APPI desak Task Force selesaikan kisruh dualisme
Jum'at, 28 Desember 2012 - 18:56 WIB
APPI desak Task Force selesaikan kisruh dualisme
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) menyambangi Kementerian Pemuda dan Olahraga pada hari ini, Jumat (28/12). Mereka datang guna bertemu tim Task Force untuk membicarakan penyelesaian masalah konflik sepak bola Indonesia. Termasuk pembentukan tim nasional untuk kualifikasi Piala Asia 2015. Pada pertemuan kali ini tim APPI disambut tim Task Force yang diwakili oleh Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo dan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Djoko Pekik Irianto.
Gelandang Sriwijaya FC Ponaryo Astaman yang termasuk dalam APPI mengatakan, kedatangannya bersama teman-teman mewakili para pemain yang lain ingin mendapatkan penjelasan dari tim Task Force bagaimana penyelesaian kisruh sepak bola yang sampai saat ini belum berakhir.
"Kami di sini hadir mewakili teman-teman pemain yang lain berpendapat, adanya Task Force ini adalah babak baru untuk membenahi kisruh sepak bola nasional kita, dan otomatis kami sebagai pemain berharap Task Force bisa menyelesaikan dan memberi awal yang baik untuk sepak bola kita sekarang," kata Ponaryo seperti dilansir situs resmi Kemenpora, Jumat (28/12/2012).
Hal senada juga dikatakan diungkapkan Bambang Pamungkas yang menurutnya pemain yang merasakan kondisi di lapangan sangat ingin segera mendapat pencerahan dari kisruh sepak bola yang terjadi, termasuk pembentukan timnas sendiri. "Sebenarnya pemain sekarang ini dalam keadaan yang dilematis, saya ingin menggarisbawahi saat ini dari berita yang berkembang masalah pembentukan timnas sendiri masih membingungkan bahkan ada kabar KONI akan membentuk Timnas untuk SEA Games. Kondisi seperti ini yang membuat pemain menjadi bingung," kata Bambang.
Menanggapi aspirasi tim APPI yang datang yakni CEO APPI Valentino Simanjuntak, Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman, Ahmad Bustomi, Kurniawan Dwi Yulianto dan beberapa pengurus APPI lainya. Rita Subowo mengatakan tim Task Force sudah melakukan langkah-langkah mediasi baik kepada PSSI atau KPSI untuk masa depan sepak bola Indonesia. Dan langkah tersebut dia yakini dalam waktu dekat ini sudah menemui titik terang.
"Saya ingin semua pihak untuk ikut memberikan kondisi yang baik untuk proses mediasi, dan tim Task Force sendiri sampai saat ini terus melakukan langkah-langkah mediasi yang terbaik untuk sepakbola kita. Saya yakin sebelum tim AFC datang ke Indonesia tanggal 10 Januari nanti, beberapa keputusan mediasi sudah lahir dan disepakati oleh pihak-pihak yang terkait," terang Rita.
Gelandang Sriwijaya FC Ponaryo Astaman yang termasuk dalam APPI mengatakan, kedatangannya bersama teman-teman mewakili para pemain yang lain ingin mendapatkan penjelasan dari tim Task Force bagaimana penyelesaian kisruh sepak bola yang sampai saat ini belum berakhir.
"Kami di sini hadir mewakili teman-teman pemain yang lain berpendapat, adanya Task Force ini adalah babak baru untuk membenahi kisruh sepak bola nasional kita, dan otomatis kami sebagai pemain berharap Task Force bisa menyelesaikan dan memberi awal yang baik untuk sepak bola kita sekarang," kata Ponaryo seperti dilansir situs resmi Kemenpora, Jumat (28/12/2012).
Hal senada juga dikatakan diungkapkan Bambang Pamungkas yang menurutnya pemain yang merasakan kondisi di lapangan sangat ingin segera mendapat pencerahan dari kisruh sepak bola yang terjadi, termasuk pembentukan timnas sendiri. "Sebenarnya pemain sekarang ini dalam keadaan yang dilematis, saya ingin menggarisbawahi saat ini dari berita yang berkembang masalah pembentukan timnas sendiri masih membingungkan bahkan ada kabar KONI akan membentuk Timnas untuk SEA Games. Kondisi seperti ini yang membuat pemain menjadi bingung," kata Bambang.
Menanggapi aspirasi tim APPI yang datang yakni CEO APPI Valentino Simanjuntak, Bambang Pamungkas, Ponaryo Astaman, Ahmad Bustomi, Kurniawan Dwi Yulianto dan beberapa pengurus APPI lainya. Rita Subowo mengatakan tim Task Force sudah melakukan langkah-langkah mediasi baik kepada PSSI atau KPSI untuk masa depan sepak bola Indonesia. Dan langkah tersebut dia yakini dalam waktu dekat ini sudah menemui titik terang.
"Saya ingin semua pihak untuk ikut memberikan kondisi yang baik untuk proses mediasi, dan tim Task Force sendiri sampai saat ini terus melakukan langkah-langkah mediasi yang terbaik untuk sepakbola kita. Saya yakin sebelum tim AFC datang ke Indonesia tanggal 10 Januari nanti, beberapa keputusan mediasi sudah lahir dan disepakati oleh pihak-pihak yang terkait," terang Rita.
(akr)