Tahun 2012, kebangkitan Van der Vaart
Senin, 24 Desember 2012 - 17:49 WIB
Tahun 2012, kebangkitan Van der Vaart
A
A
A
Sindonews.com – Mendapat julukan ‘si penyelamat’ketika kembali bergabung dengan Hamburger SV di batas akhir bursa transfer bulan Agustus 2012, seorang Rafael van der Vaart (RVDV) datang dengan membawa beban berat di punggungnya.
Di usianya yang sudah tidak lagi muda, 29 tahun, dan datang untuk kedua kalinya di Hamburg, Van der Vaart memainkan peran pentingnya sebagai tokoh utama di tim.
Sejak ia menanggalkan kostum Hamburg setelah 1582 hari, pemain asal Belanda itu memutuskan meninggalkan Jerman untuk bermain di Real Madrid dan Tottenham Hotspur. Di dua klub tersebut, Van der Vaart kurang menunjukkan sinarnya.
Keluarnya Van der Vaart ketika itu seakan menjadi bencana. Eksistensi Hamburg di Bundesliga berada dalam ancaman setelah menelan tiga kekalahan dan tersingkir di Piala Jerman.
Namun sejak kembali pulang, pengaruh Van der Vaart tidak hanya membantu tim menemukan kembali kepercayaan dirinya tapi juga merajut mimpinya untuk lolos bermain di Eropa.
“”Dengan pengecualian dari Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo, tidak ada pemain lain yang aura dan kepribadian telah merubah suasana dalam klub dan kota seperti yang dilakukan Rafael van der Vaart, bahkan sebelum ia memainkan pertandingan pertama," ujar kiper Hamburg Rene Adler seperti dikutip situs resmi Bundesliga, Senin (24/12/2012).
Dan tidak ada yang meragukan kualitas kepemimpinan Van der Vaart. Sampai saat ini dia sudah mencetak lima assist dans atu gol selama separuh musim ini. Hamburg kini berada di peringkat 10 klasemen dengan 24 poin, terpaut dua poin dari zona Eropa.
Di usianya yang sudah tidak lagi muda, 29 tahun, dan datang untuk kedua kalinya di Hamburg, Van der Vaart memainkan peran pentingnya sebagai tokoh utama di tim.
Sejak ia menanggalkan kostum Hamburg setelah 1582 hari, pemain asal Belanda itu memutuskan meninggalkan Jerman untuk bermain di Real Madrid dan Tottenham Hotspur. Di dua klub tersebut, Van der Vaart kurang menunjukkan sinarnya.
Keluarnya Van der Vaart ketika itu seakan menjadi bencana. Eksistensi Hamburg di Bundesliga berada dalam ancaman setelah menelan tiga kekalahan dan tersingkir di Piala Jerman.
Namun sejak kembali pulang, pengaruh Van der Vaart tidak hanya membantu tim menemukan kembali kepercayaan dirinya tapi juga merajut mimpinya untuk lolos bermain di Eropa.
“”Dengan pengecualian dari Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo, tidak ada pemain lain yang aura dan kepribadian telah merubah suasana dalam klub dan kota seperti yang dilakukan Rafael van der Vaart, bahkan sebelum ia memainkan pertandingan pertama," ujar kiper Hamburg Rene Adler seperti dikutip situs resmi Bundesliga, Senin (24/12/2012).
Dan tidak ada yang meragukan kualitas kepemimpinan Van der Vaart. Sampai saat ini dia sudah mencetak lima assist dans atu gol selama separuh musim ini. Hamburg kini berada di peringkat 10 klasemen dengan 24 poin, terpaut dua poin dari zona Eropa.
(aww)