Tak ada jaminan keamanan, Adebayor serukan pemboikotan
Senin, 24 Desember 2012 - 05:18 WIB
Tak ada jaminan keamanan, Adebayor serukan pemboikotan
A
A
A
Sindonews.com - Berkaca pada kasus serangan mengerikan terhadap bus yang mengangkut skuad tim nasional Togo dalam Piala Afrika 2010 yang dihelat di Angola, membuat penyerang Tottenham Hotspur, Emmanuel Adebayor, memilih tidak bermain untuk timnas Togo di ajang tersebut kecuali terdapat jaminan untuk keselamatannya.
Namun, beberapa orang berpikir sebaliknya, mereka menuduh Adebayor menolak untuk bermain karena bonus yang belum dibayar. Bintang Spurs itu pun membantah, karena menurutnya, uang bukanlah menjadi masalah yang serius bagi dirinya, bahkan dirinya menghabiskan uangnya untuk memastikan anggota tim yang lain bisa melakukan perjalanan untuk membela timnas. "Saya mendengar orang-orang mengatakan saya tidak ingin pergi ke Piala Afrika karena bonus yang belum dibayar. Saya tidak butuh bonus dari Togo (sekitar Rp15,6 juta per pertandingan). Saya tidak akan menolak untuk bermain demi negara saya hanya karena uang," tegasnya, dikutip Soccer Way, Minggu (23/12) waktu setempat.
"Kadang-kadang saya harus mengambil tanggung jawab dan bahkan saya telah membantu membayar bonus. Ini adalah semua tentang organisasi (atau kurang dari itu). Hanya terdapat lima persen kesempatan untuk aku bisa pergi.. Saya tidak mau menempatkan hidup saya dalam risiko yang besar."
Kenangan serangan dua tahun lalu masih membekas di benak Adebayor, dan dia tidak merasakan Asosiasi Sepakbola Togo telah berbuat cukup untuk menghindari peristiwa serupa dari berlangsungnya event itu di Afrika Selatan. "Saya berada dalam bus yang mengangkut skuad Angola ketika orang meninggal di depan saya. Saya memegang mereka saat mereka meninggal dunia. Bahkan, pemerintah tidak bersedia membayar pengobatan bagi orang-orang yang selamat. Itu tidak benar. Itu adalah situasi yang mengerikan. Setelah kami lolos ke Afrika Selatan saya mengatakan kepada mereka, kami harus menyelesaikan masalah."
"Saya mengatakan kami membutuhkan induk organisasi yang baik, kalau tidak saya tidak akan bergabung. Sekarang kami akan ke Afrika Selatan dan tidak ada yang berubah," tutur pemain berusia 28 tahun itu.
Namun, beberapa orang berpikir sebaliknya, mereka menuduh Adebayor menolak untuk bermain karena bonus yang belum dibayar. Bintang Spurs itu pun membantah, karena menurutnya, uang bukanlah menjadi masalah yang serius bagi dirinya, bahkan dirinya menghabiskan uangnya untuk memastikan anggota tim yang lain bisa melakukan perjalanan untuk membela timnas. "Saya mendengar orang-orang mengatakan saya tidak ingin pergi ke Piala Afrika karena bonus yang belum dibayar. Saya tidak butuh bonus dari Togo (sekitar Rp15,6 juta per pertandingan). Saya tidak akan menolak untuk bermain demi negara saya hanya karena uang," tegasnya, dikutip Soccer Way, Minggu (23/12) waktu setempat.
"Kadang-kadang saya harus mengambil tanggung jawab dan bahkan saya telah membantu membayar bonus. Ini adalah semua tentang organisasi (atau kurang dari itu). Hanya terdapat lima persen kesempatan untuk aku bisa pergi.. Saya tidak mau menempatkan hidup saya dalam risiko yang besar."
Kenangan serangan dua tahun lalu masih membekas di benak Adebayor, dan dia tidak merasakan Asosiasi Sepakbola Togo telah berbuat cukup untuk menghindari peristiwa serupa dari berlangsungnya event itu di Afrika Selatan. "Saya berada dalam bus yang mengangkut skuad Angola ketika orang meninggal di depan saya. Saya memegang mereka saat mereka meninggal dunia. Bahkan, pemerintah tidak bersedia membayar pengobatan bagi orang-orang yang selamat. Itu tidak benar. Itu adalah situasi yang mengerikan. Setelah kami lolos ke Afrika Selatan saya mengatakan kepada mereka, kami harus menyelesaikan masalah."
"Saya mengatakan kami membutuhkan induk organisasi yang baik, kalau tidak saya tidak akan bergabung. Sekarang kami akan ke Afrika Selatan dan tidak ada yang berubah," tutur pemain berusia 28 tahun itu.
(nug)