan penandatanganan kontrak akan selesai, namun, merunut pemain yang dipanggil tiap hari sebanyak lima orang, diperkirakan, proses akan selesai Minggu (23/12) mendatang jika terus berlangsung setiap hari.
Kelima pemain tersebut adalah Suheri Daud, Hardiantono, Rico Simanjuntak, Safrial Irfandi, dan gelandang veteran, M Afan Lubis. Negosiasi kontrak dengan Chief Executive Officer (CEO) PSMS, Alexander Gho didampingi manajer Bachrum Nasution. Kendati belum sepakat, Afan menilai, dirinya hanya tinggal membubuhkan tanda tangan saja alias hitam di atas putih.
"Ada satu hal yang belum disepakati, tapi intinya, saya tinggal tanda tangan. Sedikit lagi saja," ujar Afan yang menolak menyebutkan nominal kontrak
Sementara, Rico Simanjuntak mengaku langsung sepakat dengan harga yang ditawarkan manajemen. "Ya, saya sudah deal dengan harga yang ditawarkan. Dipas-pas kan sajalah," ujar mahasiswa Unimed ini.
Di sisi lain, Suheri Daud mengatakan, dirinya belum menyepakati kontrak yang ditawarkan manajemen, bahkan, menemui jalan buntu. "Belum ada kesepakatan. Kalau ditanya soal harga, jauh dari di awal, saya tidak bisa menyebutkan persentasenya. Saya bilang tunda dulu lah," ujarnya.
Mantan peman Semen Padang dan PSAP Sigli itu malah ragu, dirinya akan bergabung dengan PSMS Medan. "Tapi sepertinya enggak. Soal rezeki kan enggak ke mana. Mungkin nanti banyak klub lain, seperti IPL. Tapi nanti saya komunikasikan dulu dengan pelatih (Suimin Diharja), karena beliau yang mengajak saya main di sini (PSMS)," ucapnya.
Diakuinya, keinginannya ke PSMS sudah cukup lama. Namun, kendati diinginkan pelatih, dirinya harus pasrah dengan keadaan. "Saya sih dari awal pengen main di sini (PSMS) sejak 2006-2007 tidak kesampaian," akunya.
Tak pelak, kondisi ini mengancam keseimbangan tim. Minimnya jumlah striker berpengalaman membuat tim Suimin akan kehilangan satu dari dua penyerang yang punya jam terbang tinggi. Apalagi, sebelumnya, beberapa pilar yang direkomendasi sudah lebih dulu hijrah ke PSMS PT LPIS.
Sementara itu, Alexander Gho mengaku, dari lima pemain yang diajak bernegosiasi, empat di antaranya oke, sedangkan satu lagi belum. "Yang Empat oke, satu kurang. Prinsipnya siap membela PSMS. Ada satu yang bilang tanya dulu sama istrinya," katanya.
Namun, ketika disinggung mengenai sinyalemen keengganan Suheri Daud untuk bergabung, komentar Bachrum pun pecah. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan pihaknya di musim ini memaksimalkan pemain muda dan pemain lokal murni. PSMS menurutnya tidak menjanjikan apapun kepada pemain, termasuk kontrak besar.
"Kalau mereka tidak bisa, tidak apa-apa, kami tidak butuh pemain besar, kalau memang mereka ingin bergabung, silahkan. Kalau tidak juga tidak apa-apa," ungkapnya.
Menurut Bachrum, dengan kondisi sepakbola di Indonesia yang kurang kondusif seperti saat ini, klub dihadapkan pada situasi yang sulit sehingga harus bisa berupaya secerdik mungkin dalam mengarungi kompetisi.
"Tidak ada APBD, makanya semuanya sulit. Harus pandai-pandai. Makanya, kami berharap, pemain yang ada memiliki fanatisme yang baik untuk PSMS Medan. Melalui mereka, PSMS ini diharapkan bisa bangkit dan mencetak pemain-pemain bintang," ungkapnya.
Bachrum juga menyatakan, 25 pemain akan dikontrak. Masing-masing lima pemain akan dipanggil bernegosiasi di tempat yang berbeda dari hari ke hari. Dirinya tidak menargetkan, kapan negosiasi dan penandatanganan kontrak akan selesai, namun, merunut pemain yang dipanggil tiap hari sebanyak lima orang, diperkirakan, proses akan selesai Minggu (23/12) mendatang jika terus berlangsung setiap hari.
(aww)