Perpani Kota Semarang, mencari atlet dari kalangan pelajar
Jum'at, 21 Desember 2012 - 15:09 WIB
Perpani Kota Semarang, mencari atlet dari kalangan pelajar
A
A
A
Sindonews.com - Masih minimnya atlet panahan di Kota Semarang, membuat Pengurus Kota (Pengkot) Persatuan Panahan Indonesai (Perpani) Kota Semarang, melakukan manuver untuk mencari atlet berbakat.
Salah satu yang dilakukan Perpani Kota Semarang adalah dengan mencari talenta-talenda muda dari kalangan pelajar. Diharapkan dari pelajar-pelajar Kota Atlas ini mampu menjadi atlet professional dan membawa nama baik Kota Semarang.
“Perpani Kota Semarang, saat ini terus menjaring atlet dari kalangan pelajar. Hal ini sebagai bentuk regenerasi atlet panahan,” Kata Ketua Perpani Kota Semarang Supriyadi.
Supriyadi yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Semarang ini mengaku, pihaknya dalam dalam waktu dekat akan menggencarkan sosialisasi tentang olahraga panahan di sejumlah sekolah.
Di sekolah-sekolah ini nantinya akan diperkenalkan, mengenai olah raga panahan. Diharapkan apabila siswa sudah mengenal dan mengetahui olah raga panahan, para siswa memiliki kecintaan dan mau menekuni olah raga tersebut.
“Kalau sudah kenal nantinya bisa tumbuh minat menekuni panahan,'' tandas Supriyadi.
Diakuinya, Perpani sengaja membidik pelajar-pelajar, karena selama ini pembinaan dan regenerasi atlet cabang olah raga panahan di Kota Semarang masih sangat kurang. “Pelajar memiliki potensi yang cukup tinggi. Selama ini panahan kurang popular dibandingkan cabang olah raga lain, sehingga kami sangat berkeinginan untuk mensosialisasikan kepada pelajar di Kota Semarang,” tandasnya.
Langkah lain yang diambil Perpani adalah dengan menggelar kejuaraan panahan di Semarang. Dengan demikian, akan ada kompetisi sehingga pepanah akan terpacu untuk terus berlatih.
”Beberapa waktu lalu, Perpani menggelar kejuaraan panahan khusus untuk pelajar SD hingga SMA. Kejuaraan yang diijuti 172 pelajar itu mempertandingkan dua nomor yakni lima meter dan enam meter. Busur terbuat dari pipa dan anak panah terbuat dari bambu. Dari kompetisi ini bisa dilihat meski masih kurang populer, terbukti cukup banyak pelajar yang ambil bagian dalam kompetisi tersebut,” tandasnya.
Dia menjelaskan, dari kejuaraan tersebut dihasilkan juara untuk dididik secara berjenjang, sehingga memunculkan talenta-talenta baru yang berkualitas.”Kami akan berusaha semakin sering menyelenggarankan kejuaraan. Selain untuk mencari bibit juga untuk mengenalkan olah raga panahan kepada masyarkat,” jelasnya.
Salah satu yang dilakukan Perpani Kota Semarang adalah dengan mencari talenta-talenda muda dari kalangan pelajar. Diharapkan dari pelajar-pelajar Kota Atlas ini mampu menjadi atlet professional dan membawa nama baik Kota Semarang.
“Perpani Kota Semarang, saat ini terus menjaring atlet dari kalangan pelajar. Hal ini sebagai bentuk regenerasi atlet panahan,” Kata Ketua Perpani Kota Semarang Supriyadi.
Supriyadi yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Semarang ini mengaku, pihaknya dalam dalam waktu dekat akan menggencarkan sosialisasi tentang olahraga panahan di sejumlah sekolah.
Di sekolah-sekolah ini nantinya akan diperkenalkan, mengenai olah raga panahan. Diharapkan apabila siswa sudah mengenal dan mengetahui olah raga panahan, para siswa memiliki kecintaan dan mau menekuni olah raga tersebut.
“Kalau sudah kenal nantinya bisa tumbuh minat menekuni panahan,'' tandas Supriyadi.
Diakuinya, Perpani sengaja membidik pelajar-pelajar, karena selama ini pembinaan dan regenerasi atlet cabang olah raga panahan di Kota Semarang masih sangat kurang. “Pelajar memiliki potensi yang cukup tinggi. Selama ini panahan kurang popular dibandingkan cabang olah raga lain, sehingga kami sangat berkeinginan untuk mensosialisasikan kepada pelajar di Kota Semarang,” tandasnya.
Langkah lain yang diambil Perpani adalah dengan menggelar kejuaraan panahan di Semarang. Dengan demikian, akan ada kompetisi sehingga pepanah akan terpacu untuk terus berlatih.
”Beberapa waktu lalu, Perpani menggelar kejuaraan panahan khusus untuk pelajar SD hingga SMA. Kejuaraan yang diijuti 172 pelajar itu mempertandingkan dua nomor yakni lima meter dan enam meter. Busur terbuat dari pipa dan anak panah terbuat dari bambu. Dari kompetisi ini bisa dilihat meski masih kurang populer, terbukti cukup banyak pelajar yang ambil bagian dalam kompetisi tersebut,” tandasnya.
Dia menjelaskan, dari kejuaraan tersebut dihasilkan juara untuk dididik secara berjenjang, sehingga memunculkan talenta-talenta baru yang berkualitas.”Kami akan berusaha semakin sering menyelenggarankan kejuaraan. Selain untuk mencari bibit juga untuk mengenalkan olah raga panahan kepada masyarkat,” jelasnya.
(wbs)