PSMS PT LI ngotot di Kebun Bunga, PSMS LPIS berang
Kamis, 03 Januari 2013 - 16:49 WIB
PSMS PT LI ngotot di Kebun Bunga, PSMS LPIS berang
A
A
A
Sindonews.com - Pemakaian Stadion Kebun Bunga Medan oleh dua PSMS Medan terus terjadi. Kondisi tersebut jelas merugikan kedua belah lantaran karena tidak maksimal untuk menggelar latihan yang berimbas pada kesiapan tim.
Pihak PSMS Medan versi PT LPIS yang mengantongi izin penggunaan Kebun Bunga berang dengan kondisi ini. Namun, hingga sekarang, belum ada langkah yang terbilang konkret yang bisa menjadi solusi. Jalan terakhir untuk mengusir paksa PSMS Medan kepemimpinan Indra Sakti Harahap yang juga sudah menggunakan gedung sebagai tempat tinggal tim kembali diwacanakan.
"Kalau saya bilang masalah Kebun Bunga, lihat saja ke depan. Kami sudah sampaikan ke Pemko tentang kondisi ini. Dari segi hukum sudah jelas, dan itu harus dihormati," ujar Benny.
Sebagai pihak yang diberi mandat penggunaan stadion, jelas memang, PSMS kepemimpinan Benny Sihotang punya kendali penuh terhadap stadion markas klub berjuluk Ayam Kinantan itu. Namun, kendalanya, Benny mengakui, sulitnya menggusur posisi kubu PSMS besutan pelatih Suimin Diharja tersebut terjadi karena dukungan salah satu klub suporter yang bisa saja menimbulkan gesekan dengan klub suorter yang mendukung PSMS besutan pelatih Abdul Rahman Gurning.
"Izin itu jelas sudah kami kantongi. Tapi memang, kami tidak mau ada gesekan antar suporter. Jadi untuk itu kami mengharapkan satpol PP dengan sangat agar bisa menyelesaikan masalah ini dengan tepat," ungkapnya.
Lantas seperti apa jawaban Satpol PP? Menurut Benny, pihak pemko sedang merapatkannya dengan muspida untuk mencari jalan keluar. Kendati demikian, jika jalan kembali buntu, Benny menantang pihak PSMS lainnya untuk sama-sama tidak lagi memakai fasilitas Kebun Bunga. "Dua-dua tidak boleh memakai, kami siap. Kalau memang benar-benar berniat mengelola PSMS ke arah yang lebih baik, ayo mencari lapangan lain. Kita sama-sama tahu ini bukan aset PSMS," ungkapnya.
Dia kembali mengimbau pihak PSMS versi PT LI untuk menghormati pihaknya dan Pemko yang memberikan hak penggunaan fasilitas Pemko tersebut. "Harusnya mereka legowo dengan mencari alternatif lain atau diuruslah surat izinnya ke Pemko Tapi, kalau memang enggak mengerti juga, lebih baik sama-sama tidak pakai fasilitas Kebun Bunga," ungkapnya.
PSMS versi PT LI menggunakan satu gedung di komplek Stadion Kebun Bunga tersebut sebagai kamar pemain dan pelatih. Bahkan, pemusatan latihan berjalan membuat sebagian pemain juga mulai menginap di beberapa kamar di Kebun Bunga. Sedangkan PSMS versi PT LPIS yang menggunakan gedung utama, masih hanya menggunakan gedung sebagai sekretariat dan ruang rapat.
Pihak PSMS Medan versi PT LPIS yang mengantongi izin penggunaan Kebun Bunga berang dengan kondisi ini. Namun, hingga sekarang, belum ada langkah yang terbilang konkret yang bisa menjadi solusi. Jalan terakhir untuk mengusir paksa PSMS Medan kepemimpinan Indra Sakti Harahap yang juga sudah menggunakan gedung sebagai tempat tinggal tim kembali diwacanakan.
"Kalau saya bilang masalah Kebun Bunga, lihat saja ke depan. Kami sudah sampaikan ke Pemko tentang kondisi ini. Dari segi hukum sudah jelas, dan itu harus dihormati," ujar Benny.
Sebagai pihak yang diberi mandat penggunaan stadion, jelas memang, PSMS kepemimpinan Benny Sihotang punya kendali penuh terhadap stadion markas klub berjuluk Ayam Kinantan itu. Namun, kendalanya, Benny mengakui, sulitnya menggusur posisi kubu PSMS besutan pelatih Suimin Diharja tersebut terjadi karena dukungan salah satu klub suporter yang bisa saja menimbulkan gesekan dengan klub suorter yang mendukung PSMS besutan pelatih Abdul Rahman Gurning.
"Izin itu jelas sudah kami kantongi. Tapi memang, kami tidak mau ada gesekan antar suporter. Jadi untuk itu kami mengharapkan satpol PP dengan sangat agar bisa menyelesaikan masalah ini dengan tepat," ungkapnya.
Lantas seperti apa jawaban Satpol PP? Menurut Benny, pihak pemko sedang merapatkannya dengan muspida untuk mencari jalan keluar. Kendati demikian, jika jalan kembali buntu, Benny menantang pihak PSMS lainnya untuk sama-sama tidak lagi memakai fasilitas Kebun Bunga. "Dua-dua tidak boleh memakai, kami siap. Kalau memang benar-benar berniat mengelola PSMS ke arah yang lebih baik, ayo mencari lapangan lain. Kita sama-sama tahu ini bukan aset PSMS," ungkapnya.
Dia kembali mengimbau pihak PSMS versi PT LI untuk menghormati pihaknya dan Pemko yang memberikan hak penggunaan fasilitas Pemko tersebut. "Harusnya mereka legowo dengan mencari alternatif lain atau diuruslah surat izinnya ke Pemko Tapi, kalau memang enggak mengerti juga, lebih baik sama-sama tidak pakai fasilitas Kebun Bunga," ungkapnya.
PSMS versi PT LI menggunakan satu gedung di komplek Stadion Kebun Bunga tersebut sebagai kamar pemain dan pelatih. Bahkan, pemusatan latihan berjalan membuat sebagian pemain juga mulai menginap di beberapa kamar di Kebun Bunga. Sedangkan PSMS versi PT LPIS yang menggunakan gedung utama, masih hanya menggunakan gedung sebagai sekretariat dan ruang rapat.
(aww)