Mueller: Heynckes sedang lapar gelar
Kamis, 27 Desember 2012 - 00:47 WIB
Mueller: Heynckes sedang lapar gelar
A
A
A
Sindonews.com – Gelandang Bayern Muenchen Thomas Mueller mengatakan berbagai kegagalan yang dialami tim membuat pelatih Jupp Heynckes lapar gelar. Pada musim lalu Klub asal Bavaria itu gagal mengangkat trofi juara setelah hanya menjadi runner up di Bundesliga, Piala Jerman dan juga Liga Champions.
Mueller meyakini berbagai kegagalan itu akan membuat Heynckes semakin berambisi untuk tidak mengulangnya pada musim ini.
“Tidak biasa melihat pelatih berusia 67 tahun masih bekerja dengan hasrat dan ambisi seperti itu. Kekalahan di dua final (Piala Jerman dan Liga Champions) membuatnya sangat lapar,”ujar Mueller kepada Spox, Kamis (27/12/2012).
“Dia ingin melakukannya lagi tapi untuk kali ini hasilnya positif. Senang melihatnya dalam latihan.”
Dikatakan Mueller, tim saat ini berada dalam kondisi stabil sebab pelatih tidak memaksakan sesuatu yang baru kepada pemain. Menurutnya saling menghormati adalah salah satu kunci penting yang harus dimiliki seorang pelatih.
“Dia harus bisa bekerja dengan baik bersama pemain, dan itu penting untuk melatih sebuah tim top. Dia juga harus bisa memberikan kesempatan kepada orang bicara dan mengutarakan pendapatnya. Ini harus dipandang sebagai suatu kehormatan untuk setiap pelatih untuk melatih Bayern”
Mueller meyakini berbagai kegagalan itu akan membuat Heynckes semakin berambisi untuk tidak mengulangnya pada musim ini.
“Tidak biasa melihat pelatih berusia 67 tahun masih bekerja dengan hasrat dan ambisi seperti itu. Kekalahan di dua final (Piala Jerman dan Liga Champions) membuatnya sangat lapar,”ujar Mueller kepada Spox, Kamis (27/12/2012).
“Dia ingin melakukannya lagi tapi untuk kali ini hasilnya positif. Senang melihatnya dalam latihan.”
Dikatakan Mueller, tim saat ini berada dalam kondisi stabil sebab pelatih tidak memaksakan sesuatu yang baru kepada pemain. Menurutnya saling menghormati adalah salah satu kunci penting yang harus dimiliki seorang pelatih.
“Dia harus bisa bekerja dengan baik bersama pemain, dan itu penting untuk melatih sebuah tim top. Dia juga harus bisa memberikan kesempatan kepada orang bicara dan mengutarakan pendapatnya. Ini harus dipandang sebagai suatu kehormatan untuk setiap pelatih untuk melatih Bayern”
(aww)