Katusha akhirnya terima keputusan UCI
Jum'at, 21 Desember 2012 - 15:04 WIB
Katusha akhirnya terima keputusan UCI
A
A
A
Sindonews.com - Pihak Katusha menerima keputusan Uni Balap Sepeda Internasional (UCI) yang mencoret mereka dalam Pro Tour 2013 setelah mendengar alasan resmi UCI.
Seperti diberitakan belum lama ini, UCI menolak keikutsertaan Katusha dalam Pro Tour pada tahun 2013. Banyaknya pembalap Katusha yang terganjal kasus doping menjadi alasannya. Pihak Katusha pun menerima keputusan itu.
"Kami menerima pernyataan dari UCI yang menjelaskan kepada kami alasan dari keputusan mereka,"ujar Manajer Umum Katusha, Vyancheslav Ekimov, seperti dilansir Sky Sports.
"Kami diinformasikan bahwa Katusha memiliki banyak kasus doping di Pro Tour antara tahun 2009 dan 2012. UCI mengatakan bahwa Katusha tak melakukan tes yang tepat dalam tim untuk mendeteksi pengguna doping. Mereka juga menyalahkan kami untuk kesalahan Denis Galimzyanov, meski sang pembalap telah mengakui itu kesalahannya sendiri,"ia menambahkan.
Galimzyanov sendiri disanksi dua tahun setelah positif menggunakan obat terlarang. Sprinter berusia 25 tahun itu gagal tes doping pada bulan Maret. Namun, sanksi ditangguhkan pada bulan April, di mana larangan resmi mulai dihitung. Galimzyanov sendiri mengaku bersalah dan menolak tawaran untuk tes pada sampel B.
Galimzyanov menjadi pembalap Katusha keempat yang tersandung kasus doping. Sebelumnya, Antonio Colom, Christian Pfannberger dan Alexandr Kolobnev juga terlibat hal yang sama.
Seperti diberitakan belum lama ini, UCI menolak keikutsertaan Katusha dalam Pro Tour pada tahun 2013. Banyaknya pembalap Katusha yang terganjal kasus doping menjadi alasannya. Pihak Katusha pun menerima keputusan itu.
"Kami menerima pernyataan dari UCI yang menjelaskan kepada kami alasan dari keputusan mereka,"ujar Manajer Umum Katusha, Vyancheslav Ekimov, seperti dilansir Sky Sports.
"Kami diinformasikan bahwa Katusha memiliki banyak kasus doping di Pro Tour antara tahun 2009 dan 2012. UCI mengatakan bahwa Katusha tak melakukan tes yang tepat dalam tim untuk mendeteksi pengguna doping. Mereka juga menyalahkan kami untuk kesalahan Denis Galimzyanov, meski sang pembalap telah mengakui itu kesalahannya sendiri,"ia menambahkan.
Galimzyanov sendiri disanksi dua tahun setelah positif menggunakan obat terlarang. Sprinter berusia 25 tahun itu gagal tes doping pada bulan Maret. Namun, sanksi ditangguhkan pada bulan April, di mana larangan resmi mulai dihitung. Galimzyanov sendiri mengaku bersalah dan menolak tawaran untuk tes pada sampel B.
Galimzyanov menjadi pembalap Katusha keempat yang tersandung kasus doping. Sebelumnya, Antonio Colom, Christian Pfannberger dan Alexandr Kolobnev juga terlibat hal yang sama.
(wir)