Persis versi liga masih nunggak stadion Rp105 juta
Sabtu, 29 Desember 2012 - 23:24 WIB
Persis versi liga masih nunggak stadion Rp105 juta
A
A
A
Sindonews.com - Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia (Liga) sudah usai pertengahan 2012 lalu. Namun, Persis versi Liga masih memiliki tunggakan Stadion Manahan Solo yang menjadi home base partai kandangnya sebesar Rp105 juta.
Ketua Panpel Persis Lversi Liga Paulus Haryoto mengakui adanya tunggakan stadion tim Laskar Sambernyawa. Namun, pihaknya menjamin bakal melunasinya. "Kekurangan biaya sewa stadion masih Rp105 juta. Kita pasti akan melunasinya, meski dengan cara mencicilnya," katanya, Sabtu (29/12/2012).
Dia menjelaskan, tunggakan stadion disebabkan ada beberapa alasan. Pertama karena ada kenaikan biaya sewa stadion berstandar nasional tersebut. Awalnya sewa stadion hanya Rp10 juta namun naik menjadi Rp22 juta. Kenaikan itu terjadi saat kompetisi Divisi Utama yang diikuti bergulir setelah pertengahan musim lalu. "Awalnya hanya Rp10 juta tapi naik menjadi Rp22 juta," imbuhnya.
Selain itu, faktor yang membuat Persis harus menunggak beban sewa karena pendapatan tim sangat sedikit. Tiket masuk penonton yang diharapkan bisa menutup biaya tidak terwujud. Pasalnya, para pendudung setia Persis yang tergabung dalam Pasoepati lebih banyak mendukung Persis versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dibanding mendukung Persis versi Liga.
Bahkan managemen Persis versi Liga mengakui minimnya penonton membuat tim merugi. "Jangankan meraup keuntungan dari segi tiket penonton, untuk menutup biaya operasional saja tidak bisa," ujarnya.
Ketua Panpel Persis Lversi Liga Paulus Haryoto mengakui adanya tunggakan stadion tim Laskar Sambernyawa. Namun, pihaknya menjamin bakal melunasinya. "Kekurangan biaya sewa stadion masih Rp105 juta. Kita pasti akan melunasinya, meski dengan cara mencicilnya," katanya, Sabtu (29/12/2012).
Dia menjelaskan, tunggakan stadion disebabkan ada beberapa alasan. Pertama karena ada kenaikan biaya sewa stadion berstandar nasional tersebut. Awalnya sewa stadion hanya Rp10 juta namun naik menjadi Rp22 juta. Kenaikan itu terjadi saat kompetisi Divisi Utama yang diikuti bergulir setelah pertengahan musim lalu. "Awalnya hanya Rp10 juta tapi naik menjadi Rp22 juta," imbuhnya.
Selain itu, faktor yang membuat Persis harus menunggak beban sewa karena pendapatan tim sangat sedikit. Tiket masuk penonton yang diharapkan bisa menutup biaya tidak terwujud. Pasalnya, para pendudung setia Persis yang tergabung dalam Pasoepati lebih banyak mendukung Persis versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dibanding mendukung Persis versi Liga.
Bahkan managemen Persis versi Liga mengakui minimnya penonton membuat tim merugi. "Jangankan meraup keuntungan dari segi tiket penonton, untuk menutup biaya operasional saja tidak bisa," ujarnya.
(wbs)