Tahun depan, Der Panzer bakal lebih sempurna
Selasa, 25 Desember 2012 - 06:38 WIB
Tahun depan, Der Panzer bakal lebih sempurna
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih tim nasional Jerman, Joachim Loew, berupaya untuk menyempurnakan gaya permainan Der Panzer Jerman pada tahun depan. Skuad besutan Loew banjir pujian ketika memperlihatkan permainan aktraktif mereka, namun mereka selalu gagal dalam turnamen besar.
"Kami harus, dan kami akan berkembang sebagai sebuah tim (pada 2013). Itulah yang saya kerjakan dengan Hansi Flick, Andreas Kopke dan Oliver Bierhoff. Kami kadang-kadang masih kekurangan dalam hasil akhir," tutur mantan pelatih Stuttgart itu dalam laman resmi Asosiasi Sepak Bola Jerman, yang dikutip Soccer Way, Selasa (25/12).
"Kami memiliki potensi unik untuk maju. Kami telah menemukan gaya bermain kami. Tapi kami belum menyempurnakannya. Hal terbaik bagi saya adalah turnamen. Di final, kita memiliki kesempatan untuk bersaing dengan yang terbaik di dunia."
"Saya tidak melihat ini sebagai tekanan, tetapi sebagai sebuah kesempatan dan sebagai motivasi. Tentu saja, kami menetapkan tujuan tertinggi. Sebagai atlet, kami harus memiliki tujuan memenangkan Piala Dunia. Yang akan menjadi yang terbesar. Jika kami tidak memenangkan gelar juara dunia 2014, kami akan kecewa," ia menjelaskan.
Namun, pelatih berusia 52 tahun itu menolak dikatakan memperoleh hasil yang mengecewakan pada tahun ini, terutama ketika menyerah di tangan Italia dalam babak semifinal Piala Eropa pada Juni lalu. "Secara pribadi, saya tidak merasa seperti itu. Kekecewaan dari permainan melawan Italia begitu besar bagi semua orang, terutama karena kami tidak menyadari potensi penuh kami," elaknya.
"Kami harus, dan kami akan berkembang sebagai sebuah tim (pada 2013). Itulah yang saya kerjakan dengan Hansi Flick, Andreas Kopke dan Oliver Bierhoff. Kami kadang-kadang masih kekurangan dalam hasil akhir," tutur mantan pelatih Stuttgart itu dalam laman resmi Asosiasi Sepak Bola Jerman, yang dikutip Soccer Way, Selasa (25/12).
"Kami memiliki potensi unik untuk maju. Kami telah menemukan gaya bermain kami. Tapi kami belum menyempurnakannya. Hal terbaik bagi saya adalah turnamen. Di final, kita memiliki kesempatan untuk bersaing dengan yang terbaik di dunia."
"Saya tidak melihat ini sebagai tekanan, tetapi sebagai sebuah kesempatan dan sebagai motivasi. Tentu saja, kami menetapkan tujuan tertinggi. Sebagai atlet, kami harus memiliki tujuan memenangkan Piala Dunia. Yang akan menjadi yang terbesar. Jika kami tidak memenangkan gelar juara dunia 2014, kami akan kecewa," ia menjelaskan.
Namun, pelatih berusia 52 tahun itu menolak dikatakan memperoleh hasil yang mengecewakan pada tahun ini, terutama ketika menyerah di tangan Italia dalam babak semifinal Piala Eropa pada Juni lalu. "Secara pribadi, saya tidak merasa seperti itu. Kekecewaan dari permainan melawan Italia begitu besar bagi semua orang, terutama karena kami tidak menyadari potensi penuh kami," elaknya.
(nug)