Marquez terus didesak istrinya untuk pensiun
Jum'at, 21 Desember 2012 - 09:34 WIB
Marquez terus didesak istrinya untuk pensiun
A
A
A
Sindonews.com - Masa depan Juan Manuel Marquez di ring tinju profesional terancam berakhir, setelah istrinya, Erika, terus mendesaknya untuk mengakhiri kiprahnya di dunia olahraga yang telah membesarkan namanya itu. Pada duel terakhirnya, Marquez mampu merobohkan musuh bebuyutannya, Manny Pacquiao, di ronde keenam, beberapa pekan yang lalu.
"Saya sudah meminta Juan untuk meninggalkan (tinju). Ya, (masih banyak) penawaran kepadanya untuk terus bertinju, tapi semua uang di dunia tidak akan membeli kehidupan Anda yang lain, dan tidak ada uang di dunia ini yang akan membeli pikiran Anda yang lain. Apa yang saya inginkan baginya adalah untuk pensiun dan mencurahkan waktunya untuk berkumpul bersama keluarganya. Ketika Juan menjalani pertarungan saya sudah cukup menderita," tutur Erika, seperti dikutip Boxing Scene, Jumat (21/12).
Erika menuturkan jika ia sangat sedih dan menyesal saat melihat istri Pacquiao menangis, dan takut naik ke atas ring, karena khawatir terjadi hal-hal yang buruk terhadap suaminya. "Saya benar-benar melihat dan merasakannya, serta memahami penderitaannya sebagai istri seorang petinju. Saya merasakan penderitaannya ketika saya melihat Pacquiao tak bergerak dan tak segera bangkit," sambungnya, yang juga mengkhawatirkan hal itu terjadi pada suaminya.
"Sejak Juan pulang usai kemenangan (atas Pacquiao) itu, saya telah mengatakan hal yang sama seperti yang saya katakan sekarang, untuk berhenti dari tinju, dan dengan pikiran saya, tidak ada jalan untuk kembali bertinju."
Kendati istrinya terus mendesaknya untuk pensiun, Marquez masih terus merayu istrinya. Petinju berusia 39 tahun itu mencoba meyakinkan istrinya agar dia diberikan kesempatan melanjutkan karirnya, paling tidak melakoni satu pertarungan lagi. Namun, istrinya masih tetap tidak bergeming dengan keputusannya. "Ketika saya membuat keputusan, maka itu menjadi keputusan akhir. Saya tidak ingin menjadi seseorang yang pensiun dan kemudian kembali lagi. Saya sedang berbicara dengan istri saya dan mencoba untuk meyakinkan dia (untuk membiarkan saya bertarung sekali lagi)," ungkap Marquez.
Namun, Marquez masih mendapatkan dukungan untuk terus bertarung dari anggota keluarga yang lain. Bertolak belakang dengan keinginan istrinya, putra tertua Marquez, Aldo, masih tetap meminta ayahnya untuk terus melanjutkan karirnya.
Petinju dengan rekor 55 kali menang (40KO), 6 kali kalah, dan sekali imbang itu masih terus memikirkan keputusan yang akan dipilihnya. Jika Marquez memutuskan untuk terus bertarung, maka akan terdapat banyak uang yang menantinya dalam kemungkinan pertemuan kelima dengan Pacquiao.
"Saya sudah meminta Juan untuk meninggalkan (tinju). Ya, (masih banyak) penawaran kepadanya untuk terus bertinju, tapi semua uang di dunia tidak akan membeli kehidupan Anda yang lain, dan tidak ada uang di dunia ini yang akan membeli pikiran Anda yang lain. Apa yang saya inginkan baginya adalah untuk pensiun dan mencurahkan waktunya untuk berkumpul bersama keluarganya. Ketika Juan menjalani pertarungan saya sudah cukup menderita," tutur Erika, seperti dikutip Boxing Scene, Jumat (21/12).
Erika menuturkan jika ia sangat sedih dan menyesal saat melihat istri Pacquiao menangis, dan takut naik ke atas ring, karena khawatir terjadi hal-hal yang buruk terhadap suaminya. "Saya benar-benar melihat dan merasakannya, serta memahami penderitaannya sebagai istri seorang petinju. Saya merasakan penderitaannya ketika saya melihat Pacquiao tak bergerak dan tak segera bangkit," sambungnya, yang juga mengkhawatirkan hal itu terjadi pada suaminya.
"Sejak Juan pulang usai kemenangan (atas Pacquiao) itu, saya telah mengatakan hal yang sama seperti yang saya katakan sekarang, untuk berhenti dari tinju, dan dengan pikiran saya, tidak ada jalan untuk kembali bertinju."
Kendati istrinya terus mendesaknya untuk pensiun, Marquez masih terus merayu istrinya. Petinju berusia 39 tahun itu mencoba meyakinkan istrinya agar dia diberikan kesempatan melanjutkan karirnya, paling tidak melakoni satu pertarungan lagi. Namun, istrinya masih tetap tidak bergeming dengan keputusannya. "Ketika saya membuat keputusan, maka itu menjadi keputusan akhir. Saya tidak ingin menjadi seseorang yang pensiun dan kemudian kembali lagi. Saya sedang berbicara dengan istri saya dan mencoba untuk meyakinkan dia (untuk membiarkan saya bertarung sekali lagi)," ungkap Marquez.
Namun, Marquez masih mendapatkan dukungan untuk terus bertarung dari anggota keluarga yang lain. Bertolak belakang dengan keinginan istrinya, putra tertua Marquez, Aldo, masih tetap meminta ayahnya untuk terus melanjutkan karirnya.
Petinju dengan rekor 55 kali menang (40KO), 6 kali kalah, dan sekali imbang itu masih terus memikirkan keputusan yang akan dipilihnya. Jika Marquez memutuskan untuk terus bertarung, maka akan terdapat banyak uang yang menantinya dalam kemungkinan pertemuan kelima dengan Pacquiao.
(nug)