Persib yakin dengan potensi Van Dijk
Jum'at, 21 Desember 2012 - 14:58 WIB
Persib yakin dengan potensi Van Dijk
A
A
A
Sindonews.com – Djadjang Nurdjaman menyimpan keyakinan kepada Serginho Van Dijk yang kabarnya sudah 90% bergabung ke Persib Bandung sebelum Maung Bandung menjalani laga perdana Indonesia Super League (ISL) kontra Persipura Jayapura di Bandung, 13 Januari 2013 mendatang.
Meski belum melihat langsung penampilan Van Dijk, namun Djanur optimistis sosok striker berusia 30 tahun itu. Tidak hanya bisa dimaksimalkan sebagai eksekutor, juga jadi pembuka celah bagi lini kedua untuk memecah kebuntuan.
Konsep permainan dengan memanfaatkan ketajaman para gelandang inilah yang sejauh ini terus dikembangkan Djanur. Hal tu tampak dari distribusi gol yang dilesakkan Persib berdasarkan lini per lini di dua turnamen pra musim, Celebes Championship dan Inter Island Cup (IIC) 2012.
Dari total 14 gol Persib di dua ajang tersebut, 6 gol diantaranya berasal dari pemain yang berposisi di sektor tengah. Statistik ini menunjukkan jika kinerja para gelandang milik Maung Bandung tergolong cukup produktif. Sekaligus indikasi jik Djanur tak ingin menyia-nyiakan potensi yang dimiliki para pemain tengahnya.
Untuk mendukung skema dan strategi membuka ruang kepada lini kedua. Tentu dibutuhkan sosok striker yang memiliki etos kerja tim cukup tinggi. Sejauh ini Djanur cukup puas terhadap performa Herman Dzumafo Epandi. Kendati striker asal Kamerun itu, tampil melempem di semifinal IIC 2012 melawan Persisam Samarinda.
Karena itu, wajar jika Djanur menaruh harapan lebih kepada Van Dijk. Meski dikenal sebagai sosok striker murni. Tapi Djanur meyakini jika Van Dijk bisa diekploitasi sebagai seorang striker yang mampu memecah konsentrasi lawan hingga akhirnya membuka celah di pertahanan lawan.
“Banyak informasi yang bisa dijadikan referensi untuk melihat kemampuan dia. Seperti dari rekaman video. Menurut saya dia bukan hanya sekadar seorang finisher (penyelesai), tapi dia juga bisa berperan sebagai penyuplai bola,” terang Djanur.
Terepas dari itu, Djanur menyatakan siap menghadapi situasi terburuk dibalik upaya pembelian yang dilakukan Maung Bandung. Menurutnya ia akan tetap berjalan tanpa harus menyesali jika akhirnya Van Dijk gagal didatangkan. “Dengan atau tanpa Van Dijk, tim ini harus lebih siap menghadapi kompetisi nanti,” ujar Djanur.
Kubu Maung Bandung sendiri tampak sangat optimis bisa menggaet Van Dijk yang kabarnya tinggal mengambil sumpah untuk mendapatkan status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Manajer Persib, Umuh Muchtar bahkan berani memprediksi paling cepat, Van Dijk akhir bulan ini sudah resmi menjadi milik Persib.
Rasa optimisme kubu Maung Bandung, kian tebal menyusul pemberitaan yang dilansir situs berita, news.com.au yang memprediksi Adelaide United bakal melepas striker plontos itu pada 1 Januari 2013 atau di awal bursa transfer tahap II kompetisi Liga Australia.
Meski belum melihat langsung penampilan Van Dijk, namun Djanur optimistis sosok striker berusia 30 tahun itu. Tidak hanya bisa dimaksimalkan sebagai eksekutor, juga jadi pembuka celah bagi lini kedua untuk memecah kebuntuan.
Konsep permainan dengan memanfaatkan ketajaman para gelandang inilah yang sejauh ini terus dikembangkan Djanur. Hal tu tampak dari distribusi gol yang dilesakkan Persib berdasarkan lini per lini di dua turnamen pra musim, Celebes Championship dan Inter Island Cup (IIC) 2012.
Dari total 14 gol Persib di dua ajang tersebut, 6 gol diantaranya berasal dari pemain yang berposisi di sektor tengah. Statistik ini menunjukkan jika kinerja para gelandang milik Maung Bandung tergolong cukup produktif. Sekaligus indikasi jik Djanur tak ingin menyia-nyiakan potensi yang dimiliki para pemain tengahnya.
Untuk mendukung skema dan strategi membuka ruang kepada lini kedua. Tentu dibutuhkan sosok striker yang memiliki etos kerja tim cukup tinggi. Sejauh ini Djanur cukup puas terhadap performa Herman Dzumafo Epandi. Kendati striker asal Kamerun itu, tampil melempem di semifinal IIC 2012 melawan Persisam Samarinda.
Karena itu, wajar jika Djanur menaruh harapan lebih kepada Van Dijk. Meski dikenal sebagai sosok striker murni. Tapi Djanur meyakini jika Van Dijk bisa diekploitasi sebagai seorang striker yang mampu memecah konsentrasi lawan hingga akhirnya membuka celah di pertahanan lawan.
“Banyak informasi yang bisa dijadikan referensi untuk melihat kemampuan dia. Seperti dari rekaman video. Menurut saya dia bukan hanya sekadar seorang finisher (penyelesai), tapi dia juga bisa berperan sebagai penyuplai bola,” terang Djanur.
Terepas dari itu, Djanur menyatakan siap menghadapi situasi terburuk dibalik upaya pembelian yang dilakukan Maung Bandung. Menurutnya ia akan tetap berjalan tanpa harus menyesali jika akhirnya Van Dijk gagal didatangkan. “Dengan atau tanpa Van Dijk, tim ini harus lebih siap menghadapi kompetisi nanti,” ujar Djanur.
Kubu Maung Bandung sendiri tampak sangat optimis bisa menggaet Van Dijk yang kabarnya tinggal mengambil sumpah untuk mendapatkan status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Manajer Persib, Umuh Muchtar bahkan berani memprediksi paling cepat, Van Dijk akhir bulan ini sudah resmi menjadi milik Persib.
Rasa optimisme kubu Maung Bandung, kian tebal menyusul pemberitaan yang dilansir situs berita, news.com.au yang memprediksi Adelaide United bakal melepas striker plontos itu pada 1 Januari 2013 atau di awal bursa transfer tahap II kompetisi Liga Australia.
(wbs)