Mourinho: Saya terlalu muda untuk menyerah
Minggu, 30 Desember 2012 - 08:19 WIB
Mourinho: Saya terlalu muda untuk menyerah
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Real Madrid Jose Mourinho bertekad ingin menangkan trofi Liga Champions dengan tiga klub berbeda dan membawa Los Blancos meraih gelar juara ke 10 mereka di Eropa. Pelatih asal Portugal sebelumnya melakukan keputusan yang kontroversial dengan mencadangkan kiper Iker Casillas ketika melawan Malaga yang berujung kepada kekelahan timnya. Meski begitu pelatih berusia 49 tahun itu mengklaim apa yang ia lakukan adalah untuk membantu pemain El Real meraih gelar Eropa.
"Saya selalu mengatakan tujuan saya untuk memenangkan trofi Liga Champions ketiga dengan tiga tim berbeda. Saya telah memenangkan kompetisi ini dengan Porto dan Inter Milan. Tak satu pelatih yang pernah melakukannya dan untuk Real Madrid mereka akan meraih gelar ke 10 di Eropa," terang Mourinho seperti dilansir Football-Espana, Minggu (30/12/2012).
"Dalam dua bulan terakhir tim telah kehilangan segalanya. Setelah kekalahan pekan kemari kontra Malaga saya berpikir keras tentang situasi ini. Tapi saya terlalu muda untuk menyerah," ungkapnya.
"Saya mendapat satu kesimpulan: sepakbola berubah, berubah, berubah, hampir setiap hari, setiap menit, setiap detik. Tapi, ada satu hal yang tidal berubah: tim selalu pelatih," tutup pelatih yang dijuluki The Special One itu.
"Saya selalu mengatakan tujuan saya untuk memenangkan trofi Liga Champions ketiga dengan tiga tim berbeda. Saya telah memenangkan kompetisi ini dengan Porto dan Inter Milan. Tak satu pelatih yang pernah melakukannya dan untuk Real Madrid mereka akan meraih gelar ke 10 di Eropa," terang Mourinho seperti dilansir Football-Espana, Minggu (30/12/2012).
"Dalam dua bulan terakhir tim telah kehilangan segalanya. Setelah kekalahan pekan kemari kontra Malaga saya berpikir keras tentang situasi ini. Tapi saya terlalu muda untuk menyerah," ungkapnya.
"Saya mendapat satu kesimpulan: sepakbola berubah, berubah, berubah, hampir setiap hari, setiap menit, setiap detik. Tapi, ada satu hal yang tidal berubah: tim selalu pelatih," tutup pelatih yang dijuluki The Special One itu.
(akr)